Terima Kasih Allah
Puji Tuhan, alhamdulillah.
Kemarin adalah hari yang penuh dengan kenikmatan. Pagi hari sudah datang kecap made in Indonesia dengan rasa asli kecap Indonesia. Di Malaysia sini, kecapnya terasa aneh, terlalu asin dan encer. Kecap merek Indonesia seperti ABC pun dibuat dengan selera Malaysia, tapi aku dan keluarga ga suka. Padahal harganya lebih mahal dibandingkan kecap lokal. Akhirnya kalau ada kawan yang pulang ke Indonesia, titipan utama adalah kecap Bango.
Ternyata ngga cuma dapat satu pouch kecap sodara-sodara. Ditambah lagi tiga dari kawan-kawan. Totalnya kemarin aku dapat satu kecap ABC dan 3 kecap Bango. Wah itu sudah cukup untuk dua bulan. Alhamdulillah.
Siang harinya, aku meneruskan main game counter strike condition zero. Akhirnya aku berhasil menamatkan misi sampai tamat. Dan untuk menghentikan kecanduan maen game (sampai dijuluki Aa Game), aku un install counter strike sampai habis. Sudah cukup tiga malam main tanpa henti. Sekarang balik lagi ke dunia riset yang ngga jelas ini. Alhamdulillah.
Ketika selesai makan siang, ternyata jadi ngantuk dan ngga ada hal penting yang bisa dilakukan di kampus. Jadi aku tidur siang dengan sangat lelap. Bangun sore hari sudah segar. Puji Tuhan.
Malamnya, ternyata aku sudah bisa konsentrasi lagi ke riset. Mudah-mudahan bisa segera selesai nih riset ga jelas. Terima kasih ya Allah atas segala nikmat yang Engkau berikan hari ini.
Catatan harian sederhana hidup di negeri orang mencari sesuap nasi sebutir berlian dan segenggam emas.