Indonesia

Pernah beberapa kali pertanyaan ini melintas dipikiran saya. Apa yang akan terjadi ketika saya akan meninggal? Dirunut-runut melihat pengalaman orang-orang yang meninggal, saya coba list pertanyaan apa saja yang berkaitan dengan proses meninggal.

Pertama, kalo saya nanti meninggal kira-kira karena apa ya? Sebelumnya saya pernah bikin tulisan tentang memilih cara meninggal, yaitu suatu pekerjaan yang kita senangi. Ada yang senang dakwah, meninggalnya ketika berdakwah. Ada yang senang naik motor gede, meninggalnya juga saat naik motor gede. Tetapi sebab meninggalnya bukan itu sih. Misalnya Gito Rollies meninggal karena sakit keras sedangkan Sophan Sopian meninggal karena kecelakaan. Ketika saya mengantar mertua berobat ke sebuah rumah sakit, di sana juga ada yang meninggal gara-gara disantet. Ada juga yang sedang ngobrol tiba-tiba meninggal. Ngga ada tanda, ngga ada sebab. Dulu saya rindu sekali meninggal sebagai syuhada. Entah meninggalnya karena berperang atau sebab lainnya tapi bisa dikategorikan sebagai syahid. Sekarang entahlah, saya ngga tau lagi. Punya keinginan sebab mati juga ngga mungkin, tapi mudah-mudahan tidak memberatkan orang-orang yang dekat dengan saya. Kasihan kan.

Yang kedua, kalo saya sudah mau meninggal, siapa ya yang kira-kira membantu membimbing saya mengucap kalimat syahadat? Kalo lihat di film sih, banyak orang yang meninggal setelah mengucapkan kalimat-kalimat yang baik. Ada yang sebelum meninggal bersyahadat terlebih dahulu, ada yang bertakbir, ada juga yang bilang: “T t t tteruskan pp per juaangan kuuu aaaaaakkkkh”. Kalo melihat kenyataannya, tidak semudah itu mengharapkan bisa meninggal dengan kalimat terakhir yang baik. Kalo perkiraan saya, lagi-lagi berhubungan dengan kegiatan yang sering kita lakukan. Kalo kita sering berdzikir, sering bertasbih, tahmid, dan takbir, insya Allah kata-kata itu juga yang terakhir keluar dari bibir kita. Ada yang cerita seorang kenek yang terjatuh dari bisnya ketika akan meninggal malah keluar nama tempat yang biasa dia teriakkan ketika sedang menarik penumpang. Ada lagi yang katanya gerakan tangan dan tubuhnya seolah-olah sedang menghitung uang. Kayaknya kalo kita berharap ada kata-kata terakhir yang akan keluar dari bibir kita, harus sudah mulai sering kita ucapkan saat kita masih sadar. Sampai-sampai kalo kita sadarpun kata-kata itu yang akan sering keluar dari mulut kita. Beberapa orang yang saya kenal masih berkomat-kamit seperti memuji-muji Allah ketika mereka menjelang ajal. Biasanya sih, beberapa hari menjelang ajal suka sudah tidak sadar. Kecuali kalo yang matinya karena kecelakaan ya. Tapi mungkin juga sih kata-kata yang keluar adalah yang sering diucapkan ketika tidak sadar. Misalnya kalo orang yang sewaktu hidupnya terkaget-kaget mengucapkan astaghfirullah atau Allohu Akbar, kayaknya pas kecelakaan dan meninggal juga akan mengucapkan kata-kata itu. Sekarang bayangkan betapa lucunya seorang yang sewaktu hidup dan sering kaget mengucapkan nama-nama binatang, terus pas kecelakaan dan mau meninggal kata-kata itu juga yang keluar hehehe. Naudzu billah deh.

Ketiga, kalo pas meninggal siapa yang ngurusin ya? Ngerepotin ngga ya kira-kira? Kalo meninggalnya siang hari dan hari kerja, mungkin ngga nyusahin yang ngurus. Mau beli kain kafan dan kapas gampang. Mau mesen kubur juga ngga susah. Kalo meninggalnya jam 12 malam? Masa harus ditunggu sampai siang dulu sih baru diurusin. Mertua saya sudah menyiapkan kain kafan dan kapas sejak berbulan sebelum meninggal. Alhamdulillah, ketika meninggal malam hari tidak merepotkan keluarga untuk mencari keperluan pengurusan jenazah, sehingga bisa langsung diurus malam itu juga dan siap untuk dikuburkan pagi-pagi sekali. Pengurusan jenazah berkaitan dengan pemandian dan pensholatan. Meskipun saya sudah beberapa kali ikut kursus pengurusan jenazah, kayaknya tetap mesti buka kamus dulu deh untuk pelaksanaannya. Banyak yang lupa. Lah kalo keluarga ngga ada yang bisa gimana? Siapa yang mau mandikan dan menyolatkan? Bisa sih dimandikan oleh orang lain, tapi kan lebih baik kalo dimandikan oleh keluarga sendiri. Senang juga kalo anak sendiri yang bisa mengimami sholat jenazahnya.

Keempat, siapa yang akan mengantarkan jenazah dan mendoakan? Sewaktu tetangga saya meninggal, yang mengantarkan sampai ke kubur bisa dihitung dengan jari. Soalnya sudah tua dan tidak terlalu aktif di masyarakat. Kalo saya, paling ya teman kantor aja sama tetangga. Itupun kalo ada yang mau. Maklum deh, saya kan belum terasa kehadirannya oleh orang lain. Kalo orang yang sudah terasa kehadirannya, kehilangannya pun akan terasa dan orang akan memperjuangkan waktu dan tenaga untuk mengantarkan. Seperti yang saya lihat ketika uwak saya meninggal, begitu banyak orang yang datang untuk menyolatkan dan mengantarkan. Begitu juga ketika seorang aktivis meninggal, banyak kawan sesama aktivis yang ikut mengantarkan. Pak Harto, meskipun banyak yang benci ternyata banyak juga yang mengantarkan. Artinya Pak Harto adalah orang yang terasa kehadirannya. Ketika mertua saya meninggal, banyak juga yang mau ikut mengantarkan ke kubur. Tapi kebetulan tempat tinggalnya bukan berisi orang-orang berada yang punya kendaraan pribadi, sedangkan jarak ke pekuburan umum juga cukup jauh. Mau ngga mau harus disiapkan kendaraan untuk mengangkut para pengiring ini. Biasanya sih biar banyak daya muatnya disiapkan bis atau truk. Keluarga harus rela keluar uang sedikit yang penting almarhum banyak yang mengantarkan dan mendoakan. Apalagi katanya setelah 40 langkah pengiring meninggalkan kubur, maka sudah harus bersiap-siap berhadapan dengan malaikat yang bertanya dalam kubur.

Kelima, kira-kira keluarga mendoakan terus ngga ya? Menurut ajaran Islam, semua amal sudah terputus setelah kita meninggal. Ngga ada lagi usaha yang bisa kita lakukan untuk menambah pahala atau mengurangi dosa. Yang tinggal adalah ilmu yang bermanfaat, amal jariah, dan doa dari anak. Mudah-mudahan anak-anak saya selalu ingat untuk mendoakan orangtuanya. Jangan sampe deh, punya anak yang cuma bisa berkelahi berebut warisan setelah ortunya meninggal. Saya setuju dengan keputusan untuk membuat masjid atau jadi tabung abadi penyantunan orang yang membutuhkan daripada sekedar diwariskan ke anak. Biar deh ditinggalkan secukupnya saja, anak juga sudah punya rejeki sendiri, ngga harus dari orangtua terus. Mudah-mudahan sempat menyiapkan anak menjadi anak yang sholeh dan ngga bergantung dengan suapan orangtua terus. Jadi ketika saya nanti meninggal, mereka bisa jadi jalan penghapusan dosa saya dan juga mereka bisa meneruskan hidup dengan baik sepeninggal saya. Aamiin. Gimana dengan anda?

Rasanya saya pernah tulis di sini tentang sikap dokter Melayu yang ada di sini. Kebanyakan bersikap dingin apalagi yang bekerja di poliklinik milik pemerintah. Cool banget. Pernah ketika saya memeriksakan anak saya yang sakit si dokter ngga nanya apa-apa. Cuma diem aja dan terus menuliskan resep untuk pasien tanpa sepatah katapun terucap dari mulutnya.

Ngga cuma sekali kejadian itu terjadi. Gara-gara ngga sembuh juga sakit batuk saya bawa anak ke tempat praktik dokter bebas. Di sana juga sama saja, baik pasien maupun orang tua ngga ditanya macam-macam. Dokter diem aja mendengarkan keluhan dari pasien tanpa bertanya atau memberikan saran. Ngga ada senyum sedikitpun.

Kejadiannya beda kalo kita pergi ke dokter swasta yang biasanya diisi oleh dokter India atau China. Secara alaminya keturunan non Bumiputera yang ada di Malaysia memang dibatasi untuk memasuki jurusan-jurusan tertentu termasuk kedokteran (sama juga dengan di Indonesia kali ya). Karena itu bagi mereka yang ingin menjadi dokter biasanya sekolah di luar negeri seperti di Indonesia (banyak di kedokteran UNPAD, UNBRAW, dll), India, dan Rusia. Dokter-dokter ini biasanya lebih ramah dan mau menyapa termasuk ke anak-anak. Sewaktu kami periksa kehamilan istri di rumah sakit swasta di Ipoh, anak saya juga diajak ngobrol dan diberi permen oleh dokternya langsung.

Berdasarkan pengalaman di atas, kalau harus periksa ke dokter yang bayarnya hampir sama ya kami lebih baik pergi ke rumah sakit swasta dari pada ke poliklinik. Tapi sayangnya rumah sakit swasta cukup jauh dari rumah sewa kami. Karena itu kalau ada sakit apa-apa biasanya kami langsung pergi ke apotek saja untuk nanya ke apotekernya.

Biasanya si apoteker juga punya pengetahuan tentang penyakit dan obatnya. Cukup bawa orang yang sakit dan ceritakan apa keluhannya si apoteker bisa memberikan saran obat apa yang harus dimakan dengan sekalian takarannya. Ini jauh lebih murah karena kita ngga perlu bayar si apoteker hehehe. Saya pernah bawa anak saya yang kena sakit jari akibat sering digigitin sendiri ke apotek. Di sana saya cuma ceritakan sedikit keluhan dan sebab terjadinya penyakit itu ke apoteker. Eh ternyata jawaban si apoteker jauh lebih panjang dan lebih informatif dibandingkan kalo saya pergi ke dokter. Ya udah, sekarang apotek jadi langganan saya kalo ada penyakit. Tapi mudah-mudahan ngga perlu banyak ke apotek deh. Bagaimanapun hidup sehat lebih baik dari pada sakit. Mendingan saya bayar asuransi kesehatan tapi ngga pernah menggunakannya daripada saya dapat pelayanan kelas satu di rumah sakit. Iya ngga? Biar deh orang lain saja yang menggunakan asuransi kesehatan yang saya bayar, yang penting keluarga saya sehat wal afiat.

Tags:

Ini terjemahan dari sebuah e-mail. Lucu juga sih, makanya saya mau share. Sharing is Caring.

Disebuah kolom konsultasi ada seorang wanita menulis seperti ini:

Saya ingin jujur tentang semua yang saya katakan di sini. Saya akan berumur 25 tahun ini. Saya sangat cantik, bergaya, dan bercita rasa tinggi. Saya ingin menikah dengan seorang laki-laki yang memiliki pendapatan tahunan sekitar US$500000 (Sekitar Rp. 5 Milyar) lebih. Anda boleh bilang saya tamak, tapi seseorang dengan pendapatan tahunan US$ 1 juta di New York hanya masuk kelas pertengahan saja.

Permintaan saya tidak terlalu tinggi. Apakah ada orang di forum ini yang memiliki pendapatan tahunan US$ 500k? Apakah anda sudah menikah? Yang ingin saya tanyakan: Apa yang harus saya lakukan agar dapat menikahi orang seperti anda? Diantara orang yang pernah saya kencani, paling tinggi hanya berpendapatan US$ 250k. Mungkin ini limit tertinggi saya. Jika ada orang ingin pindah ke tempat tinggal berbiaya tinggi di barat Taman New York, US$ 250k tidak akan cukup.

Saya di sini ingin menanyakan beberapa hal penting:

  1. Dimana lajang kaya biasanya berlepak?
  2. Grup mana seharusnya menjadi target saya?
  3. Kenapa istri orang kaya biasanya berwajah biasa saja?
  4. Bagaimana cara anda menentukan siapa yang akan menjadi istri anda, dan siapa yang hanya bisa menjadi teman wanita anda?  (Target saya sekarang adalah untuk menikah)

Tertanda, gadis cantik.

Dan ini jawabannya:

Saya membaca posting anda dengan rasa ketertarikan yang tinggi. Kiranya banyak gadis di luar sana yang memiliki pertanyaan yang sama dengan anda. Ijinkan saya untuk menjawab pertanyaan anda dengan kedudukan saya sebagai investor yang memiliki pendapatan lebih dari US$ 500k yang tentunya sesuai dengan permintaan anda. Mudah-mudahan orang lain tidak menganggap saya membuang waktu menjawab pertanyaan ini.

Dari sudut pandang bisnis, menikahi anda adalah keputusan yang jelek. Jawabannya sangat mudah, jadi ijinkan saya menjelaskannya. Kita ketepikan detailnya dulu, intinya anda ingin menukar “kecantikan” dengan “uang”. Orang A menyediakan kecantikan sedangkan orang B menyediakan uang, cukup fair.

Tapi ada masalah yang mematikan di sini, kecantikan anda pasti akan berkurang sedangkan uang saya tidak akan pergi kemana-mana tanpa alasan yang jelas. Faktanya, pendapatan saya bisa bertambah dari tahun ke tahun sedangkan anda tidak akan pernah bertambah cantik bila tahun bertambah. Karena itu dari sudut pandang ekonomi, saya adalah aset apresiasi sedangkan anda adalah aset depresiasi. Bukan sekedar depresiasi normal, tapi depresiasi eksponensial. Jika anda hanya punya aset itu, nilai anda akan mengkhawatirkan 10 tahun ke depan.

Dalam istilah yang biasa dipakai di Wall Street, setiap perdagangan memiliki posisi. Berkencan dengan anda juga merupakan posisi perdagangan. Jika nilai perdagangan jatuh kami akan menjualnya dan juga bukanlah ide yang bagus untuk menyimpannya untuk jangka panjang seperti pernikahan yang anda inginkan. Mungkin kejam kalau saya harus berkata seperti itu, tapi untuk membuat keputusan bijak maka setiap aset dengan depresiasi tinggi harus segera dijual atau disewakan. Setiap orang dengan pendapatan US$ 500k bukanlah orang bodoh; kami hanya akan mengencani anda tapi tidak akan menikahi anda. Saya sarankan anda lupakan mencari petunjuk untuk menikahi pria kaya. Lagi pula, anda dapat menjadikan diri anda orang kaya berpendapatan lebih dari US$ 500 k. Peluangnya lebih besar daripada mendapatkan orang kaya yang bodoh

Mudah-mudahan balasan saya ini dapat menolong.

Tertanda JPM

Buat setiap manusia, sakratul maut itu adalah peristiwa spesial. Yang bisa menunggui orang yang sakratul maut pun adalah orang-orang terpilih. Tidak semua orang dekat bisa menyaksikan seseorang meninggalkan dunia ini. Begini ceritanya.

Pak Tuo (Uwak, Pak De) dari istri saya adalah adik-beradik 6 bersaudara. Pada saat itu dia sedang melanjutkan studi dengan beasiswa di Amerika Serikat. Biasanya sih kehidupan berjalan biasa saja, apa lagi sudah di semester terakhir kuliah, ya kegiatan di kampus sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Tetapi entah kenapa dalam seminggu itu setiap kali akan masuk ke kelas si pintu selalu terkunci dari dalam. Ketika dia meninggalkan kelas tersebut, orang lain dengan mudah bisa masuk ke ruang kelas tanpa terkunci dari dalam. Pas dia balik lagi ke kelas tersebut pintu sudah terkunci lagi tanpa bisa dibuka. Dia merasa ada sesuatu yang salah dengan kejadian tersebut yang menyebabkan dia berpikir untuk segera pulang ke Indonesia meskipun sekolahnya belum selesai. Sampai-sampai supervisornya juga bertanya kesungguhan dia untuk pulang karena kalau sudah pulang dia tidak akan bisa kembali lagi ke Amerika karena tiket kembali dari program beasiswa sudah dipakai. Akhirnya dia pulang juga ke Indonesia meskipun tidak akan bisa menyelesaikan sekolahnya.

Sesampainya di Indonesia ternyata ibunya sudah sampai tahap terakhir kehidupannya. Semua kegiatan seolah-olah sudah persiapan terakhir saja. Keenam anaknya sudah berkumpul semua. Harapannya sih, semua bisa menyaksikan saat-saat terakhir si ibu, sakratul maut. Tetapi ketika saat-saat terakhir itu kondisi si ibu yang sudah payah membuat tiga orang anaknya pergi keluar untuk mencari dokter sedangkan tiga anaknya yang lain dapat mendampingi si ibu menghembuskan nafas terakhir, salah satunya Pak Tuo istri saya itu. Aneh, tapi memang nyata. Kata-kata pembuka tulisan inilah yang disampaikan oleh Pak Tuo saya ke istri saya saat pulang dua minggu yang lalu ke Indonesia karena ayahnya sudah payah.

Mengenai persiapan terakhir, biasanya di hari-hari terakhir tubuh manusia yang akan meninggal itu sudah mulai membersihkan kotoran dari dalam tubuhnya. Jalan pembersihannya macam-macam. Kasus yang pernah disampaikan ke istri saya, ada yang selalu muntah-muntah. Ada lagi seperti mertua lelaki saya pada lima hari terakhir itu selalu pergi ke toilet untuk buang air besar dan air kecil Padahal ngga makan dan ngga minum. Hari ke lima itu juga sudah mulai menyampaikan salam ke malaikat maut. “Assalamu ‘alaikum malaikat maut, selamat datang”. Begitu katanya sambil menengok ke satu arah. Padahal ngga ada siapa-siapa di arah yang dilihat oleh mertua saya itu.

Beberapa orang meninggal setelah beberapa hari tidak sadar atau pingsan. Ini yang terjadi pada Uwak saya yang kepalanya terbentur lantai setelah jatuh dari pagar. Ayah istri saya juga sudah tidak sadar sejak beberapa hari sebelum beliau meninggal. Mungkin ada baiknya seperti itu. Menurut Rasul, saat paling sakit dalam kehidupan manusia adalah saat sakratul maut. Mungkin kalau tidak sadar rasa sakit sakratul maut bisa lebih ringan sakitnya. Sayang belum ada yang bisa cerita saat-saat sakratul maut ya. Kalau ibu melahirkan, katanya itu sudah dekat-dekat sakratul maut. Sakitnya luar biasa kata istri saya.

Saat-saat sakratul maut juga penuh dengan misteri. Saat Mak Tuo (Uwak perempuan, Bu De) istri saya akan meninggal istri saya sudah berniat ingin menginap di rumah sakit. Sudah siapkan pakaian dan perlengkapan mandi segala. Tapi menjelang jam dua belas malam istri saya kebelet pulang ke rumah. Akhirnya pulanglah dia diantar ayahnya. Sesampainya di rumah ayah istri saya merasa ngga tenang dan merasa harus segera pergi ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit hampir jam satu malam dan saat sampai di pintu kamar kakaknya sudah mulai proses sakratul maut. Untungnya ayah istri saya itu masih bisa mendampingi saat-saat terakhir kepergian kakaknya.

Ketika ayah istri saya akan meninggal, di rumah ada beberapa anggota keluarga yang ikut membaca quran. Bahkan mereka sudah datang dari subuh untuk sama-sama membacakan quran buat ayah istri saya. Sore harinya sekitar jam 7 malam beberapa orang pamit pulang. Beberapa orang keluarga lainnya juga sedang keluar membeli barang keperluan tapi tercegat macet di dekat rumah. Baru saja beberapa langkah yang pamit pulang pergi ternyata ayah istri saya meninggal. Akhirnya memang benar, hanya beberapa orang terpilih saja yang bisa ikut mendampingi sedangkan yang lainnya karena satu dan lain hal tidak akan bisa ikut.

Bagaimana sih detik-detik hembusan nafas terakhir itu? Beberapa orang yang akan meninggal sudah terasa dingin bagian bawah kakinya menjelang sakratul maut. Menurut penjelasan dalam agama Islam, nyawa memang dicabut perlahan dari bagian bawah dulu yang dikosongkan. Nafas juga cuma tinggal sekali-kali saja dan selang waktu ke nafas selanjutnya cukup lama. Mungkin sekitar 2 menitan. Ketika nyawa sudah sampai diujung, biasanya ada suara seperti ceklok. Istri saya yang menyaksikan ayahnya meninggal juga memang mendengar suara seperti itu. Setelah itu nafas berat sekali dan tenang. Alhamdulillah ketika meninggal tidak ada kejadian aneh yang berlaku. Pada saat yang tidak terlalu lama tetangga mertua saya juga meninggal. Karena ada penyakit usus, ketika sakratul maut keluar darah dari lubang-lubang tubuhnya. Misalnya dari mulut, hidung, telinga, dan bagian bawah.

Begitu saja sharing cerita sakratul mautnya. Mudah-mudahan bisa jadi pengingat karena kita pun satu saat akan segera menyusulnya. Sudah siap-siap?

In Memoriam, Mertua saya Tamerlan Tores Tahir. Meninggal dunia di Bandung, 15 Oktober 2008, jam 19.15. Mudah-mudahan amal ibadahnya diterima, dosanya diampunkan, urusan kubur dan akhiratnya dimudahkan. Aamiin.

Umur setengah baya masih suka nonton film kartun? Ya itulah saya. Udah kepala tiga seperti ini masih sering terpaku di depan TV atau layar komputer untuk menonton film kartun baik bersama anak-anak maupun sendirian. Suka sih. Dari yang lucu sampai yang seru.

Walt Disney masih jadi kegemaran apalagi dengan film-film barunya yang ngga cuma mickey dan donald aja. Ditambah lagi sekarang ada nickleodeon, dari mulai spongebob, dhany phantom, jimmy neutron, dan yang sekarang sudah nonton sampai akhir adalah Avatar Aang, The Last Air Bender.

Kalau nonton di TV perasaan film Avatar ini ngga habis-habis deh. Kalau udah mau episode belakang sama stasiun TV sering diputar ulang lagi dari awal. Kayak ngga habis-habis aja. Tapi untungnya ada internet yang memungkinkan kita nonton film Avatar tanpa harus menunggu siaran ulang di TV.

Cerita menjelang terakhir adalah perubahan Zuko yang tadinya terobsesi ingin mengejar Aang malah berteman dan menjadi guru fire bending buat Avatar. Jadi musuh besar kelompoknya Avatar tinggal Azula, adiknya Zuko, dan fire lord.

Di film terakhir yang panjangnya hampir satu jam diceritakan kalau kedatangan komet souzin tinggal tiga hari lagi sedangkan Aang belum siap untuk menghadapi fire lord. Teman-temannya sudah mendesak agar Aang bersiap tapi dia belum juga sreg dengan peranan dia yang harus membunuh fire lord. Sebagai seorang biksu dia diajari untuk tidak membunuh dengan alasan apapun.

Karena merasa tertekan, Aang pergi ke sebuah pulau meninggalkan teman-temannya. Sementara itu teman-temannya pergi ke kelompok white lotus yang dipimpin paman Zuko untuk membebaskan earth nation dari fire nation. Mereka bersiap untuk menghalangi fire nation dari menghancurkan earth nation dan juga mengambil alih tahta fire nation dari Azula. Fire lord sendiri pergi untuk membakar habis earth nation dari skuadron pesawat terbang.

Aang yang berada di pulau bergerak sangat bimbang dan meminta pendapat arwah-arwah Avatar lainnya tentang cara yang harus diambil saat menghadapi fire lord. Semua orang termasuk arwah Avatar menghendaki agar Aang membunuh fire lord. Aang akhirnya tertidur dengan perasaan sedih.

Ketika terbangun dia heran kenapa pulau itu bergerak. Setelah diselidiki ternyata pulau itu adalah penyu harimau raksasa yang mengajarkan Aang suatu ilmu rahasia untuk mengalahkan fire lord. Aang dibawa ke earth kingdom untuk menunggu kedatangan fire lord setelah diajari ilmu rahasia tersebut.

Pada saat yang bersamaan paman Zuko dengan bantuan Bumi dan kawan lainnya sedang menghancurkan kendaraan perang fire nation di earth kingdom. Zuko dan Kitara sibuk mengalahkan Azula. Suko dan Tuck menghancurkan armada pesawat pembakar fire nation. Ketika komet datang memang fire lord berniat untuk membakar habis earth kingdom.

Anyway niat fire lord dihalangi oleh Aang yang seterusnya berhadapan satu lawan satu. Fire lord hanya mengandalkan kemampuan fire bendingnya tapi ternyata sangat menyulitkan Aang. Pada satu saat Aang memiliki kesempatan untuk membunuh fire lord. Saat itu fire lord melancarkan serangan petir ke arah Aang tapi berhasil ditangkap dan akan dikembalikan kepada fire lord. Sayangnya Aang merasa tidak benar kalau membunuh fire lord sehingga melepaskan petir itu ke arah lain begitu saja.

Akhirnya Aang keteteran dan mendapatkan serangan telak yang mengakibatkan punggungnya tertusuk batu. Ternyata tusukan batu itu malah mengaktifkan Avatar State si Aang. Kekuatan Aang jadi bertambah besar dan kemampuan mengendalikan ke empat unsur utama: tanah, api, angin, dan air menjadi sangat hebat. Sekarang gantian si fire lord yang keteteran dan berhasil ditaklukkan Aang. Pada saat fire lord hampir terbunuh Aang melepaskan fire lord lagi. Fire lord menyerang Aang dari belakang tapi berhasil dielakkan oleh Aang dan dia mulai menggunakan ilmu yang dipelajari dari kura-kura ninja, eh penyu harimau raksasa untuk melepaskan kemampuan fire bending fire lord. Akhirnya fire lord berhasil dikalahkan tanpa perlu dibunuh.

Zuko berhasil mengambil alih tahta dari Azula dan mengembalikan perdamaian di dunia dengan menyatakan perang berakhir. Semua hidup bahagia dengan keadaan baru ini. Gitu deh ceritanya. Maaf kalau membuat jalan ceritanya jadi spoiled buat yang belum menontonnya.

Tags: