Entries RSS Comments RSS

Archive for the ‘English’ Category

The Power of Dream

Friday, May 28th, 2010

Performed by: Celine Dion

Written by: Kenneth M Edmonds; David Foster; David Walter Foster; Linda Thompson

Credits: Edmonds, Kenneth M (Songwriter); Foster, David (Songwriter); Foster, David Walter (Songwriter); Thompson, Linda (Songwriter); BRANDON BRODY MUSIC (Publisher); ECAF MUSIC (Publisher); PEERMUSIC LTD (Publisher); SONY/ATV SONGS LLC (Publisher)

Deep within each heart
There lies a magic spark
That lights the fire of our imagination
And since the dawn of man
The strength of just "I can"
Has brought together people of all nations
There’s nothing ordinary
In the living of each day
There’s a special part
Every one of us will play
Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
As the world gives us its best
To stand apart from all the rest
It is the power of the dream that brings us here
Your mind will take you far
The rest is just pure heart
You’ll find your fate is all your own creation
Every boy and girl
As they come into this world
They bring the gift of hope and inspiration
Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us here
There’s so much strength in all of us
Every woman child and man
It’s the moment that you think you can’t
You’ll discover that you can
Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us here
Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us here
The power of the dream
The faith in things unseen
The courage to embrace your fear
No matter where you are
To reach for your own star
To realize the power of the dream

  • Share/Bookmark

Muter Keblinger

Tuesday, April 27th, 2010

Muter muter sampe keblinger.

Ini kerjaan kapan selesainya ya? Bertahun-tahun di negeri orang, sampe udah mau muntah karena mumet.

Bleh, jadi pengen pulang.

  • Share/Bookmark

Mencoba Windows Live Writer

Wednesday, January 6th, 2010

Ceritanya, lagi iseng melepaskan diri dari kepenatan bikin paper journal. Sigh, ngga kelar-kelar meskipun beberapa bulan sudah terhabiskan untuk menulis satu tulisan jurnal. Kebayang deh, kalo harus nulis buku thesis perlu waktu berapa lama.

Sebenarnya bertahun lalu sudah dikenalkan tentang Windows Live Writer ini oleh kawan. Tapi ga sempat nyobanya karena ngga pernah berhasil download dan install. Eh ternyata sekarang sudah bisa, mungkin karena blocking software dari kampus sudah dihapus kali ya.

Karena sudah berhasil download dan install, maka sekarang harus dicoba untuk menulis blognya. Apalagi bulan kemarin sangat sedikit tulisan yang dihasilkan. Bulan ini setidaknya harus lebih produktif, biar otaknya kepake terus untuk menulis.

Kadang kepikiran juga untuk bikin tulisan dalam bahasa Inggris, tapi koq ya ngga jalan-jalan ya. Jangankan yang bahasa Inggris, Bahasa Indonesia aja ngga jadi-jadi hehehe.

Make Windows Live Writer, mungkin tidak sesuai dengan semangat open source. Tapi mau gimana lagi, di rumah sudah ada Windows original yang bukan bajakan, jadi ya sekalian aja pake, ya ga? Gratisan ini koq.

Sampai sejauh ini, belum ada masalah dan belum kelihatan apa enaknya pake windows live writer. Cuma secara tampilan lebih sederhana aja daripada harus akses blog secara langsung.

Cobain dulu ah, di publish.

  • Share/Bookmark

Selamat Jalan Gus Dur

Thursday, December 31st, 2009

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Selamat jalan Gus Dur, semoga kita bisa  berjumpa lagi di surga nanti.

  • Share/Bookmark

Berkumpullah Dengan Orang

Monday, November 9th, 2009

Kata orang, kita akan menjadi seperti yang ada di lingkungan kita.
Karena itu, ada dosen asal Indonesia yang rela mboyong keluarganya keluar dari Indonesia supaya ngga terkontaminasi gaya hidup, kerawanan, sinetron, dan berita di Indonesia. Pindah ke Malaysia, lalu akhirnya melabuhkan diri ke Saudi sana.

Orang yang terbiasa hidup melihat, mendengar, dan merasakan teriakan biasanya menganggap teriakan itu biasa saja. Part of his/her life. Ngga rame kalo ngga teriak. Padahal, teriakan itu bisa jadi tidak membuat nyaman orang lain. Misalnya, orang dari Sumatra atau Sulawesi terkenal biasa saja bicara dengan to the point, nada tinggi, dan mandang mata. Tapi menurut cerita istri saya, ketika sekolah di Yogya sana perilaku bicara to the point dengan nada tinggi dan mandang mata itu dianggap tidak sopan dan membuat marah beberapa orang yogya yang biasa kalem, agak dikias-kias kata-katanya, dan juga kalo sama ortu mah jangan mandang mata.

Bahkan, katanya pula, seorang wanita akan memilih pasangan hidupnya seperti yang biasa dia lihat. Biasanya sih, melihat bapaknya. Jadi kalau Bapaknya keras, wanita itu juga milih yang keras. Kalau Bapaknya lembut, wanita itu juga milih yang lembut. Ngga cuma wanita, lelaki pun melihat cinta pertamanya di ibunya. Jangan heran kalau istri dan mertua itu suka saingan, karena memang mirip sih hehehe.

Ada yang suka dicampuri urusannya, merasa mencampuri urusan orang lain itu penting dan perlu. Ada yang sering dihina dan diejek keyakinannya, merasa menghina dan mengejek keyakinan orang lain juga seperti air yang mengalir, memang begitu adanya. Pernah satu kawan saya cerita tentang bos nya yang pengusaha, mungkin saking seringnya pengusaha itu berbuat curang dan dicurangi, maka semua karyawannya selalu dianggap orang yang berbuat curang sehingga dibuatlah peraturan-peraturan yang dikiranya akan membatasi kecurangan karyawan.

Ada orang, yang seperti Anthony Robbins merasa sangat terbantu ketika dia dalam kesusahan mendapatkan bantuan ayam kalkun. Akhirnya dia juga berbuat yang sama, ingin membantu orang lain dengan memberikan ayam kalkun disetiap hari thanksgiving. Ada kawan-kawan yang berasal dari keluarga miskin membuat yayasan yang membantu orang miskin agar bisa berjuang mencapai impian-impiannya, karena mereka juga pernah terbantu memperjuangkan impian mereka.

Karena itu betullah kata-kata Rosululloh, kamu adalah kawan-kawanmu. Mau jadi orang sholeh, maka bergaullah dengan orang-orang sholeh. Mau hidup sederhana, bergaullah dengan orang-orang sederhana. Mau funky? carilah tempat berkumpulnya orang funky. Karena kalau berkumpul dengan orang-orang yang ngga sesuai keinginan kita, ya akhirnya malah tersesat dan menyesatkan.

  • Share/Bookmark

Gerakan Berita Baik

Saturday, November 7th, 2009

Alkisah, ada seorang santri yang belajar di sebuah pesantren. Santri tersebut sudah lama belajar tapi herannya kiyai di pesantren itu ga pernah menaikkan levelnya untuk belajar ilmu yang lebih tinggi. Bertahun-tahun dia hanya belajar surat Al Fatihah saja sedangkan teman-teman seangkatannya sudah diajar surat-surat yang lain bahkan belajar bahasa Arab dan juga ilmu hadist.

Akhirnya si santri itu merasa jenuh belajar hal yang sama dan memutuskan untuk berhenti, pulang ke kampung halamannya. Di perjalanan pulang dia beristirahat dan kebetulan di dekatnya ada tetesan air yang jatuh di atas sebuah batu keras.

Santri itu memperhatikan, air hanya menetes sedikit saja di atas batu. Tapi di tempat tetesan air itu sudah terbentuk lubang yang cukup dalam. Melihat hal tersebut si santri sadar, bahwa sesuatu yang sederhana bila dilakukan terus menerus akan bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Setetes air yang lembut bisa melubangi batu yang keras.

Akhirnya si santri itu kembali lagi ke pesantrennya untuk meneruskan pelajarannya. Dia percaya, meskipun hanya belajar hal yang sederhana kalau dilakukan terus menerus insya Allah akan memberikan hasil yang luar biasa.

Amma Ba’du or by the way.

Melihat berita dari Indonesia saat ini, rasanya sangat miris. Dari hari ke hari, dipenuhi oleh berita-berita yang merusak hati. Mulai dari bencana alam, penyunatan bantuan, cicak buaya, sampai ke perilaku menyebalkan lainnya. Ga cuma berita, filmnya juga banyak yang rada-rada gitu deh (maklum, di Malaysia juga masih bisa nonton sinetron Indonesia)

Berita-berita yang sedikit demi sedikit akan merubah hati. Dulu bangsa Indonesia terkenal peramah, baik hati, suka menolong akan berubah juga.

Rindu juga dengan berita-berita atau materi yang bisa mengedukasi. Atau mungkin edukasi ngga laku untuk jadi berita ya? Sensasi yang lebih laku.

Ada ga ya, situs yang khusus membawa tajuk “Berita Baik dari Indonesia” ? Meskipun ada situs goodnewsfromindonesia, tapi rasanya kita butuh lebih banyak lagi.

Biar bisa seperti air yang membasuhi jiwa kering.

  • Share/Bookmark

Takdir

Tuesday, November 3rd, 2009

“Tidak ada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul-Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Q.s. al-Hadid: 22-3).

Perjalanan hidup sudah panjang dilalui. Mungkin juga masih panjang perjalanan yang belum dilalui. Sudah terbukti, sedih dan bahagia datang silih berganti. Kemungkinan besar, sedih dan bahagia juga akan datang lagi.

Susahnya belajar ikhlas, menerima ketentuan Ilahi. Saat sedih, inginnya menangis. Saat bahagia, inginnya tertawa terbahak-bahak. Atau jangan-jangan, menangis dan tertawa adalah bagian dari ikhlas?

Mari menyambut dengan tangis dan tawa.

  • Share/Bookmark

Ngantri Mas

Sunday, September 13th, 2009

Masalah ngantri, memang belum membudaya di Indonesia. Karena itu, jarang-jarang ada round about di Indonesia. Semua masih harus dikasih lampu merah, biar jelas siapa yang boleh jalan dan siapa yang harus nunggu. Bahkan kadang udah dikasih lampu merah pun masih dilanggar juga, sehingga harus dikasih polisi pada jam-jam tertentu supaya ngga kebablasan yang jalan dan yang ngantri.

Mengantri bukan sekedar memberi laluan kepada yang berhak, tetapi juga bertenggang rasa untuk yang lain. Contohnya, saat di round about bisa saja kita yang lebih berhak untuk jalan. Tetapi kita lihat, orang lain juga sudah lama menunggu giliran untuk lewat. Bahkan mereka sudah menunggu giliran sebelum kita datang. Mungkin ada baiknya kita bertenggang rasa untuk memberikan laluan jalan bagi yang sudah lama menunggu meskipun kita sebenarnya secara hukum lebih berhak jalan.

Analoginya misalkan begini, kita masih di jaman susah dimana untuk ke WC pun kita harus antri. Ternyata, jongkok di WC itu sangat menyenangkan. Enak luar dalam, berlama-lama pun tidak terasa saking enaknya. Tapi kita harus bertenggang rasa dengan orang yang menunggu giliran buang hajat di luar sana. Kasihan kan, sudah lama menunggu dan seharusnya sudah bisa terbuang hajatnya tapi terhalang gara-gara kita asyik menikmati hajat kita.

Akibat dari tidak bertenggang rasa mungkin tidak terlihat langsung. Kita ngga pernah tau, sudah sejauh apa antrian kendaraan yang menunggu giliran akibat satu arus kendaraan ngga mau kasih kesempatan lewat. Kita ngga tau apa yang terjadi pada orang yang menahan hajat akibat kita berlama-lama menikmati WC kita. Kita ngga tau, seberapa banyak orang yang tertangguh rejekinya, hanya karena kita merasa berhak untuk menikmati giliran kita.

Buat yang mudik, jangan lupa ngantri dan bertenggang rasa ya. Lihat kondisi, kalau memang sedang giliran kita, ambil secukupnya. Kalau lihat orang lain juga sudah lama nunggu, ya tenggang dikit kasih jalan. Mudah-mudahan perjalanan jadi lebih aman dan lancar.

  • Share/Bookmark