Kesejahteraan

Ada berita bagus nih, untuk anda yang punya anak, sodara, teman, pacar, TTM, atau lainnya dan lulusan SMA. Beasiswa dari Departemen Perindustrian dengan ikatan dinas untuk kuliah di beberapa perguruan tinggi terkenal di Indonesia.  Di antaranya, STT Tekstil Bandung, Akademi Pemimpin Perusahaan Jakarta, Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta, Akademi Analis Kimia Bogor, Akademi Teknologi Industri Padang, Akademi Teknik Industri Makassar, dll.

Buat yang berminat, bisa download pengumuman lengkapnya di situs deperin atau dari:

a. Pengumuman

b. Formulir

Syarat umumnya adalah lulusan setahun yang lalu, juara 1 - 10 (bukti raport), surat pengantar dari pemda, ortu ga mampu.

Beasiswanya untuk transportasi, biaya kuliah, biaya hidup, buku. Lumayan lah, ngga mikir uang lagi sampai lulus kuliah asal belajarnya bener.

Selamat berusaha dan meniti nasib yang lebih baik.

Tags:

Rame-rame tentang kemungkinan harga BBM naik. Tim ekonomi sudah membuat 86 skenario dari kenaikan harga BBM. Katanya sih, untuk mengurangi subsidi BBM dan menyalurkannya kepada yang lebih berhak. Tapi subsidi itu sebenarnya apa sih?

Kalau lihat dari wikipedia, subsidi itu artinya bantuan keuangan yang diberikan kepada sektor ekonomi. Diberikannya subsidi adalah untuk membuat harga murah secara artifisial agar bisa bersaing secara ekonomis terhadap barang dari luar. Soale, kalo ngga disubsidi entah harganya itu jadi mahal sehingga tidak terjangkau atau harganya kalah murah dengan produk dari luar.

Kalau dilihat-lihat, harga BBM seperti premium itu aslinya mahal. Misalnya satu galon di US, harganya bisa US$ 3 lebih. Bahkan di Belanda harganya US$ 9 lebih. 1 galon itu sekitar 3.79 liter. Anggap aja 1 US$ itu sama dengan Rp. 9000. Maka satu liter = 81000/3.79 atau lebih dari Rp. 20000. Nah di Indonesia itu harganya sekarang berapa? (Sori udah lama ngga beli bensin di Indonesia). Makanya kebayang banyak ngga berapa banyak uang yang harus dikeluarkan supaya rakyat Indonesia bisa beli bensin.

Tapi apa bener nih ada uang keluar? Atau cuma potensi kehilangan uang aja? Kan secara lahiriahnya ngga ada transfer uang dari pemerintah kepada Pertamina misalnya. Kalo kata teman saya sih, cuma potensi kehilangan uang aja. Dan menurut laporan keuangan untuk APBN 2008, lagi-lagi kata teman saya, Indonesia masih untung dari bisnis Migas.

Untungnya gimana? Ceritanya, pendapatan dalam negri dari sektor migas adalah 84 trilyun dari minyak dan 34 trilyun dari gas, dari komponen pajaknya sendiri dapat 42 trilyun. Total, 160 trilyun. (Wuih, uang semua tuh).  Pengeluaran untuk subsidi segala macam (termasuk BBM, listrik, beras dll) adalah 76 trilyun. Nah artinya dari usaha Migas saja, sudah banyak untungnya. Apalagi dari usaha lain.

Lalu kenapa BBM harus tetap naik? Secara umum, BBM bisa dibilang bukan untuk konsumsi domestik. Itu lho, konsumsi rumahan. Iya sih, banyak orang yang punya mobil dan motor pribadi di rumahnya. Tapi kan kendaraan itu dipakai untuk kerja. Beda dengan misalnya listrik di rumah yang memang dipakai untuk keperluan rumah.

Kalo orang-orang kecil seperti saya, memang kendaraan kebanyakan dipakai untuk kepentingan kerja. Sebenarnya ngga harus kendaraan pribadi sih. Masa untuk mengangkut satu orang, perlu mobil 3000 cc. Yang ini namanya pemborosan BBM dan dia ikut menikmati subsidi yang dikasih pemerintah. Makanya pemerintah ingin mengurangi subsidi, supaya orang lebih tertarik pakai kendaraan angkutan umum dan supaya uangnya bisa dipakai oleh pihak yang lebih tepat.

Tapi bahasan selanjutnya, saya belum mengerti. Coba deh saya tunggu tanggapannya dari yang baca.

Tags:

Bukannya saya punya banyak pengetahuan tentang moneter. Ini cuma sekedar terjemah sederhana dari berbagai sumber. Silahkan menikmati kestabilan moneter. Tolong koreksi kalo ada kesalahan konsep ya.

Kestabilan moneter merujuk pada kestabilan nilai mata uang Indonesia, Rupiah. Kestabilan nilai ini ditentukan dengan tingkat inflasi. Dengan jumlah uang yang sama, berapa banyak barang yang bisa dibeli. Bila makin sedikit, maka inflasi positif. Bila makin banyak, maka inflasi negatif.

Inflasi tentu akan selalu ada. Hanya saja, besarnya inflasi kalau bisa dikendalikan supaya berada dalam tingkat yang rendah sehingga kekuatan membeli dari rupiah tidak menyusut banyak.

Apabila inflasi terlalu tinggi maka orang akan lebih cenderung melindungi nilai uang mereka. Ini akan menyebabkan orang menaruh uangnya untuk barang-barang yang dianggap anti inflasi seperti rumah dan tanah. Selain itu orang yang memiliki pendapatan tetap (gaji) akan merasakan kemampuan mereka untuk membeli makin menurun (taraf hidup atau kualitas hidup menurun). Barang-barang juga akan semakin sulit terjual, uang sulit berputar, yang akhirnya akan membahayakan ekonomi jangka panjang.

Kalau inflasi negatif, harga barang akan jatuh. Para pembuat barang dan penjual akan merasakan penurunan pendapatan. Mereka akan mengurangkan biaya dengan memotong belanja atau mengurangi pekerja. Ini juga membuat makin sedikit orang yang membeli barang dan semakin membuat ekonomi berhenti.

Jadi ingat materi pelajaran sejarah tentang krisis ekonomi di Amerika. Dulu untuk mengatasi krisis ekonomi, penduduk Amerika diberi pekerjaan padat karya macam JPS di Indonesia sekarang. Tujuannya adalah agar rakyat memiliki pendapatan untuk dibelanjakan. Selain itu harga-harga diturunkan supaya terjangkau oleh pendapatan tadi. Akhirnya Amerika bisa keluar dari krisis ekonomi itu (tahun 1930-an).

Kembali lagi ke kestabilan moneter. Untuk menjaga kestabilan moneter, lembaga yang ditugaskan menjaganya, dalam hal ini Bank Indonesia, akan mengatur dana yang disimpan atau diambil dari pasaran. Misalnya, kalau inflasi tinggi akibat harga naik BI akan menaikkan bunga bank supaya orang menaruh uangnya di Bank tidak diinvestasikan di tanah atau rumah. Sebaliknya jika inflasi negatif maka BI akan menurunkan bunga bank agar orang lebih suka belanja dan membawa pertumbuhan ekonomi.

Meskipun demikian, penjagaan kestabilan ekonomi ngga sesederhana menaikkan atau menurunkan bunga bank. Tulisan di atas cuma intermezzo aja dalam seri mengenal sistem uang negara kita. Harap ada yang mau kasih informasi lebih lanjut.

Tags:

Selasa 15 April 2008 saya ke Kuala Lumpur dalam rangka mengantar adik ipar pulang ke Indonesia dan mengurus surat-surat anak ketiga saya. Perjalanan dari rumah dimulai dari jam 00.30 pagi karena mengejar bis paling pagi yang menuju Low Cost Carrier Terminal KLIA.

Dari perkiraan perjalanan ke terminal bis Ipoh yang biasanya bisa ditempuh dalam waktu sekitar satu jam ternyata hanya menghabiskan waktu 45 menit. Terlalu pagi untuk menunggu keberangkatan bis jam 2.30. Tapi daripada terlambat, lebih baik datang lebih awal bukan?

Bis berangkat tepat pukul 2.30. Harapannya bisa sampai di bandara sekitar pukul 6. Selepas masuk jalan tol jam 3 pagi saya tertidur. Terbangun lagi karena merasa bis goyang-goyang. Saya lihat jam, masih 4.25 pagi. Wah masih lama sampainya nih ke bandara. Tapi saya lihat di luar, ternyata sudah sampai jalan tol menuju bandara. Dahsyat, dalam waktu 2,5 jam perjalanan yang harusnya ditempuh dalam waktu 4 jam lebih sudah bisa diselesaikan. Berarti bis itu ngebut banget ya. Pantas saja, kecelakaan lalu lintas dikatakan sebagai pembunuh nomor satu di Malaysia.

Jam 5 pagi sudah sampai membuat kami harus menunggu lebih lama lagi di bandara. Check in memang dijadwalkan mulai jam 7 pagi. Selesai shalat subuh bergantian, akhirnya selesai sudah tugas saya mengantar sampai bandara. Selanjutnya pergi ke KBRI.

Menunggu bis yang menuju KL Sentral, pusat kereta api di Malaysia, tidak seberapa lama. Cukup setengah jam, bis berangkat sesuai jadwal. Sampai di stasiun jam 9 dan segera saja naik kereta ke Ampang. Kata teman saya, kalau mau ke KBRI bisa naik LRT ke Ampang dan jalan kaki. Wah ternyata jauh juga jalannya. Kalau dihitung, saya berjalan selama satu jam sampai menemukan KBRI. Mana panas lagi cuacanya.

KBRI di Malaysia, belum punya duta besar katanya. Duta besar yang lama sedang berkasus dan disidang di Indonesia. Tapi pemangku jabatan ad interim yang paling tinggi di Malaysia, Bapak Tatang, sudah melakukan perbaikan yang sangat signifikan. Bayangkan saja, saya mengurus akte kelahiran di Indonesia bisa habis waktu satu bulan. Di sini saya datang, kasihkan fotokopi passport, buku nikah, dan akte kelahiran Malaysia proses sudah selesai. Ga ada isi formulir segala macam. Ambil resit dan katanya bisa diambil satu hari kerja. Cepat sekali bukan? Memang belum secepat bikin akte kelahiran Malaysia. Saat bikin akte kelahiran Malaysia, cuma dua puluh menit aktenya sudah jadi. Tapi bila dibandingkan dengan bikin akte di Indonesia, di KBRI Malaysia sudah sangat jauh lebih baik.

Kemudian saya harus bikin passport. Tau ga berapa lama waktu yang saya butuhkan sewaktu bikin passport keluarga di Bandung? Hari pertama saya masukkan data pribadi, kemudian tunggu satu bulan lagi untuk foto dan wawancara. Kalau cepat setelah foto dan wawancara bisa dapatkan passportnya.  Kecuali kalau mau bayar lebih, mungkin bisa dapatkan lebih cepat. Di Tasikmalaya, memang lebih cepat karena yang bikin passport sedikit. Dalam satu hari sudah jadi. Di KBRI Malaysia, hanya tiga jam. Wah wah wah, ini hebat banget. Coba seandainya di Indonesia juga bisa dijadikan tiga jam. Menghemat waktu dan biaya. Padahal, banyak juga lho yang bikin urusan dokumen passport di KBRI.

Kalau kayak begini, saya mau deh merekomendasikan Pak Tatang ini jadi Duta Besar, atau jadi Mentri Luar Negri sekalian. Banyak sekali perubahan bagus yang telah dibuatnya. Bravo, untuk Pak Tatang dan juga staf KBRI Malaysia..

Tags:

Dalam beberapa bulan terakhir ini aku sering lihat iklan pelatihan jual beli saham (stocks trading). Kalau dilihat tawarannya, sangat menggiurkan. Bayangkan ada yang bisa untung sampai 1300% dalam satu tahun. Deposito Mu’amalat yang paling gede hasilnya se Indonesia aja (menurutku lho paling besar), cuma sekitar 10% dalam setahun. Apa tidak bikin ngiler tuh?

Tapi beberapa tulisan di internet mengatakan kalau jual beli saham itu haram. Contohnya adalah tulisan di blog syiarislam. Tulisan itu ternyata tulisan yang sama di blog atau jurnal lain yang menyatakan jual beli saham itu haram. Wah, gimana ya, padahal aku juga pingin jadi kaya nih. Kalau memang jual beli saham bisa bikin kaya, kenapa tidak dilakukan? Sayangnya koq dibilang haram.

Untungnya ada lagi tulisan yang menyatakan kalau ada jual beli saham yang tidak haram. Contohnya adalah fatwa dari MUI. Ini membuka jalan buatku untuk belajar saham. Memang ada sih disebutkan transaksi saham yang haram. Aku tuliskan di bawah ini ya:

  • Short selling
  • Margin Trading
  • Insider trading

Yang lain aku belum tahu. Nanti deh aku periksa lagi. Setelah cari punya cari, ternyata jual beli saham itu tidak mudah. Pertama, perlu modal besar. Bayangkan bila satu saham harganya Rp. 5000. Kita ngga bisa beli hanya 100 lembar saham. Biasanya sih dijual dalam kelipatan satu lot (sekitar 500 lembar saham). Dan katanya ngga bisa cuma beli satu lot. Berarti harus punya banyak uang yah.

Lagi pula, jual beli saham itu harus punya waktu dan kemampuan khusus untuk melihat pergerakan saham. Wah, orang kayak aku gini mana sempat. Wong ngurus kerjaan sehari-hari saja sudah kekurangan waktu. Akhirnya dapat kesimpulan, jangan main saham dulu. Kalau mau belajar investasi mendingan beli reksadana dulu. Ini cara yang lebih aman dan lebih mudah buat berinvestasi dibandingkan saham.

Gimana caranya investasi reksadana? Nanti dulu deh, aku juga masih belajar. Kapan-kapan disambung lagi tulisannya.

Tags: