Beberapa bulan lalu, ketika TV murahan saya masih sehat wal afiat, saya melihat acara teknologi untuk pembelajaran di suatu negara Eropa. Ada dua teknologi yang dibahas waktu itu. Pertama teknologi remote control dan yang kedua adalah Apple Ipod.
Remote control itu digunakan sebagai media evaluasi proses belajar mengajar. Caranya begini, si pengajar menyiapkan materi kuliah bertingkat-tingkat untuk satu pertemuan. Selesai menyampaikan satu tingkat, misalnya setelah 10 menit, dia akan mengeluarkan soalan singkat yang dipakai untuk mengukur sejauh mana materi yang disampaikan sudah dipahami. Siswa menjawab soalan itu dengan menekan tombol remote controlnya. Dari jawaban lewat remote control itulah sipengajar memutuskan apakah harus mengkaji ulang materi yang tadi diberikan atau bisa melanjutkan ke tingkatan materi selanjutnya.
Kalau apple ipod, itu digunakan untuk mencatat kuliah dari pengajar, baik suara maupun data. Ngga ada yang aneh, cuma menggantikan buku dengan ipod saja. Pelajar ngga perlu datang, cukup taruh ipodnya di ruang kelas dan pergi ke tempat lain. Eh bisa sepi ya kelasnya.
Kalau e-learning dimaksudkan segala macam media elektronik yang dipakai sebagai alat bantu ajar, tentu ngga cuma internet atau komputer aja yang memenuhi syarat jadi media e-learning. Remote control dan alat pemutar musik pun akhirnya jadi media e-learning juga.
Jadi ingat dulu sewaktu masih SMP, ada suatu TV yang menjadi media e-learning. Tau lah nama TVĀ nya apa. Sampai sekarang pun, masing memakai singkatan TV yang sama, tapi isinya … masih dipakai belajar ngga ya?
Sadar tidak sadar, TV adalah media e-learning juga. Lalu pelajaran apa yang bisa kita dapatkan dari TV? Kekerasan? Haus kekayaan? Konsumerisme? ataukah Nasionalisme? Keinginan untuk maju dengan bekerja keras? atau ada yang lainnya?
Entah apa yang akan terjadi dengan bangsa Indonesia. Ketika learning atau bahkan media e-learningnya menyajikan materi pelajaran yang merubah budaya bangsa menjadi lebih …. lebih apa coba? Kalo saya sih sebagai bagian dari bangsa ini, maunya jadi bangsa yang lebih baik. Tapi, apakah mungkin dengan materi belajar yang kita dapatkan dari TV sekarang menjadikan kita bangsa yang lebih baik?


