Indonesia

Saya mendapatkan kiriman dua buku dari Pak Ersis tentang menulis. Setelah direnung-renung dan diingat-ingat lagi, ternyata menulis sudah menjadi pekerjaan harian saya. Menulis memang mudah, apalagi kalo ngga harus dibatasi dengan teori.

Kegiatan menulis, tidak melulu saya lakukan di blog. Mungkin kegiatan penulisan yang paling sering saya lakukan adalah menulis dan membalas e-mail. Isinya singkat-singkat saja, tentang sesuatu yang terjadi pada saya dan teman-teman saya. Bahasa yang dipakai pun bahasa gaul. Yah hampir samalah dengan yang di blog ini.

Tulisan peringkat kedua yang sering saya tafakuri adalah menulis berkaitan dengan tugas saya sebagai mahasiswa. Hampir setiap hari kegiatan ini saya lakukan, bahkan kadang sampai jauh di tengah malam. Kalau otak lagi gatal mau implementasi ide, bisa jadi sampai jam 2 atau tiga malam ngga tidur. Pernah juga sih sampai ngga tidur semalaman, misalnya sewaktu dulu masih di tahun kedua kuliah. Nulisnya rada kejam, karena harus pakai mesin ketik manual. Ga boleh tulis tangan dan ga boleh pakai komputer. Bikin presentasi atau kertas kerja juga sering mengisi kegiatan sehari-hari saya. Sayangnya, perasaan ngga selesai-selesai ya presentasi dan kertas kerjanya.

Tulisan yang ketiga adalah nulis komen dan bikin tulisan di blog. Kayaknya saya lebih banyak menulis komen daripada menulis blog. Saya suka yang singkat-singkat saja, dengan kata-kata yang datar, sakadaek sakainget.

Yang belum pernah saya lakukan adalah menulis surat cinta, karena ternyata kata dan perbuatan fisik jauh lebih efisien. He he he.

Tags:

Liburan akhir tahun ini sangat sepi. Kebanyakan pelajar Indonesia, termasuk yang punya keluarga, pulang kampung. Lumayan, libur sekolah dari pertengahan November sampai bulan Januari tentu puas kalo pulang ke Indonesia. Sayangnya sedang ngga ada budget buat pulang karena sudah dipake pulang bulan Agustus dan Oktober kemarin (walah, dua kali pulang dalam setahun).

Jalan-jalan ke tempat yang jauh juga sudah jadi impian saja, gara-gara si Lappie ngambek. Habis deh tabungan buat biaya perbaikan. Alhamdulillah masih ada sisa sedikit jadi bisa buat jalan-jalan ke tempat yang berbayar.

Ke tempat yang berbayar? Iya, soalnya kebanyakan tempat wisata alam di sini gratis. Ngga perlu bayar tiket masuk bahkan ngga perlu bayar parkir. Kali ini saya mengajak keluarga dan teman-teman untuk pergi ke The Lost World of Tambun yang ada di kota Ipoh, dekat rumah. Dekat? Iya, yang paling dekat dari rumah ya ke Ipoh, yang jaraknya satu jam perjalanan pakai mobil pribadi. Ke pantai lebih jauh lagi.

Tempat wisata ini cuma punya sedikit wahana saja. Mirip kora-kora, ontang-anting, perahu muter, dan komedi puter. Saya nyoba ontang-anting, seperti ayunan yang diputar sambil naik turun. Selesai mainan ini kepala saya langsung pusing dengan perut mual-mual. Maklum, badan orang tua.

Selanjutnya ya cuma nyenengin anak saja. Sudah lama ngga main yang seru-seruan. Kebanyakan berenang sih, soalnya ada 5 wahana air di sini. Saya nyoba menyusuri sungai dan main tube slider. Tube slider ini seru juga, meluncur lewat tube yang bulak-belok seperti akan diterbangkan saja. Sayangnya waktu antre lebih lama daripada waktu meluncur. Jadi cuma nyobain satu slider saja, yang paling enteng hehehe. Sisanya kata orang harus punya keberanian lebih. Sempat terpikir, dengan berat badan seperti ini apa bisa ngga terbang ya di dalam tubenya?

Anak-anak sih senang karena bisa berenang sepuasnya. Bahkan karena ditengah hari hujan deras akhirnya pertama kalinya dalam hidup mereka bisa main hujan-hujanan. Biasanya kan, ibunya sudah akan marah kalo ngeliat anak kena air hujan sedikit saja. Ini di dalam hujan deras mereka bisa main sepuasnya. Jadi inget dulu sewaktu sekolah SD sering banget hujan-hujanan waktu pulang sekolah. Bahkan waktu SMP, dua hari lagi mau ebtanas saya malah main bola hujan-hujanan dengan kawan-kawan.

Pulang karena tempatnya sudah mau tutup. He he he, berapa kali ya saya pulang dari suatu tempat gara-gara tempatnya mau tutup? Pertama kali, dulu di Gramedia jalan merdeka. Itu tempat parkir tinggal motor saya doang. Padahal di Gramedia cuma mau baca komik gratis. Selanjutnya paling dari mall atau tempat belanja. Kalo dari tempat permainan, ya baru kali ini.

Puas juga, meskipun tahun ini cuma ke tempat wisata ini saja. Tahun depan harus banyak tempat yang dikunjungi lagi nih. Singapore? Genting? Kinabalu? Bangkok? Do’akan saja ya.

Tags:

Katanya krisis ekonomi akan semakin parah tahun depan. Herannya di Malaysia sini koq ga terlalu terasa ya. Jadi ga kerasa takut meskipun krisisnya akan semakin parah.

Secara umum, harga-harga bahan makanan semakin mahal. Padahal harga bahan bakar sudah semakin murah. Bahkan lebih murah dibandingkan harga sebelum kenaikan bahan bakar. Untungnya, ngga terlalu terasa kenaikan itu. Soalnya saya ngga ngurusin keuangan rumah hehehe. Istri saya kali ya yang tambah pusing.

Urusan bersenang-senang, akan menjadi prioritas utama selain segera menyelesaikan sekolah. Masa sih, aku pingin hidup bersusah-susah. Udah tinggal jauh di negeri orang, ngga mau ah ditambah susah. Memang jadi berkurang tabungannya. Tapi perasaan kemarin-kemarin hidup irit juga ngga menambah tabungan. Kayaknya memang segitulah rejeki saya saat ini. Jadi kalaupun dipake untuk senang-senang, ya bersisanya segitu juga.

Katanya kalo mau nambah rejeki, harus sering beramal seperti infaq dan shodaqoh. Mungkin itu yang kurang kali ya. Jadi tahun depan untuk menambah rejeki, maka saya harus senang-senang menikmati uang dan juga banyak-banyak beramal. Insya Allah rejekinya jadi tambah besar. Mudah-mudahan diberi kesehatan dan kemudahan urusan supaya bisa menikmati rejekinya, dengan lebih banyak bersenang-senang dan beramal hehehe.

Ka’bah, tunggu gw ya. Bentar lagi gw ke sana. Udah kangen berat nih.

Selamat datang tahun baru Hijriah, selamat datang tahun baru Masehi. Masa depan saya, insya Allah lebih cerah. Aamiin.

Tags:

Menghitung hari, detik demi detik.

Ga kerasa udah mau tahun baru lagi. Ga kerasa, sudah 2,5 tahun ada di negri Jiran. Udah nambah apa ya?

Wah, susah menghitung pertambahannya. Ga tau deh bertambah atau berkurang.

Yang pasti, anak bertambah satu.

Uban, bertambah banyak.

Paper, udah nambah dua.

Umur juga nambah.

Tabungan? hi hi hi ……

Tags:

Humph, sudah hampir akhir tahun lagi. Harus segera bebersih nih. Bentar lagi logo visit Indonesia 2008 akan dihilangkan dari website ini. Diganti logo apa ya?

Anyway, selamat hari ibu. Semoga semua ibu dirahmati Allah, diberi kesehatan, kecukupan rejeki, dan kebahagiaan dunia akhirat. Terutama sekali untuk ibuku, ibu mertuaku, ibunya anak-anakku.

Sing dibersihkan dosa-dosanya. Dibersihkan hatinya dari kotoran hati. Dibersihkan hartanya dari nafkah yang tidak sah.

Tags: