Entries RSS Comments RSS

Archive for the ‘Wealth’ Category

Mencoba Windows Live Writer

Wednesday, January 6th, 2010

Ceritanya, lagi iseng melepaskan diri dari kepenatan bikin paper journal. Sigh, ngga kelar-kelar meskipun beberapa bulan sudah terhabiskan untuk menulis satu tulisan jurnal. Kebayang deh, kalo harus nulis buku thesis perlu waktu berapa lama.

Sebenarnya bertahun lalu sudah dikenalkan tentang Windows Live Writer ini oleh kawan. Tapi ga sempat nyobanya karena ngga pernah berhasil download dan install. Eh ternyata sekarang sudah bisa, mungkin karena blocking software dari kampus sudah dihapus kali ya.

Karena sudah berhasil download dan install, maka sekarang harus dicoba untuk menulis blognya. Apalagi bulan kemarin sangat sedikit tulisan yang dihasilkan. Bulan ini setidaknya harus lebih produktif, biar otaknya kepake terus untuk menulis.

Kadang kepikiran juga untuk bikin tulisan dalam bahasa Inggris, tapi koq ya ngga jalan-jalan ya. Jangankan yang bahasa Inggris, Bahasa Indonesia aja ngga jadi-jadi hehehe.

Make Windows Live Writer, mungkin tidak sesuai dengan semangat open source. Tapi mau gimana lagi, di rumah sudah ada Windows original yang bukan bajakan, jadi ya sekalian aja pake, ya ga? Gratisan ini koq.

Sampai sejauh ini, belum ada masalah dan belum kelihatan apa enaknya pake windows live writer. Cuma secara tampilan lebih sederhana aja daripada harus akses blog secara langsung.

Cobain dulu ah, di publish.

  • Share/Bookmark

Selamat Jalan Gus Dur

Thursday, December 31st, 2009

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Selamat jalan Gus Dur, semoga kita bisa  berjumpa lagi di surga nanti.

  • Share/Bookmark

Berkumpullah Dengan Orang

Monday, November 9th, 2009

Kata orang, kita akan menjadi seperti yang ada di lingkungan kita.
Karena itu, ada dosen asal Indonesia yang rela mboyong keluarganya keluar dari Indonesia supaya ngga terkontaminasi gaya hidup, kerawanan, sinetron, dan berita di Indonesia. Pindah ke Malaysia, lalu akhirnya melabuhkan diri ke Saudi sana.

Orang yang terbiasa hidup melihat, mendengar, dan merasakan teriakan biasanya menganggap teriakan itu biasa saja. Part of his/her life. Ngga rame kalo ngga teriak. Padahal, teriakan itu bisa jadi tidak membuat nyaman orang lain. Misalnya, orang dari Sumatra atau Sulawesi terkenal biasa saja bicara dengan to the point, nada tinggi, dan mandang mata. Tapi menurut cerita istri saya, ketika sekolah di Yogya sana perilaku bicara to the point dengan nada tinggi dan mandang mata itu dianggap tidak sopan dan membuat marah beberapa orang yogya yang biasa kalem, agak dikias-kias kata-katanya, dan juga kalo sama ortu mah jangan mandang mata.

Bahkan, katanya pula, seorang wanita akan memilih pasangan hidupnya seperti yang biasa dia lihat. Biasanya sih, melihat bapaknya. Jadi kalau Bapaknya keras, wanita itu juga milih yang keras. Kalau Bapaknya lembut, wanita itu juga milih yang lembut. Ngga cuma wanita, lelaki pun melihat cinta pertamanya di ibunya. Jangan heran kalau istri dan mertua itu suka saingan, karena memang mirip sih hehehe.

Ada yang suka dicampuri urusannya, merasa mencampuri urusan orang lain itu penting dan perlu. Ada yang sering dihina dan diejek keyakinannya, merasa menghina dan mengejek keyakinan orang lain juga seperti air yang mengalir, memang begitu adanya. Pernah satu kawan saya cerita tentang bos nya yang pengusaha, mungkin saking seringnya pengusaha itu berbuat curang dan dicurangi, maka semua karyawannya selalu dianggap orang yang berbuat curang sehingga dibuatlah peraturan-peraturan yang dikiranya akan membatasi kecurangan karyawan.

Ada orang, yang seperti Anthony Robbins merasa sangat terbantu ketika dia dalam kesusahan mendapatkan bantuan ayam kalkun. Akhirnya dia juga berbuat yang sama, ingin membantu orang lain dengan memberikan ayam kalkun disetiap hari thanksgiving. Ada kawan-kawan yang berasal dari keluarga miskin membuat yayasan yang membantu orang miskin agar bisa berjuang mencapai impian-impiannya, karena mereka juga pernah terbantu memperjuangkan impian mereka.

Karena itu betullah kata-kata Rosululloh, kamu adalah kawan-kawanmu. Mau jadi orang sholeh, maka bergaullah dengan orang-orang sholeh. Mau hidup sederhana, bergaullah dengan orang-orang sederhana. Mau funky? carilah tempat berkumpulnya orang funky. Karena kalau berkumpul dengan orang-orang yang ngga sesuai keinginan kita, ya akhirnya malah tersesat dan menyesatkan.

  • Share/Bookmark

Gerakan Berita Baik

Saturday, November 7th, 2009

Alkisah, ada seorang santri yang belajar di sebuah pesantren. Santri tersebut sudah lama belajar tapi herannya kiyai di pesantren itu ga pernah menaikkan levelnya untuk belajar ilmu yang lebih tinggi. Bertahun-tahun dia hanya belajar surat Al Fatihah saja sedangkan teman-teman seangkatannya sudah diajar surat-surat yang lain bahkan belajar bahasa Arab dan juga ilmu hadist.

Akhirnya si santri itu merasa jenuh belajar hal yang sama dan memutuskan untuk berhenti, pulang ke kampung halamannya. Di perjalanan pulang dia beristirahat dan kebetulan di dekatnya ada tetesan air yang jatuh di atas sebuah batu keras.

Santri itu memperhatikan, air hanya menetes sedikit saja di atas batu. Tapi di tempat tetesan air itu sudah terbentuk lubang yang cukup dalam. Melihat hal tersebut si santri sadar, bahwa sesuatu yang sederhana bila dilakukan terus menerus akan bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Setetes air yang lembut bisa melubangi batu yang keras.

Akhirnya si santri itu kembali lagi ke pesantrennya untuk meneruskan pelajarannya. Dia percaya, meskipun hanya belajar hal yang sederhana kalau dilakukan terus menerus insya Allah akan memberikan hasil yang luar biasa.

Amma Ba’du or by the way.

Melihat berita dari Indonesia saat ini, rasanya sangat miris. Dari hari ke hari, dipenuhi oleh berita-berita yang merusak hati. Mulai dari bencana alam, penyunatan bantuan, cicak buaya, sampai ke perilaku menyebalkan lainnya. Ga cuma berita, filmnya juga banyak yang rada-rada gitu deh (maklum, di Malaysia juga masih bisa nonton sinetron Indonesia)

Berita-berita yang sedikit demi sedikit akan merubah hati. Dulu bangsa Indonesia terkenal peramah, baik hati, suka menolong akan berubah juga.

Rindu juga dengan berita-berita atau materi yang bisa mengedukasi. Atau mungkin edukasi ngga laku untuk jadi berita ya? Sensasi yang lebih laku.

Ada ga ya, situs yang khusus membawa tajuk “Berita Baik dari Indonesia” ? Meskipun ada situs goodnewsfromindonesia, tapi rasanya kita butuh lebih banyak lagi.

Biar bisa seperti air yang membasuhi jiwa kering.

  • Share/Bookmark

Takdir

Tuesday, November 3rd, 2009

“Tidak ada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul-Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Q.s. al-Hadid: 22-3).

Perjalanan hidup sudah panjang dilalui. Mungkin juga masih panjang perjalanan yang belum dilalui. Sudah terbukti, sedih dan bahagia datang silih berganti. Kemungkinan besar, sedih dan bahagia juga akan datang lagi.

Susahnya belajar ikhlas, menerima ketentuan Ilahi. Saat sedih, inginnya menangis. Saat bahagia, inginnya tertawa terbahak-bahak. Atau jangan-jangan, menangis dan tertawa adalah bagian dari ikhlas?

Mari menyambut dengan tangis dan tawa.

  • Share/Bookmark

Ngantri Mas

Sunday, September 13th, 2009

Masalah ngantri, memang belum membudaya di Indonesia. Karena itu, jarang-jarang ada round about di Indonesia. Semua masih harus dikasih lampu merah, biar jelas siapa yang boleh jalan dan siapa yang harus nunggu. Bahkan kadang udah dikasih lampu merah pun masih dilanggar juga, sehingga harus dikasih polisi pada jam-jam tertentu supaya ngga kebablasan yang jalan dan yang ngantri.

Mengantri bukan sekedar memberi laluan kepada yang berhak, tetapi juga bertenggang rasa untuk yang lain. Contohnya, saat di round about bisa saja kita yang lebih berhak untuk jalan. Tetapi kita lihat, orang lain juga sudah lama menunggu giliran untuk lewat. Bahkan mereka sudah menunggu giliran sebelum kita datang. Mungkin ada baiknya kita bertenggang rasa untuk memberikan laluan jalan bagi yang sudah lama menunggu meskipun kita sebenarnya secara hukum lebih berhak jalan.

Analoginya misalkan begini, kita masih di jaman susah dimana untuk ke WC pun kita harus antri. Ternyata, jongkok di WC itu sangat menyenangkan. Enak luar dalam, berlama-lama pun tidak terasa saking enaknya. Tapi kita harus bertenggang rasa dengan orang yang menunggu giliran buang hajat di luar sana. Kasihan kan, sudah lama menunggu dan seharusnya sudah bisa terbuang hajatnya tapi terhalang gara-gara kita asyik menikmati hajat kita.

Akibat dari tidak bertenggang rasa mungkin tidak terlihat langsung. Kita ngga pernah tau, sudah sejauh apa antrian kendaraan yang menunggu giliran akibat satu arus kendaraan ngga mau kasih kesempatan lewat. Kita ngga tau apa yang terjadi pada orang yang menahan hajat akibat kita berlama-lama menikmati WC kita. Kita ngga tau, seberapa banyak orang yang tertangguh rejekinya, hanya karena kita merasa berhak untuk menikmati giliran kita.

Buat yang mudik, jangan lupa ngantri dan bertenggang rasa ya. Lihat kondisi, kalau memang sedang giliran kita, ambil secukupnya. Kalau lihat orang lain juga sudah lama nunggu, ya tenggang dikit kasih jalan. Mudah-mudahan perjalanan jadi lebih aman dan lancar.

  • Share/Bookmark

Tunemoney Experiences

Wednesday, September 9th, 2009

I have my tunemoney card around June 2009. It was an easy procedure, just make an account at tunemoney website. Reload with a minimum of RM 50, and wait for a week. Please select FPX for transaction. It is easier, faster, and cheaper. Only 50 cents per reload and the process only takes less than 5 minutes.

The card will come next to your door, any door after one week. It could be your home, your office, or your hang out place. It depends on the information you provide when you create the account.

When the card comes, activate it by using your account at tunemoney website. When the card is activated, your tunemoney balance will be deducted nearly RM 10. This is a yearly subscription fee. But this one even lower than my CIMB ATM card fee, RM 12 / year.

After you active the card, you can directly use it for almost anything related to money. Shopping with Visa Merchant or even Online shopping. You can even withdraw money from ATM, but wait for your PIN, about one week after activation. Withdrawing money from CIMB ATM only charged RM1.15. Your money will be deducted around RM 10, but the RM 8.85 will return to your card balance after a week.

My first usage was to book a hotel room online. The hotel rates was about RM 300 and I only have to pay 10%. With around RM 50 in my tunemoney, the process was very smooth. Use this card just like a Visa Credit Card. After the booking process was confirmed, my balance only had RM 20 left. It’s OK. At the hotel I pay the remaining rates by cash. Anyway, that online booking saved about RM 180 from promotional rates or about RM 300 from normal rates.

The second time, I used tunemoney card to book e-ticket for KTMB. A minimum RM 20 purchase is required by KTMB and I had to reload my tunemoney by using FPX. No problem at all. The tickets were purchased and my tunemoney balance was deducted.

But before I use the ticket, I decided to cancel the ticket. So I went to nearest station to cancel them. No problem at all, because the ticket was refunded but I had to wait 30 days for my money in tunemoney. It appeared in my balance about two weeks ago.

The third time, I wanted to book another hotel. And here was the problem. My reload process in CIMB and FPX were fine. I received receipts from both parties. I save it (print it by using pdfcreator) so if there is something wrong with the process I can use it. And the problem was there. After receiving the receipts from CIMB and FPX, tunemoney website presented an error on transaction. My tunemoney balance was not updated while my CIMB balance was already deducted. So I directly reported this error to 3 parties, CIMB, FPX, and tunemoney.

It was friday evening, so I expected to have the response on Monday. Monday, CIMB and FPX contacted me and said they would take a look at the banking process. Tuesday tunemoney contacted me and in the evening my balance was updated with the reload. Directly, I used it for hotel booking.

I use the customer service contact number to ask several question about my balance. Especially with historical transaction. It seems that the transaction history is not realtime. So I was surprised when I see my balance was reduced and there was no information on what kind of transaction that used the money. Easy call, only call 03 2179 7333 from any handphone inside Malaysia. Please be prepared with your card number and also your username on tunemoney website. It took about 5 minutes call to confirm the balance, that’s all.

So whenever you get a problem with reload or transaction, just save the receipt/error message  in electronic format and send the file to their e-mail, assist@tunemoney.com . My last problem on reload was cleared less then one minute by using this procedure.

This card makes live easier, especially for me. I am not eligible to any Credit Card in Malaysia, but it doesn’t mean I don’t have money. So now, I can use my money easily for any transaction even overseas with this card. My friends also use this card to book Airasia, hotels, and public transportation.

  • Share/Bookmark

Perjuangan Awal Puasa

Saturday, August 22nd, 2009

Puasa tahun ini sedikit berbeda. Berbedanya diperjuangan yang harus saya dan istri lakukan. Biasanya sih, tahun-tahun sebelumnya cukup pikirkan kami berdua, bahkan cuma saya sendiri karena istri dua ramadhan terakhir hamil dan menyusui. Sekarang, ada 4 yang harus dipikirkan.

Kalau cuma saya dan istri sih, ga masalah. Udah gede koq. Perjuangan yang agak berat tahun ini adalah mengajarkan anak amalan-amalan wajib dan sunnah di bulan puasa. Sekarang sedang mengajarkan anak puasa penuh satu hari dan juga sholat tarawih berjama’ah.

Tadi malam sudah dimulai sholat tarawih berjama’ah. Biasanya sih saya dulu diajak tarawih ke Masjid. Di Jakarta sana, dan di Malaysia sini sholat di Masjid biasanya seragam, 20 rakaat. Menurut saya sih agak berat buat yang baru belajar seperti anak saya. Akhirnya diputuskan untuk sholat tarawih di rumah saja, 8 rakaat.

8 rakaat juga bukan mudah. Satu anak hanya mampu nambah 4 rakaat setelah Isya 4 rakaat. Anak yang satu lagi, bisa tarawih 8 rakaat ditambah 3 rakaat sholat witir. Lumayan, untuk permulaan.

Membangunkan sahur juga bukan ringan. Dulu sih enak, tinggal siapkan seadanya bahkan injury time pun masih sanggup dilakukan. Sekarang beda lagi. Upacara membangunkan anak, ngga bisa pas dibangunin dia akan langsung bangun. Paling ngga, perlu 15 menit untuk membangunkan anak. Artinya ngga bisa injury time lagi.

Terus puasanya memang cukup berat. Baru jam 10 pagi waktu sini (jam 9 WIB) sudah pada mengeluh lapar dan haus. Apalagi sudah bisa tawar menawar untuk puasa setengah hari. Ah, ngga boleh. Tetap harus bisa satu hari. Kasihan juga, terutama yang kecil. Tapi gimana, kalau satu batal puasa, yang lain pasti minta batal puasa juga. Akhirnya disamakan satu hari. Tapi belum terbukti berhasil nih. Baru setengah hari. Mudah-mudahan sampai juga satu harinya.

OK deh, selamat berpuasa juga buat yang lain, semoga berhasil ibadahnya.

  • Share/Bookmark