Entries RSS Comments RSS

Archive for the ‘Indonesia’ Category

Ngumpul, Makan, dan Gosip

Saturday, September 26th, 2009

Seperti dalam tulisannya Bang Aip, teman-teman mahasiswa orang Indonesia itu suka ngumpul. Selesai sholat Jum’at, ngumpul di pojok Masjid. Kalau mau makan siang, bareng-bareng berangkatnya. Jalan-jalan ke mall juga ngga sah kalau cuma sendirian, maunya bergerombol kalau perlu sewa mobil bersama.

Apalagi yang bawa keluarga, makin top markotop aja kalo ngumpul. Anak-anaknya senang karena bisa main, bahkan sampai larut malam. Berenang atau bertamasya juga rame kalo bersama anak-anak mahasiswa lain.

Ibu-ibu juga senang, karena bisa bertukar cerita (gosip kali ya) atau sekedar melepaskan uneg-uneg beratnya hidup di negeri orang dengan teman senasib sepenanggungan.

Bapak-bapak juga senang, bisa makan-makan yang kalau bikin sendiri repot banget dan kayaknya ngga mungkin didapat. Kongkow dan tukeran rokok sudah biasa dilakukan.

Malam ini, 25 September 2009 kami mengadakan acara ngumpul lagi. Menghabiskan sisa dana buka puasa bersama, kami bikin sate ayam, gule nangka, sop tulang, lontong dan nasi. Persiapannya juga ngga ribet, cuma belanja di pagi hari dan dikerjakan sore hari, sudah siap di masak malam hari.

Pekerjaan yang paling sulit cuma menyalakan bara api, yang perlu perjuangan keras supaya apinya merata dan segera bisa dipakai untuk membakar sate. Setelah bara jadi, semua pekerjaan jadi gampang.

Begitu deh, kegiatan ngumpul, makan, dan gosip yang kadang-kadang dilakukan oleh kelompok mahasiswa Indonesia di sini, terutama yang bawa keluarga. Apalagi di kesempatan khusus seperti malam tahun baru, tujuh belasan, dan hari raya biasanya ngga dilewatkan dari kumpul-kumpul.

Kadang, kumpul-kumpul juga dilakukan untuk mendamaikan orang-orang yang berseteru. Maklum saja, banyak kepala dari banyak tempat, tentu yang namanya pergesekan pernah terjadi juga. Biasanya sih, yang turun gunung adalah tetua kita, dosen-dosen asal Indonesia yang coba mengeratkan lagi tali silaturahmi.

Ya, bener juga sih. Merekatkan tali silaturahmi. Entah kapan lagi ada acara seperti ini. Acara yang biasanya dilakukan disaat istimewa. Tahun depan, kebanyakan dari kami mungkin sudah pulang ke Indonesia. Mahasiswa baru dari Indonesia belum sebanyak yang sekarang. Jadi, ngga tau apa masih ada ngumpul-ngul, makan, dan ngegosip seperti ini.

Mudah-mudahan masih.

  • Share/Bookmark

Kado Lebaran

Sunday, September 20th, 2009

Sip sip sip, tahun ini dapat kado lebaran istimewa dari Chris John, juara dunia kelas bulu WBA dari Semarang Indonesia. Barusan baca beritanya di internet, kalo Chris John menang angka atas penantangnya, Rocky Juarez dari Amerika.

Sebagai catatan, pertandingan ini adalah pertandingan rematch. Sebelumnya bulan Februari kemarin kedua petinju ini sudah bertarung, di Texas Amrik. Tapi pertandingan ini dianggap gagal karena hasilnya seri. Sebenarnya ada kecurigaan kalau hasil seri ini adalah curang, sebab dari wasit sampai juri semuanya dari kampung halaman Rocky Juarez.

Kalau lihat perbincangan di forum-forum tinju, banyak orang bilang Chris John sebenarnya menang telak atas Rocky Juarez saat itu. Tapi faktor wasit dan juri itu telah merampas kemenangan Chris John.

Untuk memuaskan semua orang, akhirnya ditentukan partai tanding ulang yang dilaksanakan tadi pagi waktu Indonesia. Pertandingannya sendiri dilaksanakan di Las Vegas, Amerika juga sih. Tapi katanya tempat itu lebih netral, dengan wasit dan juri pilihan yang lebih netral.

Akhirnya memang CJ The Dragon bisa menang telak. Ketiga juri (kalo di Kompas, 2 juri) memberikan angka kemenangan kepada CJ. Dan mudah-mudahan bisa membawa CJ ke jenjang karir yang lebih tinggi. Ayo CJ, jadi orang Indonesia pertama yang merangkul berbagai macam juara tinju.

  • Share/Bookmark

Lebaran di Malaysia

Wednesday, September 16th, 2009

Tahun ini insya Allah menjadi tahun ke empat saya berlebaran di Malaysia. Alhamdulillah, meskipun ngga bisa bertemu keluarga besar saya masih merayakan lebaran bersama keluarga sendiri. Sepi ga?

Di kampus sebenarnya banyak mahasiswa Indonesia. Tapi yang membawa keluarga hanya di bawah 30 saja. Jadi sebagian besar pulang ke Indonesia saat lebaran. Yang bawa keluarga, sebagian besar tetap berlebaran di Malaysia. Soalnya ongkosnya gede juga, apalagi libur lebaran paling banter cuma seminggu dua minggu. Rugi katanya kalau pulang cuma sebentar.

Kalau sekedar berlebaran saja sih, ngga sepi dari orang Indonesia. Seperti biasa, kami ngumpul setelah sholat Ied. Tapi tempat tinggal dan kampus kami lumayan sepi karena sebagian besar orang pulang kampung.

Acara standard, setelah sholat ied, makan bareng di kantin. Biasanya disediakan makanan katering oleh kampus. Maklum, hampir semua kantin tutup sedangkan banyak mahasiswa internasional yang ngga mungkin pulang.

Siangnya, sering ada undangan makan. Ada yang dari supervisor, kenalan, atau restoran yang sering dikunjungi orang Indonesia. Sorenya biasanya kami pergi ke rumah imam Masjid Kampus yang memang orang Indonesia, tapi sudah lama tinggal di sini bahkan anaknya pun sudah jadi warga negara Malaysia. Imam ke dua, adalah orang Malaysia tapi lulusan Gontor yang sering bilang orang Malaysia yang berhati Indonesia. Karena letak rumahnya bersebelahan, ya tentu kami kunjungi keduanya bergantian.

Rencananya tahun ini ada acara ngumpul bareng, makan bareng mahasiswa Indonesia. Ibu-ibu sudah bagi tugas untuk buat makanan dan minuman. Mudah-mudahan tidak merepotkan.

Setelah itu, rencananya mau ada acara jalan-jalan bareng. Tapi belum ditentukan mau kemana. Sebelum ini, pernah kami pergi ke pantai atau air terjun setelah lebaran syawal atau lebaran haji. Tapi sering kecewa, karena tempatnya sepi akibat orang ngga ada yang datang dan berjualan.  Untuk tahun ini beberapa keluarga bahkan ada yang sudah punya acara jalan-jalan sendiri, biasanya sih ke Kuala Lumpur.

Kangen juga euy, berlebaran di Indonesia. Tapi harus ditahan dulu nih, sampe kelar kerjaan di sini. Mudah-mudahan do’a ramadhannya dikabulkan jadi saya bisa segera pulang ke Indonesia. Aamiin.

  • Share/Bookmark

PNS Teknisi dan Dosen di POLBAN

Wednesday, September 16th, 2009

Kali ini, tempat kerja saya yang membuka pendaftaran teknisi dan dosen sebanyak 25 orang. Teknisi dari D3 sedangkan dosen harus S2 kayaknya.

Silahkan lihat pengumumannya di web polban. Pendaftaran sampai tanggal 6 Oktober di hari-hari selain Sabtu, Minggu, dan cuti bersama.

  • Share/Bookmark

Kompetisi Entrepreneur Muda Asia

Monday, September 14th, 2009

Wow, hebat. 9 dari 25 finalis Asia’s Young Entrepreneur berasal dari Indonesia. Ga tanggung-tanggung, bahkan beberapa orang umurnya masih 19 tahun. Masih muda banget tuh (dibanding saya kali ye).

Melihat pengumuman seperti di atas, jadi ingat ajang Asian Idol dan Miss Universe yang baru saja berlalu. Hebatnya, wakil Indonesia masih bisa mendapatkan vote tertinggi dibandingkan peserta lain, meskipun akhirnya ga jadi juara juga seh hehehe.

Cuma sekarang yang jadi masalah adalah: ada 9 orang yang harus dipilih. Kalau cuma 1 kan gampang seperti kasus Miss Universe kemarin. Voter memilih wakil Indonesia. Kalo 9? Terbagi rata ya mungkin ga jadi juara juga ya.

Saingannya berat Bo, soalnya ada yang dari China dan India juga. Seperti yang kita ketahui, China dan India pengakses internetnya cukup banyak. Apalagi jumlah finalis dari negara mereka ngga banyak-banyak amat. Jadi ya bisa ditebak dong, kalo mereka bakalan dapat banyak vote.

Nah, ngga tau nih yang dari Indonesia bisa menang atau ga. Yang pasti, kalau melihat jumlah vote, bisa jadi kalah banyak dari China dan India. Tapi ngga menutup kemungkinan menang. Soalnya Asian Idol juga yang menang ternyata dari Singapura. Kenapa bisa?

Lah, kan disuruh milih 2 negara. Yang India milih negaranya sendiri ditambah satu negara lainnya. Dia mikir, Singapura kan negara kecil, kalau pun nambah voter ngga akan bisa sebanyak India. Yang Indonesia juga mikir begitu. Akhirnya ya Singapura lah yang menjadi pemenangnya.

Tapi bukan karena Rasial gitu juga sih. Memang penyanyi dari Singapura bersuara bagus, akhirnya dia terpilih.

Kalo melihat salah satu finalis dari Indonesia, ternyata ada public figure juga. Oscar Lawalata. Wah, kalo dia mengerahkan teman-teman selebritinya, kayaknya bisa jadi dia yang menjadi favorit nih.

  • Share/Bookmark

Nikmatnya E-Government

Sunday, September 13th, 2009

Ini tulisan khusus untuk teman-teman di Jurusan Teknik Komputer Politeknik Negeri Bandung yang katanya sedang menjajagi kerja sama kuliah e-government dengan pegawai Pemda. Sebuah cerita tentang pengalaman menikmati e-government di negara tetangga, Malaysia.

Di Indonesia, KTP itu adalah barang murahan. Asal ada uang, mau punya berpuluh KTP juga bisa. Bahkan pernah disiarkan dalam berita di detik.com bahwa seseorang yang melek hukum saja punya lebih dari 2 KTP.

Sewaktu prajabatan dulu juga sama. Kebetulan kawan-kawan banyak yang atlet dan mereka bercerita bagaimana gampangnya mereka mendapatkan KTP, bahkan ga perlu bayar. Cukup tunggu pesanan daerah yang memerlukan atlet, mereka akan dibuatkan oleh daerah pemesan mereka. Jadi ngga heran satu orang bisa punya beberapa KTP.

Isu Single Identity Number, masih jadi sekedar isu karena penerapannya masih jauh dari jalan yang benar. Selama ngga ada sesuatu yang melekat, maka kartu pengenalan bisa dibuat kapan saja, di mana saja, oleh siapa saja, asal mau bayar atau mau dibayar.

Di Malaysia, kartu pengenalan mengandung informasi biologi, Bio Metric gitu deh. Meskipun saya ngga tau informasi apa yang dikandung dalam kartu itu, tapi setiap pembuatan account memerlukan pemeriksaan sidik jari dari pemegang kartu. Kalau sudah pakai sidik jari, seharusnya sih bisa jadi single identity ya karena sidik jari setiap manusia kan unik. Lah, terus yang ngga punya jari gimana? ngga tau tuh, mungkin ada metoda verifikasi lain yang bisa dilakukan misalnya sidik buku jari, jari kaki, retina, atau yang lainnya. Verifikasinya juga dilakukan secara online, kartu identitas cerdas tinggal dimasukkan ke dalam alat, dan di alat itu juga disediakan scanner sidik jari, langsung diperiksa secara online.

Pengurusan yang lain pun mudah. Selain KTP tadi, ada juga pengurusan pajak online (udah ada juga kali ya di Indonesia), imigrasi online, dan lainnya.

Layanan yang sudah pernah saya pakai atau teman saya pernah pakai diantaranya adalah pendaftaran akte kelahiran. Pada saat daftar, cukup bawa surat keterangan lahir dari Rumah Sakit / klinik tempat melahirkan, bukti pemeriksaan kesehatan dan identitas orang tua ke kantor catatan sipilnya. Dalam 10 menit, akte kelahiran sudah keluar dengan tanda tangan digital dari pejabat berwenang. Gratis.

Bandingkan dengan Indonesia. OK sama pakai surat keterangan lahir dari RS. Terus, ke RT/RW, kelurahan, setelah itu ke catatan sipil. Proses di RT/RW, kalau orangnya amanah, ngga akan ada uang keluar. Kadang ada juga yang minta sumbangan untuk RT/RW. Setelah itu di kelurahan pun sama, keluar uang untuk tanda tangan. Belum lagi di catatan sipilnya. Selain perlu bayar di atas 100 ribu, kita juga harus menunggu 1 minggu sampai 1 bulan untuk bisa mendapatkan akte kelahiran. Lah, diapain lagi emangnya tuh dokumen sampai lama banget.

Ada satu pengalaman ngga enak. Setelah memasukkan dokumen dan bayar, saya ditetapkan untuk datang lagi diwaktu lain. Pada hari yang sudah ditetapkan saya datang, tapi akte belum ditandatangani juga oleh pejabat berwenang. Katanya, sedang dapat kunjungan. Entah siapa yang mengunjungi akhirnya sampai mendekati waktu tutup kantor akte kelahiran anak saya belum selesai juga. Akhirnya harus datang lagi besoknya. Ternyata sampai ketika saya datang, belum selesai juga. Enteng aja jawabnya, Bu Kepala sedang ada tamu. Halaaaah.  Disuruh datang lagi besoknya saya ngga mau, enak aja emangnya yang punya kerjaan nandatangan cuma dia.

Itu di Bandung, tahun 2003. Entah sekarang sudah seperti apa. Mudah-mudahan sudah lebih baik. Soalnya saya nanti pas balik ke Bandung harus mengurus akta kelahiran anak ketiga saya. Yang pasti harus siap biaya dan waktu lagi, kalau-kalau sistemnya masih seperti itu.

Selain itu sistem pembaruan pajak STNK juga gampang. Tinggal bayar asuransi secara online, terus pergi ke kantor pos, bayar pajaknya langsung dapat deh surat pajaknya. Dulu di Indonesia semua yang mau bayar pajak kendaraan harus pergi ke kantor polisi. Antri dengan yang lain, tak jarang ditawari calo. Sekarang mungkin sudah lebih baik karena ada pengurusan SIM dan STNK berjalan katanya. Mudah-mudahan saya pulang nanti sudah bisa ikut menikmati.

E-government bukan cuma sekedar memberikan interface penduduk untuk melakukan urusan layanan publik. Seharusnya juga bisa jadi media pengawasan dan mengurangi pungli. Enak kan, misalnya belajar dari layanan kurir. Dengan nomor resit, kita bisa pantau barang kita sudah sampai mana dan apa yang sedang terjadi.

Misalnya beberapa waktu lalu saya kirim barang lewat kantor pos, pake EMS. Kita dapat nomor yang ternyata di Malaysia pun bisa dicari barang sudah sampai mana. Tertahan di bea cukai (kastam kalau di sini), tau. Sejak kapan dan diapakan barang kita pun tau. Sudah sampai di kantor pos pusat nya Malaysia, tau. Di kantor pos Perak, tau. Bahkan sampai di kantor pos terdekat dengan rumah pun sudah ketahuan lewat internet.

Coba bayangkan, kalau mengurus bikin kartu keluarga. Sudah masukkan dokumen ke kantor kelurahan, tau. Terus bisa periksa, apakah sudah diproses di kelurahan atau belum. Sudah sampai di kecamatan atau belum. Sudah ditanda tangan atau belum. Kan enak, kalau semua bisa diperiksa lewat internet. Kalau bisa, pembayaran-pembayaran pun dilakukan secara online. Entah di bank, lewat ATM, atau lewat internet. Kan enak bisa mengurangi pungli. Fungsi pengurusan dokumen dan pengurusan uang dilakukan terpisah, biar ga ada lagi pungli.

Yah gitu dulu deh, mudah-mudahan sistem di Indonesia bisa jadi lebih baik. Kalau sistem makin baik, maka saya yakin dalam 10 tahun kedepan Indonesia bisa menjadi negara maju, mengalahkan Malaysia dan Singapura. Bantuan e-government, memang sangat diperlukan.

  • Share/Bookmark

Kiat-kiat Lolos Test PNS

Tuesday, September 8th, 2009

Menjelang akhir tahun seperti ini, mulai dari Agustus sampai Desember biasanya ramai pengumuman lowongan test PNS. Yang terakhir, saya dapat berita kalau LIPI, PU, DEPLU, dan DEPDAG mengumumkan pendaftaran seleksi CPNS nya secara online.

Saya dulu kebetulan ikut test CPNS karena dapat panggilan. Beberapa bulan sebelum pengumuman saya sudah masukkan lamaran. Kemudian pas ada posisi, saya dipanggil untuk ikut ujian.

Awalnya mengira cuma sedikit saja yang daftar, maksudnya seperti saya masukkan lamaran terus dipanggil. Ternyata yang daftar banyak juga karena ada pengumuman resmi di koran.

Materi test biasanya ditentukan oleh kantor yang menawarkan posisi. Misalnya, kalau Depag ya pasti ada test-test yang berkaitan dengan agama. Ada Bahasa Arab, ilmu fikih, dlsb. Kalo PNS umum, biasanya sih ada 3 macam test.

Pertama, test pengetahuan umum. Contohnya ya seperti Bahasa Indonesia, Kenegaraan, dan yang sejenisnya. Ini banyak dijual di toko buku seperti Gramedia atau Gunung Agung.

Test yang kedua, psikotest dan aptitude test. Mengisi angka, melihat benda 3 dimensi, atau menilik gambar, itu adalah contohnya. Biasanya sih dijual juga di toko buku. Kalo ga ada duit buat beli bukunya, coba aja cari di 4shared.com dengan kata kunci cpns, biasanya ada tuh file-file contoh test CPNS.

Kalau mau lolos dua test itu, mesti banyak latihan. Kayak bimbel aja, yang lolos SNMPTN, UMPTN, itu kan yang banyak latihan. Kebetulah sebelum test PNS ini saya ikutan test pekerjaan beberapa kali yang tugasannya mirip. Jadi sudah terlatih tanpa perlu bimbel lagi. Jangan-jangan, kalau saya bikin bimbel khusus PNS, bisa laku juga ya? Atau jadi Joki aja sekalian, hehehe.

Yang ketiga, test wawancara. Ini biasanya dipilih yang lebih dikenal dekat. Misalnya, alumni (kalo di PTN), atau keluarga pejabat (kalo di instansi). Nah kalo saya kayaknya terpilih karena ngga ada calon lain lagi hehehe.

Dan yang paling penting, semua itu ada nasibnya. Kalau memang bernasib jadi PNS, maka selalu ada jalan jadi PNS. Kalo ga diterima, ya mungkin anda berhak untuk menjadi pengusaha kaya. Selamat.

  • Share/Bookmark

Belanja Ramadhan

Thursday, September 3rd, 2009

Bulan Ramadhan kadang identik juga dengan belanja khusus. Biasanya, ada makanan khas dan pakaian khas yang harus disediakan dan dibeli, apalagi menjelang hari raya.

Dua tahun kemarin sudah mulai menyediakan kue-kue khas lebaran. Kue keju, nastar, putri salju, kayaknya sudah jadi makanan wajib ada nih hehehe. Meskipun ngga punya alat masaknya, tetap lebih menyenangkan menyediakan sendiri. Maklum, kalo beli harganya jauh lebih mahal dengan rasa standard. Bikin sendiri, harga sama mahal hehehe, tapi jumlahnya berkali lipat. Soal rasa, wah eksklusif banget deh. Istri saya sekarang sudah jago banget bikin kue nya.

Kalo baju lebaran, kayaknya tahun-tahun kemarin belum bertambah deh. Pake yang ada aja. Baru tahun ini yang lumayan bertambah. Kemarin setelah menonton film Up, kami belanja baju lebaran terutama untuk anak-anak.

Wah, senangnya lihat anak-anak bersemangat beli keperluan lebaran. Rasanya ngga tega gitu lho kalo sampai tidak membelikan barang yang mereka sukai untuk lebaran.

Melihat kegembiraan anak mendapatkan barang yang mereka inginkan, bagaikan mendapatkan kebahagiaan yang mereka rasakan. Senang sekali. Namanya juga orang tua, hehehe.

Beli bahan bikin kue juga jadi kegiatan wajib. Maklum, kalo di dekat rumah ga ada yang jual bahannya. Jadi kesempatan datang ke kota yang hanya sebulan sekali harus digunakan sebaik-baiknya untuk mencari bahan, biar ga bulak-balik. Soalnya ongkos bulak-baliknya juga sudah cukup besar. Keju Edam dan beberapa bahan lain termasuk dalam kategori barang yang harus dibeli saat kami pergi ke kota Ipoh.

Barang lain cenderung sudah tersedia dekat rumah. Jadi bisa beli nanti saja kalau sudah mau bikin kuenya. Wah, udah terasa juga nih kue keju dan nastarnya. Ga sabar juga pingin makannya. Kalo bikinnya saya serahkan saja kepada istri, saya bantu do’a.

  • Share/Bookmark