Entries RSS Comments RSS

Archive for the ‘Iseng’ Category

Mimpi Budi Sekolah Lagi

Monday, March 15th, 2010

Ini ibu Budi, ibu Budi pergi ke pasar. Wati kakak Budi. Iwan adik Budi

Meskipun ngga nyambung, tapi memang ada kalanya saya merasa bahagia nama saya dipake dalam buku teks pelajaran Bahasa Indonesia. Nama yang mendunia yang sampai-sampai, orang ngga punya nama itu pun pengen juga dipanggil Iwan. Misalnya: Iwan Fals dan Iwan J. D. Nadapdap.

Tapi ngga ada hubungannya antara nama saya dan mimpinya si Budi. Mimpi Budi adalah sekolah lagi, bukan membuat namanya terkenal di seluruh Indonesia. Lagi pula, jaman sekarang nama Budi, Iwan, dan Wati mungkin sudah tidak dipakai lagi dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

Jaman dulu, yang namanya sekolah bisa jadi jaminan akan kebahagiaan hidup. Bisa baca tulis sedikit, bisa menghitung sedikit, sudah bisa dipastikan dapat pekerjaan enak, gaji besar, dan pensiun. Asal sekolah, ngga susah nyari nafkah.

Jaman sekarang sudah edan. Sekolah ga jadi jaminan dapat pekerjaan. Lihat saja banyak iklan di majalah dan koran. Ga perlu sekolah tinggi dan banyak modal bisa jadi jutawan. Kerja enak dari dalam rumah sambil tiduran, tinggal nunggu rekening diisi jutaan entah dari mana. Ada orang dapat Rp. 70 juta sebulan dengan cara sederhana.

Gila aja, dapat uang banyak ga pake kerja keras. 70 juta sebulan, artinya 840 juta setahun. Udah kena pajak progresif 35% tuh si orang. Entah dia bayar pajak atau tidak. Yang pasti kalau orang pajak mau ngejar, gampang aja tuh. Wong dia udah berkoar-koar di internet.

Terus, kalo mau dapat uang ngga perlu sekolah jadi buat apa lagi sekolah? Mending uang bayaran sekolahnya dipake beli netbook dan langganan internet. Setelah itu buka rekening di BCA, Mandiri, BNI, paypal, dan lainnya. Berkoar lagi di internet dan tunggu saja rekeningnya otomatis terisi. Ga perlu absen, ga perlu ngapalin, ga perlu UAN. Enak kan?

Peran guru cukup diambil alih oleh para mentor yang siap membuat web site anda dikunjungi ribuan orang dalam masa yang singkat. Mereka akan membantu anda mengoptimalkan website anda sehingga bisa nangkring nomor 1 di google. Ga berarti lagi nongkrong nomor 1 di kelas. Yang penting, uang datang.

Hitung-hitungan uang ga usah susah-susah. Hidup di Indonesia sudah cukup susah sehingga  berita ekonomi runtuh juga sudah ngga berarti lagi karena sudah biasa susah. Ga perlu differential equation atau integral. Semua cukup hitung, berapa banyak uang yang keluar untuk iklan dan SPAM, berapa banyak uang masuk ke dalam rekening.

Bahasa Indonesia nya ga perlu susah mengarang novel. Ga perlu antonim anonim. Cukup Copy Paste kata-kata dahsyat yang sudah terbukti bisa menjual. Ngga ada karangan yang salah karena yang salah pun mendatangkan uang. Tinggal mainkan besar kecil kata dan gantikan warnanya sehingga menarik. Gampang kan?

Ilmu biologi dan fisika ngga begitu penting. Yang penting itu ilmu biologis, elo mau makan elo harus mau ikutin kata-kata mentor. Meskipun itu artinya harus bayar 200 ribu sebulan dan belum bisa menghasilkan apa-apa. Semua magis kalo langkah-langkah mentor kamu ikuti. Uang jutaan sudah menanti.

Ga perlu sikut-sikutan atau pakai santet segala. Info yang anda berikan, cuma nomor rekening dan e-mail saja. Foto tinggal pasang foto orang yang good looking dan bisa dipercaya banyak uang. Orang yang iri ga akan pasang jampi di depan website anda seperti halnya pasang jampi di depan restoran atau toko anda. Nyantet juga ga tau mau nyantet ke mana karena ternyata tukang santet sekarang juga bisa memasarkannya lewat internet hehehehe. Kirim-kirim santet ke si anu dan si itu, uang sudah saya transfer ke rekening. Bleeeeh.

Gelar memang perlu untuk menambah tingginya tingkat kepercayaan orang pada anda. Bayangkan kalo dimentori oleh Doktor Humoris Causa, gimana ngga bahagia (Ketawa melulu kali ya).

Terus, kalo Mimpi Budi Sekolah Lagi apa hubungannya ya? Ya ngga ada hubungannya lah. Namanya juga tulisan iseng. Mimpi Budi cuma mimpi basah di siang bolong aja, kalau mau sekolah biar dapat uang banyak.

  • Share/Bookmark

Kejar Uang

Thursday, March 11th, 2010

Sekolah, buat apa? biar bisa nyari uang.

Kerja, buat apa? biar bisa nyari uang.

It’s all about the money kata Maja. Yang penting ada duitnya.

Mau kerja gampang, mau kerja susah. Mau sekolah gampang, mau sekolah susah. Yang penting bisa dipakai untuk mendapatkan uang.

Ada yang pilih-pilih, ada juga yang mau lakukan apa saja. Contohnya, seorang WNI di Malaysia sini, yang protes gara-gara gajinya diturunkan 1/3 nya, mending pilih keluar kerja dan jualan bakso. Sedangkan yang lain ada juga yang rela bekerja membantu-bantu meskipun kualifikasinya adalah lulusan perguruan tinggi.

Ada yang kerja demi karir, ada juga yang demi hobi. Tapi tetap yang utama adalah uangnya cukup worth it ga untuk kerjaannya.

Setelah dapat uangnya, terus buat apa? Ada yang memang perlu uangnya untuk menyambung hidup. Ga kerja, ga makan, ga hidup. Ada juga yang perlu uangnya karena ingin senang-senang. Uang makan udah ada, tinggal senang-senangnya yang belum.  Ga kerja, berkuranglah bersenang-senangnya.

Kadang, hidup harus ngirit gara-gara pingin banyak duit. Padahal kalau banyak duit, ngapain harus irit ya? hehehe. Dinikmati aja lah. Duit ga di bawa mati.

Ngomong soal duit, malah jadi pingin nyanyi lagu pesawat tempur nya Iwan Fals. Penguasa, penguasa, berilah hambamu uang, beri hamba uang, beri hamba uang.

Eh katanya sekarang penguasa susah ngasih uang karena takut diperiksa KPK. Ealah udah ga nyambung nih tulisan.

  • Share/Bookmark

Fasilitas Iklan Gratis

Sunday, August 9th, 2009

Kalau dilihat kuantitas tulisan, blog ini banyak berisi catatan harian saya. Topik lainnya paling berkisar tentang peluang kerja, beasiswa, dan juga riset.

Kalau dilihat dari pengunjung, kebanyakan datang dari mesin cari seperti google. Saat ini mulai disaingi oleh facebook, apalagi dengan semakin banyaknya pengumuman peluang kerja dan beasiswa yang saya masukkan lewat facebook ke komunitas politeknik negeri Bandung.

Dilihat dari tulisan yang sering dikunjungi, saat ini tentu saja tulisan tentang peluang kerja dan beasiswa yang paling banyak dikunjungi. Tapi kunjungannya musiman, begitu waktu pendaftaran sudah lewat, ya makin sepi pengunjungnya. Paling banter dua minggu saja tulisan peluang menjadi best topic.

Tulisan yang sampai sekarang masih menjadi penyumbang tetap meskipun sudah lebih dari setahun ditulis adalah tentang komputer/laptop Acer 4520, 2920, beserta masalah-masalah yang harus diselesaikan dari kedua komputer tersebut. Secara rata-rata, dalam sehari minimal lebih dari 20 orang yang mengakses tulisan-tulisan itu. Bayangkan saja, sudah berapa puluh ribu diakses sejak ditulis akhir 2007.

Tulisan catatan pribadi, hampir tidak pernah dikunjungi. Yang paling banyak mungkin catatan perjalanan saya ke beberapa tempat wisata di Malaysia dan Singapura. Lumayan lah, dalam sehari bisa belasan orang yang datang ke tulisan tersebut.

Sisa tulisan lainnya, bagaikan hilang ditelan waktu. Entah ada yang baca atau ga. Mungkin karena ga menarik. Atau ga penting banget gitu lho. Lagi pula, saya jarang blog walking atau nyampah komentar di blog orang lain. Paling banter, saya secara tetap hanya mengunjungi blognya Bu Edratna, Pak Ersis, dan Pak Sawali. Yang jarang-jarang ada juga punya Bung Iman, Bang Aiptop, Bang Caplang, Pak Yari, dan beberapa lainnya.

Nah, yang jadi masalah adalah sekarang waktu untuk menulis diblog, kunjungan, dan yang berkaitan dengan itu semakin berkurang akibat tuntutan pekerjaan untuk menulis yang lain jadi lebih besar. Kayaknya bakalan makin jarang update tulisan, jarang blogwalking, dan jarang menggunakan blog ini.

Sayang juga ya, udah dibayar mahal-mahal (ukuran PNS), eh ngga digunakan. Karena itu saya sedang mempersiapkan satu fasilitas yang mungkin bisa digunakan pengunjung blog ini untuk sekedar berinteraksi jual beli barang. Fasilitasnya meniru iklan baris, yang sebenarnya sudah banyak bertebaran. Tapi yang ini pakai plugin wordpress, biar bisa langsung ditempel dalam blog tanpa pengubahan yang berarti.

Fasilitas ini diberikan secara gratis. Ga perlu bayar ngga perlu daftar. Begitu ada barang yang mau diiklankan, silahkan akses melalui menu Iklan Gratis di bagian navigasi. Kelebihannya, di sini bisa pasang gambar, gratis lagi. Kekurangannya, paling banter ya sedikit aja yang datang ke blog, kalaupun semua pengunjung mau lihat iklan mungkin hanya 200 sampai 300 an saja seharinya.

Tapi perlu diingat fasilitas ini harap digunakan untuk yang baik-baik saja. Ngga parno, ngga nipu, dan jangan ada sistem piramida cari uang ya. Tidak ada garansi baik untuk pengiklan maupun pembaca iklan. Silahkan, kalau mau bertransaksi untuk menanggung resiko sendiri. Setiap iklan akan tampil selama 30 hari saja, setelah itu akan otomatis dihapus.

Untuk mempermudah akses, saya akan set halaman depan blog ini sebagai halaman iklan selama dua minggu ini. Kalau berhasil menarik pengunjung, mungkin akan diteruskan. Kalo ga, ya paling nanti saya gunakan untuk mengiklankan jasa atau barang milik pribadi saja hehehe.

Tulisan blog akan tetap ada. Updatenya bisa dilihat dalam sidebar, terutama 15 tulisan terakhir dalam blog. Mungkin ngga bisa nebak langsung isinya karena ga pake excerpt. Mudah-mudahan judul tulisannya sudah cukup memberi informasi tentang isi tulisan. Lagi pula, jarang-jarang orang akses blog ini dari halaman depan. Biasanya sih langsung ke tulisan karena diarahkan oleh mbah google dan mbak facebook.

OK, selamat menikmati fasilitas iklan gratis. Mudah-mudahan bermanfaat.

  • Share/Bookmark

Tempat Menjemur Idaman

Tuesday, June 23rd, 2009

Jaman sebelum menikah dan awal-awal menikah dulu, salah satu rubrik yang saya sering lihat baik di media koran, majalah, televisi, atau internet adalah yang berkaitan dengan griya alias rumah. Seperti biasa, menikmati rancangan indah bagian-bagian rumah sangat menyenangkan mata dan hati. Melihatnya, bagaikan melihat rumah impian, rumah masa depan, rumahku surgaku.

Secara umumnya, bagian rumah yang sering dibahas adalah: taman, ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur, dapur, ruang makan, ruang belajar, perpustakaan pribadi, ruang ibadah, kamar mandi, dan tempat menyimpan kendaraan.

Bahasannya pun macam-macam. Dari mulai konsep tradisional, konsep modern, konsep minimalis, dan banyak konsep lainnya. Seolah seperti fashion, konsep-konsep rumah berkembang sedemikian rupa.

Sesampainya di tempat tinggal saya sekarang pun, kesenangan melihat rumah tetap berlanjut. Kebetulan di sekitar tempat saya adalah lingkungan perumahan yang baru dibangun. Ini kesempatan bagus, melihat-lihat rumah bukan cuma bentuk ruangnya saja tapi juga pengisinya.

Seperti biasa, di perumahan yang baru dibangun ada rumah contoh. Dari mulai rumah yang paling murah sampai yang paling mahal semua ada contohnya. Tidak cuma rumah yang kosong, rumah contoh yang sudah berisi pun juga tersedia. Misalnya rumah contoh yang foto-fotonya saya sertakan di sini.

Rumahnya bagus, besar, dan bertingkat. Kalau masih kosong sih biasa saja, tidak ada yang istimewa. Tapi begitu lihat rumah contoh yang berisi, waw, indahnya. Baru terlihat kalau berkelas. Memang pemilihan barang juga menentukan tingkat keindahan interior dan eksterior rumah.

Bandar Universiti Lake View

Bandar Universiti Lake View

Ruang Makan dan Ruang Tamu

Ruang Makan dan Ruang Tamu

Ruang Tidur

Ruang Tidur

Dapur

Dapur

Terlihat bagus kan? He he he.

Tapi dari sekian banyak bahasan rumah, belum ada yang membahas khusus tentang tempat menjemur idaman. Kecuali bagi orang yang mempercayakan pengurusan bajunya kepada laundry, saya percaya tempat menjemur adalah tempat yang penting bagi semua penghuni rumah. Bayangkan, kalau punya banyak koleksi baju bagus tapi ngga bisa dipake gara-gara bajunya kotor atau sudah dicuci tapi belum kering. Sedih kan?

Karena itu di sini saya ingin membahas tempat menjemur idaman. Biasanya, kalau orang tidak memperhatikan keindahan rumah jika dilihat dari luar, penghuninya sih cuek aja menjemur pakaian yang terlihat dari depan rumah. Ada yang di taman dan ada juga yang di tingkat atas. Ada yang pakai tempat menjemur permanen, ada juga yang pakai portable. Tapi menurut saya, tempat jemuran yang ditaruh di tempat yang dapat dilihat dari depan rumah itu mengganggu pemandangan bahkan merusak keindahan rumah. Coba bayangkan, rumah bertingkat, bagus, cat mahal, tapi ada kain yang berkibar-kibar warna warni. Dari mulai popok bayi sampai daleman orang dewasa. He he he, geli deh pasti lihatnya.

Tempat menjemur lainnya biasanya ditaruh di belakang rumah. Ini sih bisa menghindari pemandangan menggelikan terlihat dari luar. Tapi kadang-kadang, belakang rumah itu terhalang dinding, baik dinding rumah sendiri maupun dinding rumah tetangga. Akibatnya pemanasan dan pengeringan pakaian berlangsung kurang sempurna. Kadang pakaian yang seharusnya kering dalam tiga jam, tidak kering setelah dijemur seharian. Tidak menggelikan tapi menggemaskan. Apalagi kalau ruangannya tertutup, cenderung menjadi lembab dan akhirnya banyak tumbuh lumut deh.

Tempat menjemur idaman bagi saya, mungkin bisa diletakkan di lantai atas. Tempatnya memang di belakang rumah, terhalang dari pandangan orang yang lalu lalang di depan rumah, tapi cukup mendapatkan sinar matahari dan hembusan angin. Dengan demikian jemuran bisa cepat kering. Selain itu, tempat menjemur juga harus terlindung dari hujan. Kalau seandainya hujan, pakaian yang sudah hampir kering tidak menjadi basah kembali akibat terkena air hujan. Dindingnya pun harus tahan air, supaya tidak lembab akibat air yang menguap dari pakaian yang dijemur.

Coba bayangkan, ada sebuah ruangan yang berukuran 24 meter persegi, beratapkan fiber atau kaca, memiliki cukup jendela atau tempat mengalirnya udara, dan dindingnya dibuat dari beton beraerasi seperti buatan hebel. Wah tentu kegiatan menjemur jadi menyenangkan karena pakaian cepat kering dan aman. Apalagi kalau malam bisa dijadikan tempat kongkow menikmati keindahan langit malam. Setelah pakaian dimasukkan ke tempat setrika, bisa gelar kursi deh buat menikmati malam bersama pasangan. Itu baru namanya tempat menjemur idaman.

Sayangnya, di rubrik griya belum ada bahasan khusus untuk tempat menjemur ya. Kayaknya seru juga kalau ada bahasan tempat jemuran konsep minimalis, tradisional, atau tekno. He he he. Mimpi kali yee. Tapi siapa tau aja ada yang mau bikinin buat saya. 24 meter persegi saja, 30 juta rupiah. Hebel kali ya yang mau bikinin, kan dulu pabriknya yang di karawang juga saya bantuin. Aamiin.

  • Share/Bookmark

Harapan Jaya

Monday, April 27th, 2009

Wow, ada secercah cahaya disana

akankah dia suatu pertanda

akhirnya sebuah pencarian?

apakah ini artinya, aku akan segera pulang?

aamiin, aaamiiin, aaaaaamiiiin.

Datang dengan harapan.

Pulang dengan kejayaan.

Harapan Jaya.

  • Share/Bookmark

Pindahan Hosting dan Ganti Theme

Monday, March 16th, 2009

Sejak awal berdirinya blog ini, domain name dan hosting dibeli dari satu tempat yang sama. Awalnya space cuma sedikit, ngga sampai 15 MB meskipun bandwidth lumayan  besar, 1 GB. Lama kelamaan koq ya habis juga tuh space hosting dan bandwidth. Dalam beberapa bulan terakhir sudah sering dapat surat cinta dari tempat hosting akibat bandwidth hampir habis dan status spacenya sudah merah. Akhirnya harus memikirkan alternatif hosting lain deh. Soalnya kalo upgrade layanan, kayaknya terlalu mahal jika dibandingkan dengan tempat yang lain.

Dulu sempat mencoba hostingan gratis, bahkan saya pasang juga bannernya di sini untuk mendapatkan downline hostingan gratis itu. Sayangnya, hostingan gratis tidak seberapa menyenangkan untuk dikendalikan. Terlalu sering down dengan alasan alamat blog yang dicari tidak ada, padahal sih si hosting gratisnya pingin nampilin iklan. Mendingan cari yang lain deh.

Hostingan dari google cukup menggiurkan. Bayangkan bisa dapat unlimited subdomain asal mau ngotak-ngatik free dns forwarder macam everydns. Lagi pula tulisan kita tidak ikut hilang kalau satu saat kita tidak meneruskan domain kita. Arsip tetap tersedia di blogspot punyanya google. Secara theme juga bisa dirubah-rubah sesuai keinginan. Tapi tetep, enakan di wordpress.

Akhirnya cari alternatif wordpress yang lain. Karena punya beberapa domain yang berserakan tempat hostingnya, kepikiran juga beli satu hosting yang bisa dipakai beberapa domain sekaligus atau yang juga dikenal dengan nama addon domain.

Sekarang sudah coba nih, pakai addon domain di salah satu domain yang dalam kendali saya. Lumayan cepat dan bandwidthnya juga lumayan gede. Kalau dihitung-hitung, daripada hosting masing-masing sendiri masih lebih murah di addon macam gini. Ya sudahlah, sementara ini sudah fix akan di addon.

Untuk tampilan, agak berbeda sedikit karena mau coba theme yang baru. Katanya lebih enak dikendalikan theme ini. Lumayan juga, asal koneksinya cepat menu administrasi theme bisa diakses. Kalo koneksinya lambat, wah menunya ngga keliatan tuh. Mudah-mudahan bisa terus dengan yang ini, ngga ganti lagi.

  • Share/Bookmark

Keranda Nomor 180476

Wednesday, January 28th, 2009

Perkenalkan, namaku Keranda Nomor 180476. Aku hadir ke dunia tanpa ibu bapa, dan juga tanpa saudara. Aku ada bukan dilahirkan, tapi dibuat berdasarkan pesanan. Orang yang membuatku namanya Mang Maman, yang workshopnya ada di pengkolan Setrasari. Workshopnya terlihat kecil dan kusam bila dibandingkan sekelilingnya. Maklum, dia ada di perumahan mewah yang dikelilingi oleh pertokoan kelas atas, tidak seperti workshopnya Mang Maman yang hitam, dekil, dan banyak karatan.

Aku dibuat dari berbagai macam besi, yang besar dan kecil, yang silinder dan pipih, juga ada yang kotak-kotak. Sebagian dari besi yang kokoh, supaya bisa menahan beban yang kuat. Sebagian lagi dari besi-besi yang kecil.

Bentukku biasa saja, seperti keranda-keranda yang lain. Dasarnya empat persegi panjang dengan lintangan besi. Biasa dibuat seperti itu, karena kadang aku juga dipakai untuk memandikan mayat. Atau mungkin alasan utamanya, biar ngga terlalu berat. Tutupku seperti setengah bulatan kalau dilihat dari ujungnya. Mungkin biar bisa menampung tubuh mayat dari yang kecil sampai yang besar.

Warnaku monoton. Kalau tidak putih ya hijau. Di mana-mana warna keranda hampir sama, itu-itu saja. Kalau ada yang warnanya coklat, itu bukan di cat. Warna coklat artinya karat. Tanda-tanda keranda juga hampir menjadi mayat. Untungnya, kalau aku dipakai sering diberi pakaian berwarna hijau dan juga dihiasi bunga-bunga. Setidaknya merubah sedikit penampilanku.

Sebagian besar waktuku ku habiskan di gudang Masjid. Berdzikir menunggu waktu bekerja yang kadang-kadang sibuk, tapi lebih sering santai. Penghuni kompleks perumahan di dekat Masjidku memang banyak pensiunan, yang artinya memang sudah dekat pada kematian. Sibuk, kalau mereka hamper berbarengan meninggal dunia. Apalagi kalau ada wabah demam berdarah. Tak kira tua dan muda, aku hantar juga ke tempat mereka.

Tak banyak tempat yang aku kunjungi. Selain sekitar kompleks tempatku, ya paling jauh ke TPU lagi, TPU lagi. Kadang ada juga sih yang minta diantarkan ke kampung halamannya, tapi itu jarang. Kebanyakan mereka minta dikuburkan dekat-dekat sini saja. Biar gampang dilawat keluarga, katanya.
Biasanya, aku mendapat tempat yang istimewa. Selalu ada pengiring di sekitarku. Ada yang bertugas mengangkatku, ada yang menyiapkan jalan di depanku, juga ada yang mengiringi di belakangku. Kadang, aku juga diangkut pakai ambulan. Sirenenya meraung-raung memberikan amaran supaya kendaraan lain minggir dan memberikan jalan.

Sesampai di kuburan, aku selalu diangkat oleh orang. Kadang pengangkatku merasa keberatan, kadang juga merasa ringan. Mereka ga tau, kalau berat itu memang bawaannya si mayat. Biasanya kalau jahat, mereka berat. Kalau baik, selalu ada sesuatu yang tidak kelihatan ikut mengangkatku. Aku tahu, ngga cuma manusia saja yang ikut memegangku.

Tempat paling jauh aku bisa pergi ya di sisi liang lahat. Kadang aku coba-coba melihat, apa yang mereka lakukan pada si mayat. Tapi selalu terhalang, dan biasanya begitu mayat diangkat, aku pun dipindahkan ke tempat lain supaya tidak menghalangi.

Setelah selesai bertugas, aku biasanya dimandikan dan disikat. Maklum, dari pekuburan memang sering bergelimang dengan tanah. Selesai itu, aku disimpan lagi masuk ke dalam gudang. Berdzikir dan menunggu giliran bertugas.

Salam kenal buat anda semua. Mungkin suatu saat kita akan berjumpa. Bisa jadi andalah penunggang saya. Walaupun nanti tidak berjumpa dengan saya, mungkin dengan sesama saya. Nomor yang lain.

  • Share/Bookmark

Menyemai Benih Harapan

Wednesday, January 21st, 2009

Jalan hidup memang tidak bisa ditebak. Dulu maunya apa, sekarang menjadi apa. Mungkin malah ngga ada lagi hubungannya dengan cita-cita, karena ternyata hidup itu jauh lebih luas dari bayangan. Apalagi sekedar bayangan anak kecil.

Sewaktu kecil, ketika ditanya tentang cita-cita jawaban anak-anak sih standar saja. Saya cuma bisa bilang jadi insinyur elektro, sembari membayangkan kalo saya bikin sebuah tivi dan menikmati tivi hasil buatan saya. Perjalanan sekolah SD, SMP, dan SMA adalah sebuah perjuangan menggapai cita-cita, harapan menjadi insinyur elektro. Setelah masuk kuliah, ternyata insinyur elektro itu ngga membuat tivi ya hehehe.

Lalu apa gunanya menyemai benih-benih harapan, kalo kenyataannya ternyata tidak sesuai? Istri saya dulu pernah tanya, kenapa ya dulu sewaktu sekolah mati-matian belajar, berorganisasi, dan kegiatan aktif lainnya kalo ternyata setelah menikah hanya sekedar jadi ibu rumah tangga. Pekerjaannya pun ngga jauh dari mencuci, memasak, dan beberes rumah.

Apa gunanya juga menanyakan cita-cita pada seorang anak yang masih belum melihat luasnya dunia. Ternyata pada akhirnya, dia tidak menjadi seperti yang dia cita-citakan. Malah kadang tersepak dari cita-citanya karena ketidakmampuan ekonomi seperti tokoh Lintang dalam buku “Laskar Pelangi”.

Ada juga yang terlalu menaruh harapan berlebihan pada satu cita-cita sebelum melihat dunia. Misalnya istri saya cerita tentang seorang kawan yang terlalu memuja pemuda saat SMA. Seolah-olah si pemuda itu adalah orang terbaik sedunia dengan kondisinya saat itu. Padahal kalau saja dia mau melihat, ternyata di dunia mahasiswa jauh lebih banyak orang yang lebih baik dari pemuda itu. Rugi.

Tapi tidak rugi kalau kita masih bisa merubah harapan. Harapan tidak cuma disemai sekali. Kesempatan tidak datang dua kali, tapi berkali-kali. Jadi masih ada kesempatan untuk merubah nasib, meskipun sekarang tidak sesuai dengan cita-cita atau harapan yang pertama kali. Masih ada pemuda lain, masih ada pekerjaan lain, masih ada sekolah lain, masih ada rejeki lain.

Harapan, membuat hidup menjadi hidup. Dia yang memompa semangat manusia apalagi yang seperti saya.

  • Share/Bookmark