Ga mau kalah dengan kawan-kawan dari Teknik Sipil yang biasa menggunakan GPS, saya juga iseng-iseng nyoba. Dalam perangkatnya, sudah diinstall 3 software navigasi sekaligus yaitu: Google Maps, Ovi Maps, dan tentu saja Garmin XT Mobile. Berikut ini hasil nyoba-nyobanya.
Google Maps adalah software nagivasi gratisan. Untuk menginstallnya cukup download saja dari http://www.google.com/maps . Tentu saja download lewat perangkatnya ya. Kalau download lewat komputer, tentu yang dia kasih adalah versi komputer, tapi kalau download lewat HP dia akan kasih versi HP.
Dulu sempat coba download lewat almarhum Soner Z310i. Ini HP ga ada GPS nya, tapi bisa aja sih dipasangin google maps. Intinya sih, cuma buat peta aja ga bisa buat nunjukin jalan. Tapi agak kaget juga karena dia bisa mendownload peta di sekitar tempat kita berada. Contohnya saat itu saya iseng sedang berada di sebuah mall. Eh ternyata peta yang dia tunjukkan adalah peta daerah di mana mall itu berada. Di tengah-tengahnya ada titik warna merah menyala yang menandakan tempat kita berada. Kayaknya sih dia memakai informasi lokasi BTS untuk menunjukkan posisi kita.
Di HP yang ada GPS nya, tentu saja Google Maps menentukan posisi dari informasi GPS. Seperti biasa, dia hanya akan mendownload peta di sekitar lokasi kita berada saja. Kalau mau dapat peta lokasi lainnya, dia akan download lagi. Tentu saja model kayak gini menghabiskan pulsa telepon. Penggunaannya juga tidak user friendly karena mendapatkan posisinya aja susah, apalagi menghitung rutenya. So, ngga sempat nyoba buat navigasi perjalanan.
Pakai ovi Maps, mungkin lebih murah. Dia bisa download aplikasi dan maps melalui komputer. Jadi kalau yang punya internet unlimited di kantor atau sekolah, bisa deh download peta yang diperlukan. Setelah itu bisa dipakai tanpa perlu terhubung lagi dengan internet.
Bahasa yang digunakan untuk navigasi juga ada versi bahasa Indonesianya. Maps dan bahasa tersedia gratis. Lumayan lah. Tapi tetap aja ada sayangnya. Untuk mendapatkan posisi kita berada mungkin cepat. Untuk menentukan posisi tujuan, juga bisa cepat kalau sudah ada maps nya. Tapi, si software ovi maps ini agak lambat deh menghitung rute.
Saya iseng saja, nyoba rute ke Bank paling dekat dari rumah. Mencari sinyal GPS dan menentukan lokasi kita berada sekarang, cukup cepat. Mungkin ga sampai 20 detik. Tapi ketika sudah menentukan titik tujuan, lama banget nih software menghitungnya. Ga selesai-selesai. Di kasus yang saya pakai, entah berapa puluh menit yang dia gunakan. Setelah dapat rute sih, ya lumayan lah cukup presisi. Dia bahkan sudah punya sampai nama-nama jalan kampung.
Bahasa pengantar yang saya pakai adalah Bahasa Indonesia dengan suara laki-laki. Cukup jelas instruksi yang dia berikan. Tapi ya itu deh, dia agak susah nyari rute. Kalau sudah ada di rute yang benar sih ga masalah karena pas saya sampai di depan bank dia langsung bilang sudah sampai di tujuan. Berarti jago juga.
Yang terakhir, nyoba pakai Garmin. Dari segi mendapatkan sinyal GPS dan lokasi, dia yang paling cepat. Selain itu dia juga punya data terinstall yang lebih banyak. Bahkan kabarnya untuk peta Indonesia ada yang lumayan lengkap dari navigasi.net. Filenya besar juga. Cuma yang defaultnya ga terlalu detail. Dia belum tau nama jalan di depan rumah saya, beda dengan Ovi Maps.
Untuk urusan hitung-menghitung rute, Garmin ini lah yang paling cepat. Mungkin cuma dalam hitungan belasan sampai 30 detikan sudah bisa kasih tau, rute mana yang harus di tempuh ke tempat yang kita tuju. Saya iseng masukkan tempat pengisian bensin untuk pengujiannya.
Bahasa yang digunakan untuk navigasi adalah bahasa Inggris, ngga ribet, cukup jelas seperti yang Indonesia. Belokan-belokan kecil ga terlalu bisa sedetail Ovi Maps. Kayaknya harus sambil mantengin layar petanya deh kalau sedang navigasi. Kalo yang ovi, bisa konsentrasi ke jalan sambil cukup dengarkan petunjuk saja. Mungkin kalo untuk daerah yang banyak gang, lebih presisi si Ovi dibandingkan Garmin. Ga tau deh kalau sudah install maps yang lebih lengkap, mungkin bisa sama. Cuma kan, Garmin ga gratis. Maps nya ada sih yang bisa didapatkan gratis seperti mapm Asean atau Indonesia, cuma saya belum sempat coba.
Nah, gitu deh hasil perbandingannya. Kesimpulannya, kalau mau cepat pilihlah Garmin. Kalau mau detail, pilihlah Ovi. Kalau mau gratis, pilihlah Ovi. Kalau mau murah, pilih tanya aja sama orang di pinggir jalan.