Entries RSS Comments RSS

Archive for the ‘Edufiesta’ Category

Belajarlah Sampai Ke Negeri China

Tuesday, January 5th, 2010

Ayo, buat yang mau belajar ke negeri China ada kesempatan untuk mendapatkan beasiswa program berikut ini:

Study Program Duration of Program Duration of Remedial

Chinese Language Courses

Duration of

Scholarship

Bachelor’s degree 4-5 1-2 (college preparatory courses) 4-7
Master’s degree 2-3 1-2 2-5
Doctoral degree 3-4 1-2 3-6
Chinese language training 1-2 None Up to 2
General scholar 1 1 Up to 2
Senior scholar 1 1 Up to 2

Mulai yang sekolah bahasa, S1 sampai S3 tersedia. Full Scholarship lagi. Syarat lengkap bisa dilihat di situs resminya. Secara umum sih, urusan umur agak longgar. Misalnya untuk S1 umur maksimal 25 tahun. Artinya, ada kesempatan buat para alumni yang belum mendapatkan beasiswa lain seperti yang dari ITB kemarin.

Jurusannya? Kayaknya banyak deh pilihannya, tergantung universitas yang dituju. Bahkan untuk jurusan musik juga ada koq. Ga usah khawatir.

Pendaftaran dilakukan secara online sampai 30 April 2010 melalui http://laihua.csc.edu.cn/ . Lalu dokumen yang diperlukan bisa dikirim melalui kedutaan atau konjen China di tempat masing-masing.

OK, selamat berusaha.

  • Share/Bookmark

Kem Jejak Kembara 2009

Friday, December 25th, 2009

Knock knock knock, anybody home?

Sudah lama juga ngga nulis di blog ini. Lebih dari satu bulan tanpa satu tulisan pun. Alhamdulillah pengunjungnya masih tetap setia, dengan rata-rata 250 orang pengunjung per hari. Seperti biasa, topik yang masih dibaca orang adalah tentang komputer dan beasiswa.

Kali ini, topik tulisan berkaitan erat dengan pendidikan. Sekitar pertengahan Desember 2009 saya ikut menjadi fasilitator di acara kem jejak kerjaya 2009 (Career Explorer Camp), yang diselenggarakan atas kerjasama Petrosains dan UTP. Sponsor utama tentu saja PETRONAS.

Camp ini diselenggarakan sebagai salah satu program investasi sosial korporat dari PETRONAS. Target pesertanya adalah para pelajar setingkat SMA kelas 2 yang mengambil pendalaman di bidang sains. Yang agak beda, target peserta dinyatakan sebagai yang pertengahan, antara maju dan tidak maju. Harapannya peserta menjadi terinspirasi untuk maju, dan memilih bidang kerja yang berkaitan erat dengan sains dan teknologi, terutamanya yang berhubungan dengan dunia minyak dan gas sebagai lahan pendapatan PETRONAS.

Kenapa harus sains dan teknologi? Ternyata negara maju mengakui kalau kemajuan yang mereka dapatkan adalah hasil penemuan saintis dan engineer. Contohnya: listrik, lampu, mobil, obat, pesawat terbang, bom nuklir, dan lain sebagainya adalah produk yang menunjang pencapaian sebuah negara menjadi negara yang maju. Mungkin hampir ga ada sebuah negara jadi maju karena memiliki sastra tingkat tinggi.

Karena itulah, negara maju seperti Amerika merasa khawatir karena tingkat peminatan sains dan teknik di sana mulai berkurang. Padahal selama ini mereka sangat bergantung pada penemuan baru dibidang sains dan teknologi untuk bisa terus berkompetisi. Bisa dilihat juga negara China yang mampu menyusul perkembangan sains dan teknologi di negara maju lainnya, ditambah lagi dengan kemampuan menjual yang tinggi tentu tinggal tunggu waktu saja menjadi negara adikuasa tertinggi.

Kalau sebuah negara tidak mampu berproduksi dengan sains dan teknologi, paling banter akan jadi negara konsumen dan penjual saja. Misalnya, jangan heran kalau suatu saat nanti Indonesia cuma bisa jualan baju saja karena ngga mampu memproduksi sendiri bajunya. Kalah murah oleh produk China.

Malaysia sendiri menetapkan target, 60% siswa minat ke sains dan teknologi sedangkan sisanya ke jalur sastra, ekonomi, dan lainnya. Sebuah target yang berat karena seperti juga di negara lain, orang lebih tertarik menjadi penjual, atau pengacara karena penghasilannya lebih tinggi. Apalagi dengan banyaknya program menjadi selebriti secara instant. Tentu saja menggiurkan, menjadi kaya dan terkenal dalam waktu singkat dari program-program reality show seperti idol dan sejenisnya.

Nah, PETRONAS sebagai salah satu perusahaan milik negara Malaysia ikut serta dalam program pencapaian target itu melalui Petrosains. Ternyata banyak juga ya institusi pendidikan di bawah PETRONAS ini. Selain UTP, Petrosains, masih ada lagi ALAM dan INSTEP. Malah katanya, lulusan INSTEP yang mengkhususkan di program profesional seperti diploma dan sertifikasi bidang proses kimia banyak dicari sekarang ini.

Kembali lagi ke camp tadi, Petrosains dan UTP sebagai salah dua lembaga pendidikan di bawah PETRONAS bekerja sama untuk membuat camp yang merupakan edisi kedua pada tahun ini. Tujuannya untuk memperkenalkan dunia pekerjaan dibidang minyak dan gas (oil and gas) yang menjadi tumpuan PETRONAS untuk cari duit. UTP mengerahkan sekitar 14 orang mahasiswanya, dimana 7 orang mahasiswa undergraduate dari Malaysia dan 7 orang lagi mahasiswa Master dan PhD yang semuanya dari Indonesia, sebagai fasilitator.

Have fun, memperkenalkan konsep sains dan teknologi melalui “pekerjaan tangan”. Mengingatkan masa muda saya ketika dulu aktif di Pembinaan Anak-anak Salman. Wah, jadi terharu. Mudah-mudahan programnya juga berhasil mengaitkan peserta pada karir di bidang sains dan teknologi.

Di Indonesia, bukannya ngga ada sih program seperti ini. Program yang kayak begini sudah ada, tapi ngga terdengar. Orang-orangnya senang bekerja tanpa terlihat dan terdengar, tapi terasa hasilnya. Lagi-lagi, istri saya banyak kenal dengan orang-orang seperti itu. Program pemberdayaan masyarakat yang ngga harus lewat jalur pendidikan formal. Dilakukan oleh orang-orang berdedikasi tinggi seperti misalnya di Jawa Timur oleh salah seorang pengurus Nasyiatul Aisyiah dari Muhammadiyah.  Juga di Garut Jawa Barat yang digerakkan oleh banyak alumni dari ITB, Unpad, dan lainnya yang kalau mereka memikirkan karir tentu akan dapat karir baik. Ngga cuma dibidang oil and gas, bidang apapun mereka pasti terpakai. Tapi mereka memilih tinggal di desa, membantu anak desa menemukan dunia yang lebih luas, pemuda dan lelaki pencari nafkah di sana melihat peran sains, teknologi, dan ilmu-ilmu lainnya bisa meningkatkan taraf hidup mereka.

Wow wow, kebanyakan. Udah dulu ah. Selamat berjuang orang Indonesia, selamat berjuang orang Malaysia, semoga berhasil memajukan negara masing-masing.

  • Share/Bookmark

Beasiswa Lulusan SMA 2010

Friday, November 13th, 2009

Tahun 2009 hampir selesai, tahun 2010 sudah mau datang. Kali ini, beasiswa yang ditawarkan adalah untuk tahun 2010, buat yang mau lulus atau sudah lulus. Tawaran beasiswa diberikan pada siswa SMA yang tertarik untuk mendaftar di ITB. Petikan lengkapnya adalah sebagai berikut seperti yang didapat dari salah satu panitia melalui facebook. Selamat turut serta.

Rekan-rekan semua,

Untuk tahun ajaran 2010, Institut Teknologi Bandung kembali menyediakan beasiswa “ITB Untuk Semua” yang diperuntukkan bagi mahasiswa baru ITB angkatan 2010 yang berasal dari keluarga kurang mampu. Para peminat diharuskan melakukan pendaftaran dalam kurun 9 November-24 Desember 2009. Persyaratan serta proses seleksi dapat dilihat di situs resmi BIUS (http://www.itbuntuksemua.com) dan situs resmi ujian masuk ITB (http://usm.itb.ac.id/).

Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua (BIUS) akan ditanggung uang pendidikan, tempat tinggal, serta biaya hidup selama menempuh kuliah di Bandung. Beasiswa ini hanya diberikan kepada pemilik ijazah SMA/SMK/sederajat tahun 2010 (bukan ijazah persamaan) sesuai persyaratan untuk fakultas/sekolah yang dipilih. Kriteria kemampuan ekonomi orang tua yang digunakan adalah jumlah penghasilan total dari kedua orang tua calon mahasiswa kurang dari nilai Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku.

Pada tahun ajaran 2009, BIUS telah diberikan kepada 40 mahasiswa ITB angkatan 2009. Mereka telah melalui saringan ketat terhadap 3.170 pendaftar awal dan lulus ujian penerimaan mahasiswa baru. Untuk tahun ini, ITB menargetkan beasiswa akan diberikan kepada 100 mahasiswa baru, dengan syarat mereka lulus ujian (sesuai standar tinggi yang berlaku) dan jumlah donasi yang berhasil dikumpulkan panitia penyelenggara beasiswa mencukupi.

Selain mendapat ongkos kuliah dan biaya hidup, penerima BIUS akan mengikuti masa persiapan (bridging) sekitar satu bulan sebelum masa perkuliahan untuk membantu menyesuaikan diri dengan suasana kampus serta kehidupan di Bandung. Selama kuliah, para mahasiswa mendapat bimbingan dalam mengatasi kendala studi dan persoalan adaptasi yang mungkin muncul. Para mahasiswa juga akan diberi kesempatan mengikuti ceramah inspirasional, studi ke industri dan lokasi penerapan teknologi tepat guna, dsb.

Berkaitan dengan program ini, kami memohon kesediaan rekan-rekan untuk ikut menyebarluaskan kabar ini ke pelosok Tanah Air sehingga dapat menggapai seluruh siswa potensial.

Semoga program ini dapat merekrut putra-putri terbaik bangsa untuk kuliah di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Juga, semoga program ini dapat menginspirasi anak-anak yang kebetulan lahir dari keluarga kurang mampu tetap bercita-cita tinggi dan giat dalam menuntut ilmu.

Salam hangat penuh semangat.

Andrianto Soekarnen
Koordinator Penggalangan Dana & Promosi
Tim Penyelenggara Beasiswa ITB Untuk Semua

  • Share/Bookmark

Saya Bukan Programmer

Saturday, August 29th, 2009

Katanya, ngajar di Jurusan Teknik Komputer. Pasti jagoan programming dong. VB, C, C#, Java, Pascal, semua dilalap setiap hari, iya kan? NGGA.

Meskipun sudah lama mengenal pemrograman, tapi sampai sekarang saya belum merasa sebagai programmer. Lama? Iya lah, sejak dari tahun 1995 saya belajar pemrograman. Pertama kali belajar adalah bahasa Pascal, sekalian belajar dos prompt. He he he, gaptek. Maklum, jaman itu kan komputer masih barang aneh dan mahal. Jadi kenal dos prompt pas tingkat 2 kuliah bukan barang aneh.

Belajar cuma 1 semester, karena kuliah pemrogramannya memang cuma 1 semester saja. Setelah itu, dilupakan. Sampai akhirnya saat tugas akhir saya harus pakai bahasa pemrograman untuk membuat software untuk memprogram Programmable Logic Controller (PLC).

Lho koq aneh memprogram software yang bisa memprogram? Iya, soalnya ini proyek barengan dengan teman. Satu bikin hardware PLC, satu bikin sistem operasi PLC, satu lagi bikin software pemrogramannya. Oh iya, kalau mau tau PLC, please consult Dr. Balza dari UGM yang sudah bikin buku tentang barang aneh itu.

Meskipun bikin program, tapi tetep saya bukan programmer. Soalnya ngga ngerti bahasanya secara mendalam. Pascal, ngerti dikit lah kalau cuma ketik write dan read doang mah. Tapi untuk masalah-masalah yang rumit, saya nanya sama teman yang namanya Harun Al Rasyid. Setiap kali ingin buat sesuatu, nanya dulu command dalam Pascal nya apa. Ingin nampilkan gambar di matrix gambar, tanya. Mau baca gambar, tanya.  Udah ngga terhitung berapa kali saya bolak-balik dari Kebon Bibit ke Cisitu Lama hanya untuk mendapatkan solusi programming.

Dan mungkin gara-gara tugas akhir saya yang bikin program itulah, saya dimasukkan ke Jurusan Teknik Komputer, padahal saya bukan programmer. Tapi meskipun begitu, ngga malu-maluin amat lah. Asal dikasih tau command nya apa, biasanya sih kalo diminta cari solusi pemrograman bisa aja. Pakai cara sesederhana mungkin.

Sewaktu awal masuk, saya ditest oleh Pak Dewa Gede Parta Excel1kalijebret. He he he. Pak Dewa ini dewanya Excel di Jurusan kami. Segala masalah di Excelkan, dari mulai main remi sampai ke image processing. Amazing bisa melihat wavelet image processing di Excelnya Pak Dewa.

Di testnya sih gampang aja. Di suruh bikin program sederhana di Excel untuk operasi matrix. Diajarin gimana caranya ngambil informasi baris, kolom, dan VBA. Setelah itu disuruh membuat program yang bisa melakukan operasi matrix pada sel-sel di Excel, tapi user bebas menentukan posisi matrix dan dimensinya. Alhamdulillah bisa menyelesaikannya dalam waktu setengah jam meskipun tidak sesempurna harapan tester.

Selepas itu, hampir ga ada pekerjaan programming yang saya kerjakan. Paling yang kecil-kecilan saja, untuk riset di kampus yang ngga pakai bahasa rumit. Atau paling ga dibantu dengan Visual / RAD.

Nah, di sini saya ternyata berhadapan dengan kenyataan harus dekat-dekat dengan programming lagi. Setelah berhasil membuat program di Matlab, saya harus bikin program lain. Ngga tau mau pakai apa, akhirnya pilihan jatuh ke Excel. Modal belajar setengah jam dengan Pak Dewa bertahun-tahun dulu dipake lagi. Untung ilmu Dewa, jadi ngga perlu lama adaptasinya.

Setelah berhasil mengembangkan versi sederhana, kepingin juga bikin yang agak sophisticated gitu lah. Pilihan, Visual Studio 2008 Express Edition. Works well di komputer kampus, eh pas mau nerusin di rumah gatot, alias gagal total. Ga tau kenapa tuh program ngga mau dibuka lagi di rumah. Yang udah dibikin di kampus malah dirusak sama VB, pas dibuka lagi di kampus udah ga bisa.

Pindah lagi, ke VB6. Nemu VB 6 portable di  internet. Lumayan bisa bulak-balik kerja di kampus dan rumah. Udah cukup banyak yang dibuat. Malah udah bikin laporan ke supervisor, sukses besar hehehe. Kirim filenya dan pas demo, ngga mau jalan di komputernya.

Halaaaah, pusing. Bikin installer gagal. Bisa diinstall di kampus, ngga bisa di install di rumah. Bisa diedit di rumah, ngga mau dibuka di kampus. Habis waktu untuk hal-hal seperti ini, padahal sudah injury time.

Akhirnya apa coba? Back to Excel dah. Udahlah, yang sederhana saja. Yang penting bisa dibuat dan nanti disebarkan. Daripada pusing sama urusan ga jelas. Mudah-mudahan bisa cepet rampung. Soalnya setiap pindah development environment, kode-kodenya juga harus diganti.  Mumet.

Alhamdulillah sekarang sudah ada hasil yang lumayan. Doakan saja semoga cepat selesai programnya. Anyway, I am still not a programmer.

  • Share/Bookmark

Wisuda

Sunday, August 9th, 2009

Today is your day

Begitulah, slogan yang selalu ditampilkan iklan foto wisuda di kampus saya dulu di Bandung setiap dekat-dekat acara wisuda. Wisuda adalah acara yang menyenangkan terutama buat wisudawan dan keluarganya.

Prosesi wisuda bukan lagi hanya sekedar seremoni pelepasan mahasiswa dari almamaternya. Kadang jadi hiburan, karena ternyata wisudawan ga cuma bawa ortu. Ada juga yang sewa bis untuk bawa keluarga dan tetangganya, sekedar melihat acara yang mungkin hanya sekali seumur hidup ini.

Jaman saya masih mahasiswa dulu, wisuda ngga cuma rame buat yang diwisuda, tapi juga rame buat yang masih mahasiswa. Dari mulai menyiapkan acara arak-arakan, acara hiburan keluarga, sampai acara tawuran. Tawuran?

Iya, jaman dulu ngga aneh kalo ada tawuran antar jurusan saat arak-arakan wisuda. Biasanya, yang wisuda dimasukkan ke atas truk, atau delman, atau kadang gajah, untuk diputar-putar sekitar Bandung. Nah di depan, samping, dan belakang kendaraan ini biasanya mahasiswa dari himpunan mahasiswa wisudawan ikut mengiringi.

Tawuran terjadi antar pengiring ini, misalnya kalo papasan dijalan saat arak-arakan. Ngga lama sih, paling bak bik buk 5 menit, terus jalan lagi. Meskipun sebentar, ya ada juga sih yang berdarah-darah. Ngga mati. Malah kadang, ada satu jurusan yang tawurannya ngga cuma dengan satu jurusan, tapi berjurus-jurusan lagi. He he he, aneh juga ya, mahasiswa gitu lho, PTN paling beken se Indonesia gitu lho, lagi acara wisuda gitu lho. Tapi mudah-mudahan sekarang sudah ngga ada lagi tawurannya.

Acara arak-arakan juga seru. Apalagi kalo yang ngarak itu dari FSRD. Kalo jurusan lain mah, paling banter pake jaket himpunan. Kalo FSRD ini kadang bisa happening art. Seni jalanan, yang aneh-aneh gitu lah. Ada yang jadi lebah, kadang hantu, atau yang lainnya. Menghibur.

Perjalanan arak-arakan paling banter di depan mall terdekat, Bandung Indah Plaza. Di sana ya cuma sekedar lewat, kadang juga disiram pake mobil pemadam. Have fun aja, buat menampilkan, ini lho wisudawan. Trayek favorit lainnya adalah kampus PTN lain yang kebetulan cuma selemparan batu aja dari kampus kami. Ngga sampe lempar-lemparan batu sih, cuma sekedar cari pasangan buat para wisudawan hehehe.

Lain padang lain belalang, lain kampus lain juga wisudaannya. Di tempat saya sekarang, Universiti Teknologi Petronas, wisuda dikenal dengan nama konvokesyen, terjemahan langsung dari convocation. Senengnya di sini bikin bazaar, bukan arak-arakan. Biasanya sehari sebelum sampai sehari sesudah wisuda ada bazaar dalam kampus atau dekat tempat wisuda.

Ngga cuma bazaar sih, ada juga acara hiburan seperti nyanyi, nari, dan sejenisnya. Selain itu kegiatan outdoor juga diselenggarakan seperti flying fox, kukudaan, kayaking, atau jet sky. Malah pernah juga mendatangkan mobil balap F1 dan pembalapnya sekalian. Maklum, kan punya PETRONAS.

Kalau di tempat lain, atau di Indonesia wisuda dilakukan oleh rektor atau dekan, di sini agak istimewa. Ngga tanggung-tanggung, yang mewisuda adalah Tun Dr. Mahathir Muhammad, mantan Perdana Mentri Malaysia. Beliau masih sangat dihormati oleh orang PETRONAS dan anak perusahaannya.

Saking dihormatinya, bisa dibayangkan begini. Tahun kemarin tidak seperti biasa wisuda dilakukan dari pagi sampai sore karena banyaknya jumlah wisudawan. Karena sudah tua, ngga mungkin semua dilakukan sendiri oleh Tun Dr. Mahathir, jadi beliau pagi, siangnya diteruskan oleh Dirut PETRONAS.

Kalau di kita, misalnya dapat giliran kerja siang paling kita datangya siang juga kan. Ngapain datang dari pagi cuma melihat orang lain diwisuda. Tapi ternyata ngga tuh, Dirut PETRONAS datang dari pagi untuk melihat Tun Dr. Mahathir mewisuda, dan siangnya baru menggantikan. Kebayang kan, betapa masih tingginya penghormatan orang PETRONAS ke Tun Dr. Mahathir.

Wisuda tahun ini beda sedikit. Akibat wabah H1N1, semua jadi agak ga jelas. Kemungkinan ngga datang Dr. Mahathirnya karena kampus ini sempat ditutup akibat ada beberapa mahasiswa yang bergejala terkena H1N1. Jadi semua orang agak berhati-hati untuk beraktivitas. Wisuda mungkin ngga serame wisuda sebelumnya, tapi mudah-mudahan tetap memberi kenangan indah buat wisudawan.

Oke deh, selamat di wisuda terutama teman-teman dari Indonesia. Bawa ortu dan keluarga, jangan lupa pendamping wisudanya yah hehehe.

  • Share/Bookmark

Joki

Saturday, July 25th, 2009

Baru baru ini, media berita nasional dan juga milis yang saya ikuti diramaikan oleh tertangkapnya 14 mahasiswa ITB yang menjadi joki. Berita terakhirnya, semua mahasiswa ini dikeluarkan dari ITB. Gara-gara terbujuk 30 juta rupiah, harapan orang tua, harapan bangsa, dan cita-cita sendiri menjadi musnah (masih bisa bikin harapan baru sih).

Joki ternyata bukan cerita baru. Dalam milis juga disebutkan, bahkan dari tahun 1970 an, sudah ada perjokian. Makin ke sini, makin ganas dan makin canggih saja. Kabarnya, yang menjadi joki bukan hanya orang yang duduk menggantikan orang lain saja. Bahkan ada juga yang menjadi panitia dan memiliki akses pada soal-soal sebelum diserahkan ke peserta ujian. Kebenaran beritanya mungkin dipertanyakan karena belum ada buktinya, tapi kalau memang terjadi seperti itu, makin sempurna lah kerusakan pendidikan nasional kita. Dari mulai bocoran UN sampai ujian masuk PTN juga tersedia.

Tentang hukumannya, masih menjadi pro kontra. Ada yang setuju dengan DO dan ada juga yang ngga setuju. Alasan yang ngga setuju, masa kita mau menghancurkan masa depan harapan bangsa dengan DO. Alasan yang setuju, perbuatan joki adalah perbuatan kriminal dan ngga perlu toleransi dengan kriminal, yang salah harus menerima hukuman. Yang tidak setuju bilang, kalau ranah kriminal ya dihukumnya di luar institusi dong, bukan kewajiban institusi untuk memberikan hukuman. Yang setuju bilang, dalam institusi juga sudah memberikan peringatan agar jangan sekali-kali menjadi joki karena konsekuensinya akan dikeluarkan dari almamater.

Keputusan akhir, ya ternyata di DO juga deh. Kasihan juga, mereka yang tergiur dengan uang 30 juta tentu bukan orang berada. Masuk PTN sekelas ITB tentu adalah suatu kebanggaan dan menjulangkan harapan banyak orang. Apalagi kebanyakan yang tertangkap ini angkatan baru, yang baru satu tahun merasakan indahnya ITB. Masih terasa koq, setahun pertama itu adalah masa paling membanggakan dalam tahun-tahun belajar di ITB. Akhirnya harapan itu terbuang.

Seharusnya, yang kena hukuman bukan hanya joki saja. Yang dijokikan pun sepatutnya mendapat hukuman. Misalnya masuk dalam daftar hitam PTN seluruh Indonesia. Hukuman dari kepolisian pun bisa diterapkan. Baru saja saya baca, polisi akan mempidanakan orang yang menjual dan membeli video pemboman hotel di Jakarta, bukan masalah penyiarannya. Tapi yang dipermasalahkan adalah adanya pemberi suap dan penerima suap untuk mendapatkan film-film tersebut. Sama juga kan untuk kasus joki. Ada yang menyuap supaya diloloskan dan ada yang menjalankan aksi untuk meloloskan dengan menerima suap itu.

Masih ingat, ketika dulu tahun ketiga ada kakak kelas yang sudah duduk di semester akhir tertangkap menggantikan pacarnya ujian semesteran. Semester akhir gitu lho, tapi karena tertangkap ya dia dikeluarkan dari Jurusan Teknik Elektro ITB. Jurusan keren, PTN keren, amblas gara-gara pacar, semester akhir pula. Ga tau ya, si pacarnya di DO juga atau ga.

Kasus joki, seharusnya ga cuma orang yang menggantikan orang duduk ujian. Ada juga orang yang bekerja menggantikan orang lain untuk menyelesaikan tugasan. Misalnya, jual beli skripsi. Toh sama juga, yang kerja orang lain yang dapat kelulusan orang yang lain lagi. Tapi kayaknya yang gini belum tersentuh hukum joki. Udah ada belum ya yang di DO gara-gara jual skripsi atau mengerjakan tugas akhir orang lain?

Ga tau deh. Sekarang mah lurus-lurus aja. Usaha sendiri kalau dapat ya itu rejeki kalau ga dapat ya belum rejeki. Hidup belum berhenti ketika kita ga diterima di ITB, UI, UGM, ITS atau perguruan tinggi favorit lainnya.

  • Share/Bookmark

Sambungan Beasiswa ITB untuk Semua

Tuesday, June 23rd, 2009

Hari ini saya menerima kemas kini berita beasiswa ITB untuk semua. Untuk informasi, beasiswa ini menjamin biaya sekolah dan biaya hidup selama 4 tahun, artinya kalau baik-baik saja sampai lulus akan dibiayai. Enak juga ya.

Hasil seleksi masuk dan verifikasi tingkat ekonomi, maka sudah ditetapkan 27 orang penerima beasiswa seperti berikut ini:

NAMA FAKULTAS ASAL DAERAH
Fatimah Kusumaningrum FTTM TUBAN
Bibit Musnaini FMIPA TRENGGALEK
Umi Yuniati STEI SEMARANG
Eka Sri Waningsih SF SEMARANG
Ahmad  Haris Muhtar FMIPA KEDIRI
Leonard Hendrawan FTTM BANDUNG
Widi Arfianto FTMD PEMALANG
Nirmala Twinta Vidyarani STEI NGANJUK
Nurul Setia Pertiwi FTSL BALIKPAPAN
Azward Achmad Badawi FTSL SIDOARJO
Ardian Rizaldi FTMD BANYUWANGI
Antika Anggraeni FMIPA BANYUMAS
Topan Eko Raharjo FMIPA KLATEN
Mahdi Karim SAPPK CIBINONG
Azka Muji Burohman FMIPA BANYUMAS
Ikrar Eka Praya Gumilar SAPPK YOGYAKARTA
Verry Anggara Musriana FMIPA TANA TORAJA
Setyo Wardoyo STEI CILACAP
Teguh Wibowo SITH PURWOKERTO
Luki Subandi FTMD BANYUMAS
Susanto FMIPA LAMPUNG
Nur Chamidah SF NGANJUK
Surya Dewi Wahyuningrum FMIPA MOJOKERTO
Reycal Darson Mahmud FMIPA GORONTALO
Agnes Novita Sabatina FTTM BANYUMAS
Pomto Jaya FTTM JAMBI
Achmad Arbi STEI JAKARTA

Saya ucapkan selamat kepada para penerima beasiswa, semoga berhasil menyelesaikan sekolahnya di ITB dan bisa menyumbangkan ilmunya buat bangsa Indonesia.

By the way, jumlah dana yang terkumpul adalah sebesar Rp. 32 Milyar. Setiap satu orang penerima diperkirakan perlu Rp. 1 Milyar untuk menyelesaikan sekolahnya di ITB. Artinya, masih ada jatah 5 orang lagi yang akan dipilih melalui jalur SNMPTN tanggal 1 Juli nanti. Bagi yang masih berminat mendapatkan, masih ada kesempatan. Silahkan dipergunakan sebaik-baiknya.

  • Share/Bookmark

Menghilangkan Virus tanpa Anti Virus

Sunday, May 17th, 2009

Memakai komputer bersama-sama tentu merentankan media penyimpanan kita dari bermacam-macam virus. Sebelum ini flash disk saya yang berisi laporan-laporan riset terkena virus yang menyembunyikan file berekstensi .doc dan menggantikannya dengan file bernama sama tapi berekstensi .exe. Akhirnya si laporan riset ga bisa dibuka dan saya terpaksa mengetik ulang paper yang harus segera dikirimkan ke sebuah conference.

Biasanya sih, virusnya ngga seganas-ganas itu. Paling banter virus membuat file .exe dari nama-nama folder. Secara umum kalaupun file ini dihapus ngga akan berakibat apa-apa terhadap media penyimpanan kita. Makanya ketika anti virus mendeteksi adanya file berekstensi .exe dan diidentifikasi sebagai virus, saya langsung kasih command delete permanently.  Kala itu saya salah dan harus kehilangan file-file saya.

Virus lain yang ngga ganas, yaitu file bernama service.exe yang sering ngendon di recycle bin. File ini ngga bisa didetect oleh anti virus, paling banter file keluarannya yang bernama autorun.inf saja yang bisa didetek dan dihapus. Tapi, kalau komputernya sudah kena virus, biasanya si file autorun.inf akan terus menerus dibuat meskipun sudah dihapus berulang kali.

Kalo dapat virus macam ini, sebenarnya gampang saja. Asalkan bisa boot dari CD atau USB, virus bisa dihilangkan tanpa anti virus. Gimana caranya? Coba cari CD live linux atau versi usb disk drivenya. Booting melalui linux dan kemudian ke console / command prompt / terminal. Beraksi sebagai root, akseslah disk-disk yang memiliki virus.

Kalau komputer anda sudah terkena virus, coba periksa folder RECYCLER, apa ada file service.exe disalah satu sub directory nya ga? Kalau ada, komputer sudah terkena virus dan harus dibersihkan lewat console. Dengan bertindak seperti superuser / administrator, hapus saja folder RECYCLER beserta file/directory di bawahnya.

Contohnya misal, usb anda terkena virus dan anda sudah boot pakai Ubuntu linux. Anda aktifkan console lalu ketikkan

    1
     > cd /media/usb
    1
     > sudo rm -r RECYCLER

selain itu jangan lupa delete autorun.inf dengan perintah

1
 > sudo rm autorun.inf

Untuk drive C nya juga sama, tapi biasanya ngga ada autorun.inf jadi cukup hapus folder RECYCLER yang merupakan folder recycle bin.

Mudah-mudahan berhasil.

  • Share/Bookmark