Entries RSS Comments RSS

Archive for the ‘Indonesia’ Category

Nyobain GPS

Friday, June 18th, 2010

Ga mau kalah dengan kawan-kawan dari Teknik Sipil yang biasa menggunakan GPS, saya juga iseng-iseng nyoba. Dalam perangkatnya, sudah diinstall 3 software navigasi sekaligus yaitu: Google Maps, Ovi Maps, dan tentu saja Garmin XT Mobile. Berikut ini hasil nyoba-nyobanya.

Google Maps adalah software nagivasi gratisan. Untuk menginstallnya cukup download saja dari http://www.google.com/maps . Tentu saja download lewat perangkatnya ya. Kalau download lewat komputer, tentu yang dia kasih adalah versi komputer, tapi kalau download lewat HP dia akan kasih versi HP.

Dulu sempat coba download lewat almarhum Soner Z310i. Ini HP ga ada GPS nya, tapi bisa aja sih dipasangin google maps. Intinya sih, cuma buat peta aja ga bisa buat nunjukin jalan. Tapi agak kaget juga karena dia bisa mendownload peta di sekitar tempat kita berada. Contohnya saat itu saya iseng sedang berada di sebuah mall. Eh ternyata peta yang dia tunjukkan adalah peta daerah di mana mall itu berada. Di tengah-tengahnya ada titik warna merah menyala yang menandakan tempat kita berada. Kayaknya sih dia memakai informasi lokasi BTS untuk menunjukkan posisi kita.

Di HP yang ada GPS nya, tentu saja Google Maps menentukan posisi dari informasi GPS. Seperti biasa, dia hanya akan mendownload peta di sekitar lokasi kita berada saja. Kalau mau dapat peta lokasi lainnya, dia akan download lagi. Tentu saja model kayak gini menghabiskan pulsa telepon. Penggunaannya juga tidak user friendly karena mendapatkan posisinya aja susah, apalagi menghitung rutenya. So, ngga sempat nyoba buat navigasi perjalanan.

Pakai ovi Maps, mungkin lebih murah. Dia bisa download aplikasi dan maps melalui komputer. Jadi kalau yang punya internet unlimited di kantor atau sekolah, bisa deh download peta yang diperlukan. Setelah itu bisa dipakai tanpa perlu terhubung lagi dengan internet.

Bahasa yang digunakan untuk navigasi juga ada versi bahasa Indonesianya. Maps dan bahasa tersedia gratis. Lumayan lah. Tapi tetap aja ada sayangnya. Untuk mendapatkan posisi kita berada mungkin cepat. Untuk menentukan posisi tujuan, juga bisa cepat kalau sudah ada maps nya. Tapi, si software ovi maps ini agak lambat deh menghitung rute.

Saya iseng saja, nyoba rute ke Bank paling dekat dari rumah. Mencari sinyal GPS dan menentukan lokasi kita berada sekarang, cukup cepat. Mungkin ga sampai 20 detik. Tapi ketika sudah menentukan titik tujuan, lama banget nih software menghitungnya. Ga selesai-selesai. Di kasus yang saya pakai, entah berapa puluh menit yang dia gunakan. Setelah dapat rute sih, ya lumayan lah cukup presisi. Dia bahkan sudah punya sampai nama-nama jalan kampung.

Bahasa pengantar yang saya pakai adalah Bahasa Indonesia dengan suara laki-laki. Cukup jelas instruksi yang dia berikan. Tapi ya itu deh, dia agak susah nyari rute. Kalau sudah ada di rute yang benar sih ga masalah karena pas saya sampai di depan bank dia langsung bilang sudah sampai di tujuan. Berarti jago juga.

Yang terakhir, nyoba pakai Garmin. Dari segi mendapatkan sinyal GPS dan lokasi, dia yang paling cepat. Selain itu dia juga punya data terinstall yang lebih banyak. Bahkan kabarnya untuk peta Indonesia ada yang lumayan lengkap dari navigasi.net. Filenya besar juga. Cuma yang defaultnya ga terlalu detail. Dia belum tau nama jalan di depan rumah saya, beda dengan Ovi Maps.

Untuk urusan hitung-menghitung rute, Garmin ini lah yang paling cepat. Mungkin cuma dalam hitungan belasan sampai 30 detikan sudah bisa kasih tau, rute mana yang harus di tempuh ke tempat yang kita tuju. Saya iseng masukkan tempat pengisian bensin untuk pengujiannya.

Bahasa yang digunakan untuk navigasi adalah bahasa Inggris, ngga ribet, cukup jelas seperti yang Indonesia. Belokan-belokan kecil ga terlalu bisa sedetail Ovi Maps. Kayaknya harus sambil mantengin layar petanya deh kalau sedang navigasi. Kalo yang ovi, bisa konsentrasi ke jalan sambil cukup dengarkan petunjuk saja. Mungkin kalo untuk daerah yang banyak gang, lebih presisi si Ovi dibandingkan Garmin. Ga tau deh kalau sudah install maps yang lebih lengkap, mungkin bisa sama. Cuma kan, Garmin ga gratis. Maps nya ada sih yang bisa didapatkan gratis seperti mapm Asean atau Indonesia, cuma saya belum sempat coba.

Nah, gitu deh hasil perbandingannya. Kesimpulannya, kalau mau cepat pilihlah Garmin. Kalau mau detail, pilihlah Ovi. Kalau mau gratis, pilihlah Ovi. Kalau mau murah, pilih tanya aja sama orang di pinggir jalan.

  • Share/Bookmark

Manusia Luar Biasa

Friday, June 11th, 2010

Siapakah dia? Panggilannya Dewi Yul atau nama aslinya Raden Ayu Dewi Pujiati adalah seorang manusia luar biasa.

Diberi berbagai macam cobaan, tapi sampai sekarang terlihat tegar.

Sewaktu diberi anak pertama kali  sudah dapat anak yang spesial. Anak yang membutuhkan perhatian lebih dari orang tuanya. Ya, ada banyak orang tua seperti ini, yang mendapatkan anak dengan kebutuhan khusus.

Beberapa orang yang saya kenal juga diberi keistimewaan dengan anak-anak seperti itu. Kadang, anak istimewa membuat orang tua terutama ibunya jadi lebih terbatas ruang geraknya.

Satu saat, ada seorang pengunjung tokodiskon.com yang banyak tanya tentang produk-produk di situs kami. Heran juga sih, kenapa ya sebanyak itu nanyanya. Ternyata, dia bilang dia adalah seorang ibu untuk anak dengan kebutuhan khusus yang tidak memungkinkan dia untuk keluar rumah.

Mengantar anak dengan kebutuhan khusus memang luar biasa. Kadang ngga bermimpi indah si anak jadi juara, jadi orang hebat yang bergaji besar dan sering ke luar negeri. Cukup si anak bisa mandiri, bisa mengurus dirinya sendiri, dan ngga membebani orang lain sudah sangat berarti. Kan, ortu juga ngga mungkin selamanya ada untuk si anak.

Karena itu, mendapatkan anak seperti Dewi Yull ini tentu sangat berat usahanya. Apalagi sampai bisa membuatnya sangat mandiri. Mampu menentukan pilihan hidupnya sendiri dan menanggung semua akibat dari keputusannya.

Dalam banyak berita, bisa dilihat bagaimana anak Dewi Yull sudah bisa melampaui anak-anak yang biasa-biasa saja. Bisa dibayangkan beratnya usaha dan doa Dewi Yull ini.

Sekarang, ternyata sang anak sudah lebih dulu dipanggil oleh pemiliknya. Sudah selesai semua perjuangan Dewi Yull membawa anaknya di dunia. Selamat jalan Gisca, semoga tabah Dewi Yull.

  • Share/Bookmark

Liberty Mutual

Thursday, May 27th, 2010

Pada awalnya, cuma penasaran aja dengan e-mail dari sebuah milis. E-mail ini berisi tentang Revolusi Belajar yang dibawakan oleh Sir Ken Robinson dalam acara Ted Talks. Boleh dicari di http://www.ted.com atau melalui youtube. Saya sendiri download seluruh bagian dari kuliah 15 menit Sir Ken tersebut.

Isi kuliahnya adalah menceritakan bagaimana pendidikan di jaman sekarang sudah memakai sistem fast food. Pola pendidikan cepat yang memakai standarisasi dalam penyajiannya. Intinya berkeinginan supaya hasilnya bagus dan merata. Tapi pendidikan bagi tiap orang berbeda.

Apa yang bisa berhasil dengan baik kepada satu orang belum tentu berhasil ke orang lain. Dia kasih contoh, dia dapat gitar pada saat yang sama dengan Eric Clapton belajar gitar. Tapi hasilnya beda meski sekeras apapun dia belajar gitar ga bisa sebagus Eric Clapton.

Hal yang ekstrim lagi sekarang bahkan untuk masuk play group atau TK pun sudah pakai interview dan segala macam test. Kadang anak ga bisa dimasukkan ke sekolah yang diinginkannya hanya karena ngga berhasil lolos dari test-test yang diberikan.

Sekolah tidak lagi menyenangkan karena passion sudah dilepaskan darinya. Banyak hal yang sudah menjadi mekanistis dan dijadikan standard. Ngga standard, ngga lulus. Mungkin ini juga kali ya yang menjadi keluhan banyak orang tentang Ujian Nasional.

Isi kuliahnya menambah bingung saya sebagai orang tua, harus bagaimana membimbing anak belajar sesuai dengan passion mereka. Mau masukin sekolah yang ngga standard juga jadi masalah, karena pasti biayanya tinggi.

Anyway by the way, film yang saya download dari youtube itu berisi sekitar 20 menit. Kuliahnya sendiri sekitar 16 menit. Penasaran juga sih dengan sisanya yang sekitar 5 menit. Ternyata isinya menarik. Membuat ketawa ringan dan mendapatkan sedikit pelajaran hidup.

Apa tuh pelajaran hidupnya? Penasaran? Lihat saja sendiri di web nya. Sebelum lihat jangan lupa mampir ke http://www.tokodiskon.com lalu lihat filmnya di http://www.youtube.com dengan kata kunci ken robinson learning revolution.

Jangan komentar sebelum lihat akhir film itu ya :)

  • Share/Bookmark

Toyota Motor

Wednesday, May 19th, 2010

Setelah membaca kegigihan Soichiro Honda dalam mendirikan perusahaan mobilnya, saya membuat suatu keputusan bahwa mobil impian saya adalah Honda. Honda, adalah simbol dari keberanian, kegigihan, keuletan untuk mencapai impian bagi saya.

Merek mobil yang lain ngga mampir ke benak saya. Bahkan mobil mahal seperti Ferrari atau Mercy tidak menarik buat saya. Ngga ada simbol apa-apa, selain kemewahan. Padahal mungkin para pendirinya juga punya perjuangan yang sama seperti Honda ya.

Hari ini, ketika read walking di perpustakaan saya menemukan buku How Toyota became #1. Toyota? Nomor 1? Siapa yang tidak tau mobil dengan merek Toyota. Dia dikenal sebagai mobil dengan purna jual terbaik dan kualitas yang cukup terjaga. Ngga cuma di Indonesia, di seluruh dunia Toyota akan (atau sudah ya?) menjadi penghasil mobil terbesar sedunia.

Toyota ngga pernah masuk dalam hitungan saya. Soalnya sempat baca sekilas, kalau Toyota corporation dimulai dari perusahaan pemintalan yang sudah cukup mapan di Jepang. Jadi bukan dimulai dari orang-orang yang berusaha sekeras Soichiro Honda. Ternyata saya salah.

Membaca lagi sejarah Toyota, dimulai dari Sakichi Toyoda yang berasal dari keluarga pemintal. Bukan pemintal yang banyak pekerjanya begitu, karena ibu dan kakak perempuan Sakichi juga jadi pemintal.

Melihat ibu dan kakaknya yang harus bekerja keras dengan mesin pemintal tradisional, Sakichi berusaha membuat alat pintal yang lebih baik. Pemintal yang bekerja membantu pekerjaan manusia, bukan mempersulit.

Dengan kerja kerasnya, jadi juga mesin pintal yang lumayan laku. Inilah yang membuat perusahaannya maju pesat. Bahkan dengan penghasilan perusahaan itu, Sikichi bisa bepergian ke Eropa terutama untuk melihat industri pemintalan di negara lain.

Dari hasil bepergian, Sikichi mampu memperbaiki mesin pintal buatannya. Bahkan dengan bantuan Engineer dari Amerika yang sedang mengajar di Jepang, Sikichi bisa membuat patent yang kemudian dibeli oleh perusahaan pemintalan dari Eropa.

Uang hasil penjualan patent ini yang kemudian dilabur untuk membuat perusahaan otomotif oleh generasi kedua, yaitu Kiichiro Toyoda. Dari hasil perjalanannya ke Amerika, Kiichiro melihat potensi mobil sebagai alat transportasi utama.

Banyak nilai-nilai penting dalam perusahaan Toyota yang membuatnya menjadi nomor satu di dunia. Salah satunya adalah sistem kebersamaan antara semua karyawan dari tingkatan yang berbeda.

Biasanya, eksekutif perusahaan memiliki mobil dinas mahal, supir, dan tempat parkir khusus. Kalau di perusahaan Toyota (di Jepang dan Amerika, ga tau kalo di Indonesia ya) semua karyawan menyupir sendiri kendaraannya. Selain itu, tidak ada tempat parkir khusus. Pokoknya first come first serve. Dan biasa saja melihat petinggi perusahaan makan bersama dan nonton bola bareng dengan satpamnya.

Masih banyak lagi nilai penting yang dituliskan dalam buku itu. Yang pasti, membuat saya berfikir ulang tentang mobil impian saya. Mungkin, bukan Honda lagi yang jadi target. Toyota, boleh juga.

Cuma, kapan ya bisa kebeli mobil sendiri? he he he.

  • Share/Bookmark

Tempat Berobat Kanker di Malaysia

Saturday, May 8th, 2010

Kanker adalah salah satu penyakit yang membunuh. Kadang disamakan dengan HIV AIDS yang belum ada obatnya. Paling banter, bagian tubuh yang kena kanker diangkat, setelah itu dikemoterapi supaya bagian-bagian kanker mati.

Tapi terapi seperti itu juga tidak menjamin. Kalau tanya dokter, berapa peluang sembuh setelah operasi pengangkatan dan kemoterapi, dokter akan kasih angka, tetapi tidak ada jaminan. Akhirnya banyak orang yang beralih ke terapi alternatif seperti herba atau obat tradisional.

Tidak semua obat tradisional akan manjur. Jodoh-jodohan. Salah satu alternatif yang sering dicari orang adalah yang ada di Malaysia. Koq ke Malaysia?  Ya habis kalau cari di Jawa, orang dari Sumatra lebih berat ongkosnya daripada ke Malaysia. Salah satunya adalah yang terdapat di Pulau Penang. Websitenya boleh dilayari di cacare.

Dulu sewaktu mertua sakit kanker, pernah juga mau datang ke sana. Tapi cari informasinya susah sekali. Ga ketemu cari di internet. Saya baru tau kemudian dari kawan yang mengobati orangtuanya ke sana, tapi sudah terlambat.

Ternyata ada juga kesempatan saya ke sana yaitu saat istri perlu mengobati benjolan di leher. Menurut dokter sih, bukan sesuatu yang berbahaya tetapi perlu dioperasi kecil untuk menganalisa apa penyebab benjolan itu karena diberi obat berminggu-minggu ga juga sembuh. Resiko berobat, operasi, apalagi di negeri orang cukup besar akhirnya kami putuskan untuk mencoba pengobatan alternatif itu, meskipun penyakit yang ada di istri bukan kanker.

Dua kali saya pergi ke sana, pertama pakai kendaraan pribadi dan yang kedua pakai kendaraan umum. Tempatnya ada di Pulau Penang, sebelah Utara Malaysia. Pemilik tempatnya adalah seorang Doktor ahli tanaman beneran, bukan Dr. Humoris Causa seperti kebanyakan ahli pengobatan alternatif di Indonesia.

Pakai kendaraan pribadi cukup mudah. Setelah melewati jembatan Pulau Pinang., ambil jalan ke kanan menuju Georgetown. Di jalan itu akan dijumpai Tesco di sebelah kiri jalan. Belok ke kiri saat lihat Tesco. Ga lama akan ada pembagian jalan, ke terowongan dan ke kiri. Ambil yang ke kiri. Lepas itu ada bulatan tepat di bawah jembatan. Putar mengikut arah jembatan yang ke kanan. Jembatan itu adalah Jalan Sultan Azlan Shah yang akan menuju Jalan Gelugor tempat cacare berada.

Jalan Sultan Azlan Shan akan bertemu dengan pertigaan. Pertigaan pertama itulah yang akan kita lalui. Belok ke kiri di pertigaan, dan rumah ke dua yang anda temui di sebelah kiri adalah tempat praktek cacare.

Kalau naik kendaraan umum, saya pergi ke terminal Sungai Nibong, tempat bus express antar kota antar propinsi. Keluar ikut jalan keluar bus dari terminal dan menyeberang jalan untuk naik bis. Pilih bis nomr 301 atau 302, karena kedua bis itu yang lewat persis di depan cacare. Begitu lewat jembatan Sultan Azlan Shah siap-siap tekan tombol berhenti. Bis akan berhenti di perhentian bis, kira-kira dua rumah dari cacare.

Untuk kembali ke terminal bus express, saya harus menyeberangi jalan Sultan Azlan Shah lagi. Di seberang ada tempat perhentian bis dan tunggu bis nomor 303 yang akan mengantar langsung ke terminal. Bis akan masuk ke terminal, jadi ga usah khawatir nyasar.

Di klinik yang sebenarnya rumah biasa ini, ternyata cukup ramai kalau pas jam praktek. Jam prakteknya hanya Jumat jam 3 – 5 sore dan Minggu 7 – 9 malam. Di luar jam itu, ngga dijamin ada.

Sebenarnya sih bukan praktek, tetapi jam konsultasi saja. Kayaknya sih ahli botani ini punya pekerjaan utama yang lain. Katanya sih, dosen di Universiti Sains Malaysia. Jadi ga bisa setiap saat stand by di tempat itu. Untuk pembelian obat sih, bisa setiap saat yang diperlukan. Call dulu sih untuk memastikan ada yang stand by atau tidak.

OK, proses konsultasi ga pake penerawangan seperti pengobatan alternatif di Indonesia. Cuma ditanya ini itu, dan dilihat hasil pemeriksaan dokter dan laboratorium. Banyak hal yang dibicarakan, bukan ke masalah penyakit tetapi  ke masalah bagaimana fikiran orang yang divonis penyakit ini dalam menghadapi kanker.

Orang kebanyakan jadi kalut setelah divonis sakit kanker. Siapa yang tidak akan kalut divonis penyakit membunuh? Seperti diberi vonis mati saja layaknya. Inti dari konsultasi adalah untuk mencerahkan fikiran bahwa kita masih bisa hidup dengan baik meskipun sudah menderita kanker. Kita bukan mati karena kanker, tapi mati karena memang sudah waktunya mati. Kita juga bukan sembuh karna obat, tapi sembuh karena disembuhkan oleh Allah.

Gitu aja sih konsultasinya. Gratis. Kalau mau ikut saran si ahli ini, kita akan dipersilahkan membeli paket herbal. Perkiraan saya sih, satu kotaknya seharga RM 50. Setiap jenis penyakit kanker punya herbal berbeda. Ada yang cukup 2 kotak, ada yang harus 5 kotak seperti istri saya. Satu kotak bisa dipakai selama satu minggu. Kalau herbalnya satu paket ada 3 kotak, artinya satu minggu habis 3 kotak. 2 Minggu, bisa 5 kotak. Makanya yang datang dari Indonesia belinya sekaligus banyak, sampai untuk 1 – 2 bulan.

Harga segitu hampir sama dengan obat herbal di Indonesia. Cuma beda di ongkos aja. Kalau yang dari Sumatra sih, lebih mudah ke Pinang daripada ke Jawa. Dari Jakarta juga cukup mudah dengan pesawat Air Asia.

Begitu aja dulu ceritanya. Nanti disambung lagi kalau mood. Wassalam.

  • Share/Bookmark

Beasiswa S1 ke Malaysia 2010

Friday, April 2nd, 2010

Terjemahan bebas dan singkat:

Beasiswa dari CIMB Niaga untuk jenjang S1 di Universiti Malaya dan Universiti Kebangsaan Malaysia. Jurusan:

Akuntansi, administrasi bisnis, ekonomi, sistem komputer, teknologi informasi, teknik sipil, dan sains (Matematika, statistika, matematika komputasional)

Syarat:

  • Akan lulus 2010
  • Nilau UN di atas 8
  • Tidak terikat dengan beasiswa lain

Syarat lain, untuk pendaftar yang berkaitan ekonomi, nilai matematika dan ekonomi tidak kurang dari 8. Teknik dan sains, nilai matematika dan pelajaran sains tidak kurang dari 8.

Syarat lain silahkan terjemahkan sendiri. Cape juga nerjemahinnya.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (“CIMB Niaga”) and CIMB Group, majority shareholder in Malaysia give opportunity for bright Indonesian students from all over Indonesia to get CIMB Niaga Scholarship for studying in undergraduate level in Malaysian University with the courses of Accounting, BusiPT Bank CIMB Niaga Tbk (“CIMB Niaga”) and CIMB Group, majority shareholder in Malaysia give opportunity for bright Indonesian students from all over Indonesia to get CIMB Niaga Scholarship for studying in undergraduate level in Malaysian University with the courses of Accounting, Business Administration, Economics, Computer System, Information Technology, Civil Engineering and Science (Mathematics, Statistics, Industrial & Computational Mathematics) .

The scholarship is intended for:

  • Indonesian citizen
  • Fresh graduate of Senior High school and/or equal level from all over Indonesia (graduate in 2010)
  • Excellent academic result (national examination result is 8.00 or above)
  • Is not bounded to another scholarship program at the moment.

Note:

Candidates who select the :

  • Courses of Accounting ; Business Administration or Economics need to have 8.00 or above for Mathematics, Economy and English subject.
  • Courses of Computer System ; Information Technology ; Civil Engineering or Science (Mathematics) need to have 8.00 or above for Mathematics and one of any science subject (Physics, Chemistry & Biology).

The scholarship (full scholarship) includes:

1.    Registration and tuition fees

2.    Health insurance

3.    Dormitory

4.    Living cost

5.    Book and internet allowance

6.    Transportation (plane ticket once a year)

7.    Laptop & Printer

8.    Research fees (end of study)

9.    Selection process and legal documents (visa and passport) fees

Complete documentation to be given includes:

1.    Registration form (can be downloaded from www.cimbniaga. com)

2.    Copy of National Examination.
Copy of legalized school report for last 4 semesters can be submitted prior to National Examination result to see your mark consistency.

3.    Copy of identity card (KTP/SIM/Student ID/Passport)

4.    Copy of family certificate

5.    Copy of birth certificate

6.    Letter of recognition from school regarding : good behavior, student achievements, student economic status.

7.    Academic and non academic achievements (Certificates, Documentation, etc)

8.    Photo (color 2 pcs @ 3×4)

Incomplete data will not be processed.

Please submit the data to:

Human Resources Management Group (HRMG)

Address  :               Menara CIMB Niaga Lantai16

Jl.Raya Diponegoro No.101

Karawaci – Tangerang 15810

Attention  :               Sdri. Arviyati Wahyuningdiyah

Code        :               “CIMB Niaga Scholarship Overseas” (write on the upper right side of the envelope)

Universities to be offered are: University of Malaya (UM) and National University of Malaysia (UKM)

For further information, please call Corporate Affairs CIMB Niaga on (021) 250-5151 with Tengku Laksamana (Awang) ext. 35135 / Luh Nindityawati (Juty) ext. 35099 or Call Center 14041. Or please email to cimbniagascholarshi p@cimbniaga. co.id.

Registration will be opened on 22nd March – 30th April 2010


CIMB Niaga only considers data that fulfill to the requirements and will not return the submitted application documents. The final decision of scholarship recipients made by CIMB Niaga and CIMB Group and that is not negotiable. CIMB Niaga will announce the final scholarship recipients on June 25, 2010 through website.

  • Share/Bookmark

Kejar Uang

Thursday, March 11th, 2010

Sekolah, buat apa? biar bisa nyari uang.

Kerja, buat apa? biar bisa nyari uang.

It’s all about the money kata Maja. Yang penting ada duitnya.

Mau kerja gampang, mau kerja susah. Mau sekolah gampang, mau sekolah susah. Yang penting bisa dipakai untuk mendapatkan uang.

Ada yang pilih-pilih, ada juga yang mau lakukan apa saja. Contohnya, seorang WNI di Malaysia sini, yang protes gara-gara gajinya diturunkan 1/3 nya, mending pilih keluar kerja dan jualan bakso. Sedangkan yang lain ada juga yang rela bekerja membantu-bantu meskipun kualifikasinya adalah lulusan perguruan tinggi.

Ada yang kerja demi karir, ada juga yang demi hobi. Tapi tetap yang utama adalah uangnya cukup worth it ga untuk kerjaannya.

Setelah dapat uangnya, terus buat apa? Ada yang memang perlu uangnya untuk menyambung hidup. Ga kerja, ga makan, ga hidup. Ada juga yang perlu uangnya karena ingin senang-senang. Uang makan udah ada, tinggal senang-senangnya yang belum.  Ga kerja, berkuranglah bersenang-senangnya.

Kadang, hidup harus ngirit gara-gara pingin banyak duit. Padahal kalau banyak duit, ngapain harus irit ya? hehehe. Dinikmati aja lah. Duit ga di bawa mati.

Ngomong soal duit, malah jadi pingin nyanyi lagu pesawat tempur nya Iwan Fals. Penguasa, penguasa, berilah hambamu uang, beri hamba uang, beri hamba uang.

Eh katanya sekarang penguasa susah ngasih uang karena takut diperiksa KPK. Ealah udah ga nyambung nih tulisan.

  • Share/Bookmark

Sudah Tua

Wednesday, January 13th, 2010

Ketika membaca berita cacian seorang pendemo kepada wakil presiden saya tersentak kaget. Kagetnya karena pencaci itu berumur 35 tahun dan dibilang sebagai orang muda. Muda? Perasaan umur 35 itu di mata saya sudah tua. Eh ternyata melihat umur saya juga ya hampir segitu juga. Berarti saya sudah tua ya?

Serasa baru kemarin menikah. Saat ini pun hubungan dengan istri masih seperti pengantin baru. Tapi setiap hari sekarang saya mengantarkan dua anak saya ke SD. Sudah dua yang SD. Ga terasa.

Waktu terus berjalan, badan semakin ringkih. Dulu sewaktu kuliah, masih tahan bersepeda motor dari Bandung ke Garut jam 12 malam. Setelah itu tidurnya pun hanya sebentar dan dilanjutkan kembali lagi ke Bandung pagi harinya.

Sekarang, tidur siang kena kipas anginpun sudah langsung masuk angin. Hidung meler kepala berat dan perut mual. Tambah lagi, uban putih sudah mulai bermunculan, ga cuma di kepala kiri, yang kanan juga. Pantesan sekolahnya belum selesai juga.

Semakin hari, umur makin bertambah sedangkan jatah hidup makin berkurang. Seperti yang digambarkan dalam lagu dari The Panasdalam, intropeksi. Hidup seperti menghabiskan waktu yang tersisa.

Dihabiskan buat apa lagi ya, waktu tersisa untuk orangtua ini? Rasanya hidup masih monoton saja, belum cukup warna warni yang menghiasi umur. Mudah-mudahan ngga menyesal dengan apapun yang saya lakukan untuk menghabiskan umur saya.

  • Share/Bookmark