Ini ibu Budi, ibu Budi pergi ke pasar. Wati kakak Budi. Iwan adik Budi
Meskipun ngga nyambung, tapi memang ada kalanya saya merasa bahagia nama saya dipake dalam buku teks pelajaran Bahasa Indonesia. Nama yang mendunia yang sampai-sampai, orang ngga punya nama itu pun pengen juga dipanggil Iwan. Misalnya: Iwan Fals dan Iwan J. D. Nadapdap.
Tapi ngga ada hubungannya antara nama saya dan mimpinya si Budi. Mimpi Budi adalah sekolah lagi, bukan membuat namanya terkenal di seluruh Indonesia. Lagi pula, jaman sekarang nama Budi, Iwan, dan Wati mungkin sudah tidak dipakai lagi dalam pelajaran Bahasa Indonesia.
Jaman dulu, yang namanya sekolah bisa jadi jaminan akan kebahagiaan hidup. Bisa baca tulis sedikit, bisa menghitung sedikit, sudah bisa dipastikan dapat pekerjaan enak, gaji besar, dan pensiun. Asal sekolah, ngga susah nyari nafkah.
Jaman sekarang sudah edan. Sekolah ga jadi jaminan dapat pekerjaan. Lihat saja banyak iklan di majalah dan koran. Ga perlu sekolah tinggi dan banyak modal bisa jadi jutawan. Kerja enak dari dalam rumah sambil tiduran, tinggal nunggu rekening diisi jutaan entah dari mana. Ada orang dapat Rp. 70 juta sebulan dengan cara sederhana.
Gila aja, dapat uang banyak ga pake kerja keras. 70 juta sebulan, artinya 840 juta setahun. Udah kena pajak progresif 35% tuh si orang. Entah dia bayar pajak atau tidak. Yang pasti kalau orang pajak mau ngejar, gampang aja tuh. Wong dia udah berkoar-koar di internet.
Terus, kalo mau dapat uang ngga perlu sekolah jadi buat apa lagi sekolah? Mending uang bayaran sekolahnya dipake beli netbook dan langganan internet. Setelah itu buka rekening di BCA, Mandiri, BNI, paypal, dan lainnya. Berkoar lagi di internet dan tunggu saja rekeningnya otomatis terisi. Ga perlu absen, ga perlu ngapalin, ga perlu UAN. Enak kan?
Peran guru cukup diambil alih oleh para mentor yang siap membuat web site anda dikunjungi ribuan orang dalam masa yang singkat. Mereka akan membantu anda mengoptimalkan website anda sehingga bisa nangkring nomor 1 di google. Ga berarti lagi nongkrong nomor 1 di kelas. Yang penting, uang datang.
Hitung-hitungan uang ga usah susah-susah. Hidup di Indonesia sudah cukup susah sehingga berita ekonomi runtuh juga sudah ngga berarti lagi karena sudah biasa susah. Ga perlu differential equation atau integral. Semua cukup hitung, berapa banyak uang yang keluar untuk iklan dan SPAM, berapa banyak uang masuk ke dalam rekening.
Bahasa Indonesia nya ga perlu susah mengarang novel. Ga perlu antonim anonim. Cukup Copy Paste kata-kata dahsyat yang sudah terbukti bisa menjual. Ngga ada karangan yang salah karena yang salah pun mendatangkan uang. Tinggal mainkan besar kecil kata dan gantikan warnanya sehingga menarik. Gampang kan?
Ilmu biologi dan fisika ngga begitu penting. Yang penting itu ilmu biologis, elo mau makan elo harus mau ikutin kata-kata mentor. Meskipun itu artinya harus bayar 200 ribu sebulan dan belum bisa menghasilkan apa-apa. Semua magis kalo langkah-langkah mentor kamu ikuti. Uang jutaan sudah menanti.
Ga perlu sikut-sikutan atau pakai santet segala. Info yang anda berikan, cuma nomor rekening dan e-mail saja. Foto tinggal pasang foto orang yang good looking dan bisa dipercaya banyak uang. Orang yang iri ga akan pasang jampi di depan website anda seperti halnya pasang jampi di depan restoran atau toko anda. Nyantet juga ga tau mau nyantet ke mana karena ternyata tukang santet sekarang juga bisa memasarkannya lewat internet hehehehe. Kirim-kirim santet ke si anu dan si itu, uang sudah saya transfer ke rekening. Bleeeeh.
Gelar memang perlu untuk menambah tingginya tingkat kepercayaan orang pada anda. Bayangkan kalo dimentori oleh Doktor Humoris Causa, gimana ngga bahagia (Ketawa melulu kali ya).
Terus, kalo Mimpi Budi Sekolah Lagi apa hubungannya ya? Ya ngga ada hubungannya lah. Namanya juga tulisan iseng. Mimpi Budi cuma mimpi basah di siang bolong aja, kalau mau sekolah biar dapat uang banyak.



