Aktivitas klenik tidak hanya dikenal di Indonesia. Negara lain juga mengenalnya dengan nama yang berbeda. Salah satu contohnya adalah Voodoo yang terkenal di Afrika dan Amerika. Di Malaysia yang cukup kental ajaran agama Islamnya juga ada kegiatan klenik. Bahkan beberapa kegiatan klenik ini sudah dibuat filmnya. Kalau melihat filmnya saya bisa menebak sebenarnya kegiatan klenik untuk ras Melayu ini dibawa dari Indonesia. Ras Cina dan India tentu punya kegiatan klenik sendiri yang saya baru tahu satu saja, yaitu nasi kangkang yang membuat orang lain seperti dicucuk hidungnya setelah makan nasi yang dikangkangi ini.
Untuk ras Melayu, dikenal nama-nama seperti susuk, santet, dan ngelmu macan. Film yang sudah beredar misalnya Pontianak bercerita tentang ilmu yang merubah seseorang menjadi semacam makhluk berbadan bolong. Susuk juga sama seperti Indonesia yang bercerita tentang kemampuan membuat seseorang terlihat cantik atau menarik. Film yang sudah saya tonton dari awal sampai akhir adalah Waris Jari Hantu, yang bercerita tentang orang yang memiliki ilmu harimau.
Pada awalnya saya pikir ini macam ilmu khusus dari Malaysia. Tapi mendengar dialog pelakonnya, ilmu ini nampaknya datang dari tanah Minang. Pengamal ilmu ini mampu menyembuhkan penyakit orang seperti tulang patah, sakit kanker, dan lain-lain dengan hanya memakai kulit harimau atau jilatan lidah. Sebenarnya terdengar seperti sesuatu yang mustahil, tapi kemungkinan ilmu ini benar ada dan benar-benar bisa menyembuhkan penyakit.
Tetapi, ada suatu konsekuensi yang diterima si pengamal ilmu ini. Misalnya menurut cerita orang pengamal ilmu ini bisa menyembuhkan penyakit orang tetapi tidak akan bisa menyembuhkan penyakit keluarganya sendiri seperti istri, ortu, atau anak. Biasanya hidupnya juga tidak pernah berkecukupan. Mereka hidup miskin dengan penghasilan utamanya adalah bayaran dari orang-orang yang disembuhkan. Entah kenapa, mungkin karena pantangan.
Tidak semua pengamal ilmu seperti itu menjadi miskin. Saya juga pernah lihat di TV Indonesia bagaimana mewahnya hidup seorang ahli spiritual yang bergelar Ki. Tanah luas, rumah besar, mobil mewah, dan lain-lain tanda kekayaan. Tapi kayaknya itu cuma kasus kecil saja. Kebanyakan pengamal elmu seperti itu hidupnya tidaknya berkecukupan.
Selain itu pengamal ilmu seperti itu biasanya susah meninggal. Meskipun sudah sakit sangat keras, tidak juga meninggal-meninggal sampai ilmunya itu dilepaskan. Ilmu tidak bisa dilepaskan begitu saja. Kadang harus ada pewaris yang memiliki kriteria tertentu. Misalnya harus keturunan langsung dan berjenis kelamin tertentu. Di film waris jaris hantu memang diharuskan pewaris ilmu itu harus perempuan. Belum tentu orang yang akan diwarisi ilmu itu mau. Kadang ada yang memaksakan mewariskan kepada seseorang tanpa sepengetahuan orang tersebut. Jadilah orang itu terkungkung oleh pantangan-pantangan dan konsekuensi yang sebenarnya tidak dia inginkan.
Bagaimana membersihkan diri dari hal-hal semacam ini? Saya juga tidak tahu. Menurut teman yang tahu, katanya hal tersebut adalah sunatullah. Kenapa? Itu sebenarnya perbuatan jin yang jahat. Jin jahat, keturunan iblis memang sudah bersumpah untuk hidup di dunia menggoda manusia. Ilmu-ilmu semacam itu jadi godaan yang sangat menggiurkan untuk manusia. Bayangkan, bisa jadi kebal bisa meloncat tinggi, dan lain sebagainya.
Pada jaman dulu, memang ilmu seperti itu sangat diperlukan. Misalnya saja, kalau dipikir-pikir bagaimana mungkin dengan hanya bersenjatakan bambu runcing bisa mengalahkan senjata api? Bagaimana bisa mengalahkan terjangan peluru panas? Bagaimana bisa membuka lahan pertanian yang luas? Dan pekerjaan lainnya yang kalau dikerjakan oleh tenaga manusia biasa tidak mungkin terjadi. Tapi jaman sekarang apa ya manfaatnya? Tidak ada peperangan bambu runcing dengan peluru, tidak perlu lagi membuka lahan luas untuk pertanian, dan lain sebagainya.
Lebih baik kita hidup sebagai manusia biasa saja. Hidup dengan hanya bersandarkan diri kepada Allah. Minta rejeki kepada Allah, minta perlindungan kepada Allah, minta kesehatan kepada Allah. Mudah-mudahan kita selalu dijauhkan dari hal-hal yang sedemikian supaya hidup kita bisa lebih bahagia. Amin.



