<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>School of Universe &#187; Kids</title>
	<atom:link href="http://www.schoolofuniverse.com/category/kids/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.schoolofuniverse.com</link>
	<description>Semoga Allah memberikan Rahmat, Rejeki, Perlindungan, Kemudahan, Kesehatan, dan Kebahagiaan kepada Iwan Awaludin</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Jun 2010 03:38:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Perjalanan Wiwin</title>
		<link>http://www.schoolofuniverse.com/2009/04/perjalanan-wiwin/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://www.schoolofuniverse.com/2009/04/perjalanan-wiwin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 08:17:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Healthy Wealthy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Kids]]></category>
		<category><![CDATA[cerita anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.schoolofuniverse.com/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[He he he, ga tau kenapa hari ini pingin nulis cerita buat anak-anak terus. Sudah dua nih dengan yang ini. Sekarang cerita tentang perjalanan setetes air. Ngga ilmiah banget, tapi ya lumayan deh buat mengenalkan ilmu pengetahuan ke anak-anak (mudah-mudahan). Belum ada gambar, nanti kalo sudah bergambar saya buatkan file pdf nya biar bisa di download dan cetak. Gratis :)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Clup, si Wiwin terjatuh. Dia adalah setetes air yang entah datang dari mana, jatuh di atas kumpulan tetes air lainnya. Senangnya hati Wiwin karena dia bisa berkumpul dengan teman-temannya yang lain. Dari atas gunung, mereka akan mengalami perjalanan yang sangat menarik.</p>
<p>Kumpulan air ini ternyata tidak diam, mereka berjalan. Entah siapa yang mengajak, tapi dari tempat gelap mereka berjalan menuju tempat yang terang.</p>
<p>Horeee, teriak Wiwin. Dia bisa melihat dunia yang indah. Dia menyapa rumput, menyapa tanah, batu, dan juga ikan. Hi hi hi. Ikan kecil memang sangat menarik. Warna warni seperti mainan, kata si Wiwin.</p>
<p>Wiwin terus berjalan, sekarang katanya di sungai. Lihat di sana, ada jembatan yang paaaanjaaaang sekali. Di atas jembatan banyak anak kecil berlarian tidak pakai baju. Malu ih.</p>
<p>Ternyata anak-anak itu terus meloncat ke atas Wiwin. Aduh sakit. Tapi Wiwin dan anak-anak itu tertawa senang. Bahkan Wiwin ikut serta naik ke atas jembatan lagi bersama anak-anak itu. Hore aku terjun, kata Wiwin ketika anak-anak itu nyemplung lagi ke sungai.</p>
<p>Setelah lelah bermain bersama anak-anak, Wiwin istirahat. Dia tertidur bersama jutaan kawan-kawannya, tetesan air. Sambil tertidur, Wiwin terus berjalan. Tak terasa sekarang Wiwin sudah tiba di laut.</p>
<p>Wiwin terbangun ketika merasa keasinan. Di mana ini ya? tanya si Wiwin. Oh lihat itu, pasir-pasir di tepi pantai yang putih dan halus. Halo pasir, apa kabar. Kenalkan namaku Wiwin, kata dia sambil bersalaman.</p>
<p>Ternyata laut itu makin lama-makin dalam. Makin dalam makin gelap. Wiwin gak suka yang gelap-gelap. Wiwin suka di atas air laut saja, biar terang dan bisa lihat pemandangan.</p>
<p>Tapi sekarang Wiwin kepanasan. Aduh-aduh panaaaas. Eh koq makin lama makin panas dan Wiwin sekarang mulai terbang. Assyiiiiik, bisa terbang. Wiwin bertambah senang walaupun kepanasan.</p>
<p>Wuih, indahnya lautan dan daratan dilihat dari atas sini, kata Wiwin. Dia terus terbang ke langit yang tinggi. Tinggiiii sekali. Sampai-sampai dia melihat anak yang berenang bersamanya kemarin di sungai, terlihat seperti semut yang kecil. hi hi hi.</p>
<p>Ternyata Wiwin ngga sendirian. Di atas langit sana, dia bertemu lagi dengan kawan-kawannya. Hi kawan-kawan, ketemu lagi nih. Iya tapi kita namanya jadi awan. He he he, bagus ya. Lihat tubuh kita jadi putih. Seperti kapas.</p>
<p>Wiwin dan kawan awan terbang di langit, ditiup oleh angin. Di bawa ke tempat yang jaaauuuh sekali. Wiwin sudah tidak ingat tempat itu, karena baru pertama kali dia pergi ke sana.</p>
<p>Tapi Wiwin takut. Di sana dia melihat awan-awan yang lain. Awan-awan itu berwarna gelap dan suka teriak. Duar, Duar, Duar, begitu suaranya. Keras sekali. Sambil berteriak, awan-awan itu juga mengeluarkan sinar yang sangat terang.  Duar-duar-duar begitu suaranya setiap selesai satu sinar keluar.</p>
<p>Tadinya Wiwin ga mau bergabung dengan awan-awan itu. Tapi angin yang kuat sudah membawanya kesana. Tiba-tiba, tubuh Wiwin pun berubah warnanya menjadi gelap juga. Adduuuuh, aku ngga suka. Wiwin mulai ingin menangis. Kawan-kawan yang lain juga ingin menangis.</p>
<p>Akhirnya mereka sama-sama menangis. Huaaaa, huaaa, huaaaaa. Duar-duar-duar. Ternyata awan itu menangis sambil mengeluarkan Wiwin. Hua-hua-hua. Wiwin ga lihat kalau dia sedang terjun dari awan. Wiwin sibuk menangis, hua hua huaaaaa.</p>
<p>Addduh, Wiwin jatuh lagi. Kali ini di atas pohon yang besar sekali. Wiwin bengong, lho aku sudah tidak di atas awan lagi. Horeee, sekali lagi Wiwin bisa jalan-jalan. Dia bertemu rumput dan tanah. Masuk ke dalam gua dan clup, bertemu dengan teman-temannya lagi.</p>
<div id="crp_related"><h3>Tulisan Terkait:</h3><ul><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/10/kawan-baru/" rel="bookmark" class="crp_title">Kawan Baru</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/10/jangan-pup-sembarangan/" rel="bookmark" class="crp_title">Jangan Pup Sembarangan</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/buli/" rel="bookmark" class="crp_title">Buli</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2008/02/balon/" rel="bookmark" class="crp_title">Balon</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/kalau-perahu-ingin-tenggelam/" rel="bookmark" class="crp_title">kalau perahu ingin tenggelam</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.schoolofuniverse.com/2009/04/perjalanan-wiwin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Oto dan Sekaleng Oli</title>
		<link>http://www.schoolofuniverse.com/2009/04/oto-dan-sekaleng-oli/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://www.schoolofuniverse.com/2009/04/oto-dan-sekaleng-oli/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 01:02:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Healthy Wealthy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Kids]]></category>
		<category><![CDATA[cerita anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.schoolofuniverse.com/?p=365</guid>
		<description><![CDATA[Hu hu hu, sudah lama pingin bikin cerita anak. Ngga jadi-jadi melulu. Terinspirasi oleh teman yang bikin cerita tentang robot dan sebotol oli (Halo Kak Raniw). Ini saya bikin cerita tentang sebuah mobil kecil dan sekaleng oli. Belum ada gambar, mungkin kalau ditambahkan gambar bisa jadi lebih menarik. Nanti deh, kalo waktunya sudah luang ditambahkan gambar dan dijadikan file pdf yang bisa di download dan dicetak. Tentu saja for freee hehehe. Selamat menikmati.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oto adalah sebuah mobil cilik yang aktif sekali.</p>
<p>Dia senang bermain kesana dan kemari.</p>
<p>Kadang berjalan tapi dia lebih sering berlari.</p>
<p>Langkahnya lincah bagaikan tak bisa berhenti.</p>
<p>Namun pada suatu hari,</p>
<p>Oto merasa berat melangkahkan kaki.</p>
<p>Oto menjadi tidak enak hati.</p>
<p>Tanya pada teman, kenapa jadi begini?</p>
<p>Hihihi, Oto, kamu itu jarang minum oli !</p>
<p>Oh, begitu, aku akan segera minum oli.</p>
<p>Oto pun pergi ke garasi.</p>
<p>Di sana dia dapatkan oli dan minum sekali.</p>
<p>Tapi dia malah terbatuk dan bersin.</p>
<p>Oto Oto, bukan begitu caranya minum oli,</p>
<p>kata Ummi dan Abi.</p>
<p>Dalam tubuh kamu masih ada oli</p>
<p>Buang dulu oli itu di kamar mandi.</p>
<p>Biar badanmu bersih kembali.</p>
<p>Selepas itu baru minum oli lagi.</p>
<p>Oto pun pergi ke kamar mandi.</p>
<p>Dan membuang semua oli.</p>
<p>Lalu dia minum sekaleng oli.</p>
<p>Dan sekarang langkahnya ringan kembali.</p>
<p>Oto merasa senang hati.</p>
<div id="crp_related"><h3>Tulisan Terkait:</h3><ul><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/10/kawan-baru/" rel="bookmark" class="crp_title">Kawan Baru</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2008/01/catatan-nikmat-ke-8-mandi/" rel="bookmark" class="crp_title">Catatan Nikmat Ke-8: Mandi</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2008/10/sakratul-maut/" rel="bookmark" class="crp_title">Sakratul Maut</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2009/02/air/" rel="bookmark" class="crp_title">Air</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2009/05/tips-dan-trik-jalan-jalan-hemat-di-malaysia-dan-sekitarnya/" rel="bookmark" class="crp_title">Tips dan Trik Jalan-jalan Hemat di Malaysia dan Sekitarnya</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.schoolofuniverse.com/2009/04/oto-dan-sekaleng-oli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sepeda Felinseton</title>
		<link>http://www.schoolofuniverse.com/2008/06/sepeda-felinseton/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://www.schoolofuniverse.com/2008/06/sepeda-felinseton/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 02:25:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Healthy Wealthy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Kids]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.schoolofuniverse.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Ha, akhirnya saya mengalami juga antri BBM sebelum kenaikan harga jam 12 malam. Hari itu, hari Rabu 4 Juni 2008. Mobil saya sudah hampir habis bensinnya setelah dipakai jalan-jalan ke pantai dan pulang pergi ngantor. Sore hari saya dan keluarga pergi ke pasar malam yang hanya ada setiap hari Rabu. Sempat kaget juga, koq di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ha, akhirnya saya mengalami juga antri BBM sebelum kenaikan harga jam 12 malam. Hari itu, hari Rabu 4 Juni 2008. Mobil saya sudah hampir habis bensinnya setelah dipakai jalan-jalan ke pantai dan pulang pergi ngantor. Sore hari saya dan keluarga pergi ke pasar malam yang hanya ada setiap hari Rabu. Sempat kaget juga, koq di stasiun pengisian bahan bakar Petronas yang dekat pasar malam banyak sekali mobil antri. Ada apa ya, ngga pernah saya ngeliat kejadian seperti ini sebelumnya sejak datang ke Malaysia. Sempat terpikir, mungkin harga bensin mau naik. Tapi sore itu cuek bebek aja, karena saya perkirakan bensinnya masih bisa buat dipakai jalan sampai besok paginya.</p>
<p>Setelah selesai mengantarkan anak dan istri ke rumah, saya harus keluar lagi untuk membeli susu. Saat membeli susu, saya tanya kepada penjual susu kenapa ya banyak mobil antri. Penjualnya bilang besok harga bensin mau naik. Langsung saja saya baca koran, ternyata ada rencana kenaikan bbm yang mungkin mengikuti harga pasar. Di sana juga disebutkan kalau Singapura yang memakai sistem harga pasar bensin dijual dengan harga RM 5.20 sedangkan di Malaysia cuma RM 1.92 seliternya. Walah, gawat nih kalau kenaikannya sampai segitu. Maklumlah, dengan pendapatan yang sekarang saja hampir ngga bisa nabung, apalagi kalau harga bensin dan harga lainnya pada naik.</p>
<p>Akhirnya saya cepat-cepat pulang dan beritahu istri kalau saya mau antri bensin. Keluarkan uang RM 60, dan pergi ke stasiun pengisian lain, dengan harapan di sana lebih lengang. Eh ternyata malah lebih parah, antri ngga ada maju-majunya. Akhirnya balik lagi ke Petronas dan antri selama dua jam untuk mengirit RM 30, karena ternyata harganya naik menjadi RM 2.70 seliter.</p>
<p>Di tengah berita kenaikan bbm, ada berita lain yang cukup menggembirakan. Berita datang dari kawan saya yang super kreatif, menciptakan suatu produk yang ramah energi. Produk ini adalah sepeda tanpa pengayuh untuk anak-anak. Mirip dengan mobil the Flinstone yang ramah energi, sepeda ini bergerak dengan dorongan kaki anak. Maksud utamanya adalah supaya anak-anak lebih dahulu belajar keseimbangan daripada belajar mengayuh. Berikut ini foto-fotonya:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone aligncenter" src="http://awaludin.files.wordpress.com/2008/06/ara1.jpg?w=283&amp;h=213" alt="Tampak depan" /></p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://awaludin.files.wordpress.com/2008/06/ara2.jpg?w=283&amp;h=213" alt="Tampak belakang" /></p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://awaludin.files.wordpress.com/2008/06/ara3.jpg?w=283&amp;h=213" alt="Tampak gagah" /></p>
<p>Spesifikasinya adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Bahan kayu lapis finishing duco</li>
<li>Tinggi ke setang 45 cm</li>
<li>Tinggi ke 35 cm</li>
<li>Panjang 75 cm</li>
<li>Tempat duduk bisa disetel sesuai dengan tinggi anak</li>
<li>Harga Rp. 250.000, belum termasuk ongkos kirim</li>
<li>Warna bisa dipesan</li>
</ul>
<p>Sayang orangnya ngga ngasih tau kemana bisa pesan atau nomor kontaknya. Anyway by the way, you always can send e-mail to ira_shintia@yahoo.com for any inquiry.</p>
<div id="crp_related"><h3>Tulisan Terkait:</h3><ul><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2009/06/jalan-jalan-singapore-iii/" rel="bookmark" class="crp_title">Jalan-jalan Singapore III</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2009/06/jalan-jalan-ke-petaling-street-dan-petronas-twin-tower-iii/" rel="bookmark" class="crp_title">Jalan-jalan ke Petaling Street dan Petronas Twin Tower III</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/harga-merek-dan-tempat-yang-jual-memang-tidak-menipu/" rel="bookmark" class="crp_title">Harga, Merek, dan Tempat yang Jual, Memang Tidak Menipu</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2008/03/minyak-bumi-dan-gas-alam-indonesia/" rel="bookmark" class="crp_title">Minyak Bumi dan Gas Alam Indonesia</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2009/05/persamaan-matematika-di-blog/" rel="bookmark" class="crp_title">Persamaan Matematika di Blog</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.schoolofuniverse.com/2008/06/sepeda-felinseton/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bidadari Itu</title>
		<link>http://www.schoolofuniverse.com/2008/03/bidadari-itu/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://www.schoolofuniverse.com/2008/03/bidadari-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 10:02:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Healthy Wealthy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kids]]></category>
		<category><![CDATA[Prayer]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.schoolofuniverse.com/2008/03/27/bidadari-itu/</guid>
		<description><![CDATA[Sepuluh tahun yang lalu, aku terkagum melihat CV mu
Ku bayangkan, indahnya hidupku bila bisa memiliki istri sepertimu
Tapi sayang, saat itu kondisi belum memungkinkanku untuk memilihmu
Untungnya, waktu yang berlalu mampu membuatku mengikatmu menjadi istriku.
Enam tahun yang lalu, aku ikut menemani ibumu
berjuang belasan jam lamanya untuk memberi jalan padamu
menjadi anak pertamaku
Tiga hari yang lalu
Aku mengantar ibumu
Ke rumah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepuluh tahun yang lalu, aku terkagum melihat CV mu</p>
<p>Ku bayangkan, indahnya hidupku bila bisa memiliki istri sepertimu</p>
<p>Tapi sayang, saat itu kondisi belum memungkinkanku untuk memilihmu</p>
<p>Untungnya, waktu yang berlalu mampu membuatku mengikatmu menjadi istriku.</p>
<p>Enam tahun yang lalu, aku ikut menemani ibumu</p>
<p>berjuang belasan jam lamanya untuk memberi jalan padamu</p>
<p>menjadi anak pertamaku</p>
<p>Tiga hari yang lalu</p>
<p>Aku mengantar ibumu</p>
<p>Ke rumah sakit yang jauh di kota itu</p>
<p>Kata dokternya, kamu belum turun</p>
<p>padahal sudah banyak darah yang keluar dari tubuh ibumu</p>
<p>bagaimana ini?</p>
<p>ya sudah, bawa jalan-jalan saja dulu</p>
<p>ternyata ibumu kesakitan sekali saat berusaha membuatmu turun</p>
<p>akhirnya kami bawa lagi ke rumah sakit</p>
<p>eh, ternyata kamu belum turun juga</p>
<p>tunggu lagi 3 jam, ngga turun-turun akhirnya dokter harus memaksamu</p>
<p>kamu ngga tau sih, kalau dipaksa dokter, sakitnya minta ampun</p>
<p>ibumu sampai harus menangis meraung kesakitan</p>
<p>untungnya ngga lama,  24 Maret 2008 pukul 19:47 waktu GMT +8</p>
<p>kamu lahir ke dunia ini anakku yang ketiga</p>
<p>berat juga ya badanmu, 4 kg</p>
<p>panjang juga ya badanmu, 56 cm</p>
<p>mudah-mudahan kamu menjadi anak yang sholeh, sehat, sejahtera, dan bahagia dunia akhirat</p>
<p>mudah-mudahan, kami orang tuamu dan juga kakak-kakakmu mampu mendidik dan menjaga kalian semua sampai nanti kalian bisa berdikari</p>
<p>sekali lagi, selamat datang di dunia</p>
<p>Naila Azka Aqila</p>
<p width="425" height="350">   <object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" width="425" height="350"><param name="height" value="350" /><param name="width" value="425" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/kYMAojM6F5Q" /><embed type="application/x-shockwave-flash" height="350" width="425" src="http://www.youtube.com/v/kYMAojM6F5Q"></embed></object></p>
<p><embed src="http://images.multiply.com/multiply/multv.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="420" FLASHVARS="first_video_id=awaludin:video:11&#038;base_uri=multiply.com&#038;is_owned=1" allowfullscreen="true" wmode="transparent" quality="high"></embed></p>
<div id="crp_related"><h3>Tulisan Terkait:</h3><ul><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/12/visit-indonesia-year-2008/" rel="bookmark" class="crp_title">Visit Indonesia Year 2008</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/12/surga-di-telapak-kaki-ibu/" rel="bookmark" class="crp_title">Surga di Telapak Kaki Ibu</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/07/tips-mencari-donor-darah/" rel="bookmark" class="crp_title">Tips Mencari Donor Darah</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/12/susah-payah-berusaha-sukses/" rel="bookmark" class="crp_title">Susah Payah Berusaha Sukses</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2009/06/sambungan-beasiswa-itb-untuk-semua/" rel="bookmark" class="crp_title">Sambungan Beasiswa ITB untuk Semua</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.schoolofuniverse.com/2008/03/bidadari-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kurikulum Pendidikan Luar Sekolah</title>
		<link>http://www.schoolofuniverse.com/2008/01/kurikulum-pendidikan-luar-sekolah/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://www.schoolofuniverse.com/2008/01/kurikulum-pendidikan-luar-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 08:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Healthy Wealthy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan]]></category>
		<category><![CDATA[Kids]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.schoolofuniverse.com/2008/01/06/kurikulum-pendidikan-luar-sekolah/</guid>
		<description><![CDATA[Kata Kang Dadang, pendidikan itu tidak harus di sekolah. Bahkan malah pendidikan di luar sekolah itulah yang katanya paling mewarnai seseorang dan menentukan kesuksesan seseorang. Nah kalau di sekolah ada kurikulum pendidikannya, kalau di luar sekolah kurikulumnya seperti apa ya?
Sekolah, tentu yang paling banyak mengurusnya adalah pemerintah. Soalnya itu tanggung jawab pemerintah untuk memberikan pendidikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata <a href="http://www.dadangkadarusman.com">Kang Dadang</a>, pendidikan itu tidak harus di sekolah. Bahkan malah pendidikan di luar sekolah itulah yang katanya paling mewarnai seseorang dan menentukan kesuksesan seseorang. Nah kalau di sekolah ada kurikulum pendidikannya, kalau di luar sekolah kurikulumnya seperti apa ya?</p>
<p>Sekolah, tentu yang paling banyak mengurusnya adalah pemerintah. Soalnya itu tanggung jawab pemerintah untuk memberikan pendidikan yang layak bagi rakyatnya. Kalo pendidikan luar sekolah, tanggung jawab siapa? Kayaknya, paling besar tanggung jawab itu ada di pundak orang tua yah.</p>
<p>Kadang bingung juga buat orangtua seperti aku ini untuk memberikan pendidikan luar sekolah yang layak. Seperti apa sih pendidikan luar sekolah yang bagus? Panduannya ada ga ya? Paling banter, yang aku berikan hanya sekedar seperti apa yang orangtuaku berikan kepadaku.</p>
<p>Apakah harus dimulai dari tujuan? Katanya, tujuan adalah roh dari segala kegiatan. Ada tujuan maka ada kegiatan yang baik. Ngga ada tujuan, maka ngga ada kegiatan walau sesibuk apapun. Maka tujuan pendidikan luar sekolah buat anak itu apa ya? Kalau harapan kepada anak-anak sih ada, tapi tujuan?</p>
<p>Yah, daripada ngga ada aku mulai dari harapan aja deh. Harapanku anak-anak sehat, sejahtera, dan mampu bertahan hidup di dunia <strike>yang kejam</strike> ini. Mudah-mudahan anakku:</p>
<ul>
<li>Mengenal dan menghargai dirinya juga posisinya dikeluarga, masyarakat, dan dihadapan Tuhannya.</li>
<li>Mampu memilih,  membuat keputusan, dan bertanggung jawab dengan keputusannya itu.</li>
<li>Membawa manfaat bagi dirinya, keluarganya, masyarakatnya, bangsanya, dan agamanya.</li>
<li>Mendapatkan hal-hal terbaik bagi dirinya.</li>
</ul>
<p>Udah kali ya, segitu dulu. Itu juga sudah banyak dan berat. Apa yang aku lakukan sampai saat ini mungkin baru membiarkan pendidikan anak berjalan apa adanya. Belum ada kurikulum yang dipersiapkan dan juga evaluasinya. Masih bingung juga sih. Kalo istriku sih udah ada yang dilakukan, tapi akunya yang masih jalan di tempat.</p>
<p>Kalau ada yang punya informasi, tolong kasih tahu ya.  Terima kasih sebelumnya.</p>
<div id="crp_related"><h3>Tulisan Terkait:</h3><ul><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/pendidikan-karakter-bagian-1/" rel="bookmark" class="crp_title">Pendidikan Karakter (Bagian 1)</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2008/06/sekolah/" rel="bookmark" class="crp_title">Sekolah</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/pendidikan-karakter-bagian-2/" rel="bookmark" class="crp_title">Pendidikan Karakter (Bagian 2)</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2008/01/catatan-nikmat-ketiga/" rel="bookmark" class="crp_title">Catatan Nikmat Ketiga</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2010/05/liberty-mutual/" rel="bookmark" class="crp_title">Liberty Mutual</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.schoolofuniverse.com/2008/01/kurikulum-pendidikan-luar-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>haji kita ada di sini &#8211; hanya dongeng</title>
		<link>http://www.schoolofuniverse.com/2007/12/haji-kita-ada-di-sini-hanya-dongeng/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://www.schoolofuniverse.com/2007/12/haji-kita-ada-di-sini-hanya-dongeng/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 03:22:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Healthy Wealthy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Kids]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.schoolofuniverse.com/2007/12/13/haji-kita-ada-di-sini-hanya-dongeng/</guid>
		<description><![CDATA[iwan &#8211; anak usia 12 tahun itu &#8211; berlari pulang kerumahnya..
sebuah gubuk dari kardus di pinggiran rel kereta..
dibantingnya amplop putih yang diterimanya dari keluarga
yang baru saja mengadakan perhelatan walimatul shafar..
tuk memohon restu tuk berangkat haji
dan memohon doa tuk kemabruran hajinya..
iwan berteriak di telinga ibunya..
karena rumah kardusnya hanya seputaran badannya saja..
tuhan tidak adil!!
haji untuk yang mampu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>iwan &#8211; anak usia 12 tahun itu &#8211; berlari pulang kerumahnya..<br />
sebuah gubuk dari kardus di pinggiran rel kereta..<br />
dibantingnya amplop putih yang diterimanya dari keluarga<br />
yang baru saja mengadakan perhelatan walimatul shafar..<br />
tuk memohon restu tuk berangkat haji<br />
dan memohon doa tuk kemabruran hajinya..</p>
<p>iwan berteriak di telinga ibunya..<br />
karena rumah kardusnya hanya seputaran badannya saja..<br />
tuhan tidak adil!!<br />
haji untuk yang mampu, untuk mereka yang kaya!!<br />
tidak untuk kita, yang uang sekolah saja ga punya!!<br />
hush..<br />
ibunya menghentikan teriakan itu..<br />
ada apa?<br />
sudahlah, bu.. percuma dengarkan ustad di masjid..<br />
agama ini punya orang kaya saja..<br />
iwan, tuhan itu tidak seperti dugaanmu..<br />
tuhan itu maha adil..<br />
adil??<br />
ibu kesiangan bicara keadilan..</p>
<p>iwan membanting tubuhnya di lantai kaurdus itu,<br />
hatinya sakit sakit sakit..nyeri tak terperih..<br />
ibunya menghampiri.. membelai kepalanya dan berkata..<br />
wan, tuhan itu tahu kalau agama ini untuk semua orang..<br />
maka Dia bilang haji untuk yang mampu..<br />
karena yang beragama ini ga akan hanya mereka yang dijazirah tanah suci itu saja..<br />
bukan berarti hanya untuk si kaya,<br />
asal mampu menempuh jaraknya, itu sudah cukup..<br />
ibu.. hari gini?? menempuh jarak itu pakai duit..<br />
ibunya terdiam membisu..<br />
bu, katanya haji itu termasuk rukun islam..<br />
kesempurnaan bagi yang melaksanakannya..<br />
tapi tau ga bu??<br />
itu bagai mimpi untuk orang susah kayak kita..</p>
<p>iwan beranjak ganti kemeja koko satu-satunya itu<br />
dengan kaos oblongnya yang lusuh tuk lanjutkan acara memulung..<br />
iwan tidak tahu sejak kapan ia menjadi pemulung,<br />
rasanya sejak hidup di dunia ini, dia seorang pemulung..<br />
mengais dan mengais..<br />
mengorek dan mengorek tumpukan sampah..<br />
yang sebagian melihatnya bak anjing kudis..<br />
bau dan hina..</p>
<p>sesaat, didengarnya keluh sang ibu..<br />
ya Allah, maafkan aku yang telah melahirkannya..<br />
tanpa bisa membawanya keluar dari takdir kemiskinanku..<br />
kalau Kau buat aku tak mampu membawanya ke tanah suciMu..<br />
kumohon, bawalah tanah suciMu ke sini..<br />
ke tanah ku yang reot dan tak pantas ini..</p>
<p>sontak, Iwan memeluk ibunya..<br />
bu, maaf..<br />
iwan hanya kesal.. bukan marah pada ibu..<br />
kata ustad dimasjid,<br />
haji yang mabrur itu manakala pulangnya lebih baik dari perginya..<br />
doakan saja iwan, bu..<br />
agar bisa buat hari kita memperoleh lebih banyak kebaikan dari hari kemarin..<br />
agar iwan menjadi anak yang lebih baik dari kemarin..<br />
agar iwan tidak pernah letih berjuang tuk lebih baik..<br />
agar iwan jadi mambur..<br />
biarlah haji kita di sini, bu..<br />
tangannya memegang dadanya..<br />
matanya menatap mata ibunya..<br />
mengalirkan airmata penuh asa..</p>
<p>ibu membelai punggung iwan..<br />
dalam hatinya.. tumpah ruah basah<br />
ya Allah&#8230;<br />
betapa dekatNya Engkau..<br />
begitu kuminta..<br />
begitu kau bawa tanah suciMu ke dalam hati anakku..</p>
<p>sejak itu wajah iwan lebih bercahaya dimata ibunya..<br />
seolah terdengar di telinganya..<br />
seruan suci dari dalam hati anaknya.</p>
<p>labbaika allaahumma labbaika..<br />
labbaika laa syariika laka labbaika..<br />
innal hamda wa ni&#8217;mata laka..<br />
wa mulka..<br />
laa syaariika laka..</p>
<p>aku datang memenuhi panggilanMu ya Allah<br />
aku datang memenuhi panggilanMu..<br />
tidak ada sekutu bagiMu ya Allah..<br />
aku penuhi panggilanMu..<br />
sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah milikMu semata-mata..<br />
segenap kekuasaan milikMu..<br />
tidak ada sekutu bagi Mu..</p>
<p>====</p>
<p>ini hanya mencoba mengeksplorasi rasanya..<br />
ternyata sedih ya..<br />
terutama di bagian talbiyah..<br />
seandainya itu bisa selalu mengalun dalam hati kita ya??<br />
tanpa mesti semahal itu tuk orang macam iwan<br />
yang kian hari kian banyak di negeri ini..<br />
hiks.. netes nih..<br />
ya Allah, maaf..</p>
<p>Dari Anis</p>
<div id="crp_related"><h3>Tulisan Terkait:</h3><ul><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/seorang-pemuda-dalam-kehidupan-24-jam-lebih-sedikit/" rel="bookmark" class="crp_title">Seorang Pemuda dalam Kehidupan 24 Jam (Lebih Sedikit)</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2010/03/mimpi-budi-sekolah-lagi/" rel="bookmark" class="crp_title">Mimpi Budi Sekolah Lagi</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2008/01/catatan-nikmat-ke-7-mata/" rel="bookmark" class="crp_title">Catatan Nikmat Ke-7: Mata</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2010/03/kejar-uang/" rel="bookmark" class="crp_title">Kejar Uang</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2008/05/sekolah-asrama/" rel="bookmark" class="crp_title">Sekolah Asrama</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.schoolofuniverse.com/2007/12/haji-kita-ada-di-sini-hanya-dongeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maenan Anak Jaman Dulu</title>
		<link>http://www.schoolofuniverse.com/2007/12/maenan-anak-jaman-dulu/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://www.schoolofuniverse.com/2007/12/maenan-anak-jaman-dulu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Dec 2007 09:59:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Healthy Wealthy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Kids]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.schoolofuniverse.com/2007/12/09/maenan-anak-jaman-dulu/</guid>
		<description><![CDATA[Aku juga pernah jadi anak-anak. Jaman paling senang-senangnya dalam hidup. Ngga susah mikirin nyari uang dan harga yang pada naik. Jaman itu tahun 80-an, aku masih duduk dibangku SD. Setiap hari ngga pernah lepas dari maen dan maen. Tapi it&#8217;s oke lah, kan belajarnya juga digeder habis-habisan. Soalnye, aku pagi sekolah biasa, siang sekolah madrasah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku juga pernah jadi anak-anak. Jaman paling senang-senangnya dalam hidup. Ngga susah mikirin nyari uang dan harga yang pada naik. Jaman itu tahun 80-an, aku masih duduk dibangku SD. Setiap hari ngga pernah lepas dari maen dan maen. Tapi it&#8217;s oke lah, kan belajarnya juga digeder habis-habisan. Soalnye, aku pagi sekolah biasa, siang sekolah madrasah, malamnya ngaji di Masjid. Ya wajar dong kalo sorenya maen sepuas-puasnya.</p>
<p>Kalo maenan yang bareng-bareng sama yang laen pertama kali aku maen gobak sodor. Maen di lapangan, yang jaman aku kecil dulu masih banyak bertebaran. Selepas itu maen layangan. Aku ngga jago-jago amat sih maen layangan. Tapi kalo cuma sekedar masangin tali dan naikinnya sih, jangan tanya (maksudnya jangan tanya, udah lupa hehehe). Masalah ngejar layangan putus, itu juga aku jago. Sampe ngga perlu beli layangan dan masang tali layangan lagi gara-gara sering dapat layangan putus.<span id="more-71"></span></p>
<p>Main yoyo dan panggal juga aku bisa. Tapi kalo harus sampe ngadu, wah ngga bisa deh. Cuma bisa buat naik turun aja main yoyonya, ngga bisa diputer-puter ke arah lain kayak pemain profesional. Panggal juga ya, bisa seadanya deh. It was not my game. Kalo gundu, dulu aku lumayan jago. Bisa deh kalo diadu sama teman.</p>
<p>Maenan yang paling jago ku mainin adalah gambaran. Apalagi yang udah mode kayak judi itu. Gambaran dikocok, terus ditukar-tukar dengan taruhan. Wah, dengan maen gambaran seperti itu aku bisa ngumpulin sampe punya dua kotak TV 21 inch. Mungkin kalo dihitung-hitung bisa ribuan gambaran kali ye. Eh apa gue bakat judi ya.</p>
<p>Maenan lainnya adalah adu biji karet. Hah,  yang ini mah bukan dalam rangka ngumpulin barang macam gambaran. Soalnya diadu sampe pecah sih. Selain itu sering juga aku bikin pistol-pistolan yang pelurunya tuh dari biji tumbuhan. Nama tumbuhannya aku lupa, tapi dulu banyak bertebaran di lapangan. Sekarang sih, udah ngga pernah aku temukan lagi. Pistolnya make karet untuk melemparkan biji-bijian tadi. Maennya sama teman berkelompok-kelompok. Yang satu lagi pake biji apa ya, pokoknya dimasukkan ke dalam bambu kecil dan ditekan macam pneumatic gitu lah. Kalo udah ngga mampu beli bijinya, biasanya diganti dengan koran bekas yang dikasih aer.</p>
<p>Selain itu aku juga biasa main gatrik, atau lompat tali (kayak cewek yah), lompat kotak, dan kucing kaleng. Kucing kaleng ni macam petak umpet. Tapi yang jaga harus bisa ngejagain kalengnya juga supaya aman dari tendangan orang yang ngumpet. Soalnya kalo kalengnya kena tendang, orang yang sudah ketangkap bisa ngumpet balik. Kasihan yang jaga, terus-terusan jaga.</p>
<p>Maen benteng-bentengan juga sering. Dua kelompok berganti-gantian saling kejar mengejar. Orang yang lepas duluan dari bentengnya akan dikejar oleh orang yang lepas belakangan. Tujuannya adalah menghabiskan orang dari benteng lawan, atau menyentuh benteng lawan, yang artinya berhasil menaklukan lawan.</p>
<p>Kalo permainan yang ngga fisik, ada juga sih. Misalnya maen ABC ada lima. Beberapa orang ngumpul terus naruh jari di lantai. Jumlah jari dihitung pake huruf. Misalnya ada 9 jari, maka hurufnya adalah i. Tebak-tebakan entah nama sayur atau binatang yang diawali dari huruf itu. Yang ngga bisa nebak, biasanya dihukum dengan pukul tepok tangan, sampe tangannya dia berhasil menghindar dari tepokan orang yang bisa nebak.</p>
<p>Waktu SMP, permainan berubah ke catur jawa. Itu lho, yang bikin link 5 silang atau lingkaran. Mo limo ya namanya. Tapi di kelas gue namanya catur jawa. Udah master deh gue, mungkin kalo diadu satu sekolah aku bisa masuk lima besar. Selain itu kawan-kawan juga senang main pingpong. Maennya di bangku sekolah. Net nya pake kertas, betnya pake telapak tangan. Lumayan menguras keringat, tapi ngga kepanasan.</p>
<p>Jaman SMA, yah ngga jauh dari basket deh. Sama aja dengan jaman kuliah. Ngga rame, cuma 10 orang maksimum. Lebih seneng dulu jaman SD, bisa banyak banget yang main dan tempat mainnya juga sangat besar. Sayangnya, sekarang tempat main udah ngga begitu banyak. Maenan apa lagi yang bisa dilakukan ya jaman sekarang.</p>
<div id="crp_related"><h3>Tulisan Terkait:</h3><ul><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/12/video-game/" rel="bookmark" class="crp_title">Video Game</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2008/03/memilih-komputer/" rel="bookmark" class="crp_title">Memilih Komputer</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/12/pelem-lagih/" rel="bookmark" class="crp_title">Pelem lagih</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/12/pelem-hero/" rel="bookmark" class="crp_title">Pelem Hero</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/jajanan-favorit/" rel="bookmark" class="crp_title">Jajanan Favorit</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.schoolofuniverse.com/2007/12/maenan-anak-jaman-dulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Karakter (Bagian 2)</title>
		<link>http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/pendidikan-karakter-bagian-2/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/pendidikan-karakter-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Nov 2007 08:09:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Healthy Wealthy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kids]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/20/pendidikan-karakter-bagian-2/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisannya disingkat aja ya, aku ambil yang penting-penting aja (at least according to my opinion).
Delapan Karakter Utama dalam Pendidikan Karakter:
1.	Courage: Keberanian / Keteguhan  Hati
Memiliki keinginan untuk berbuat yang benar meskipun yang lain tidak.  Memiliki keberanian untuk mengikuti kesadaran / kebenaran dibandingkan mengikuti kebanyakan orang lain. Memilih hal-hal yang baik bila memang lebih bermanfaat.
2.	Good [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisannya disingkat aja ya, aku ambil yang penting-penting aja (at least according to my opinion).</p>
<h3>Delapan Karakter Utama dalam Pendidikan Karakter:</h3>
<p>1.	Courage: Keberanian / Keteguhan  Hati</p>
<p>Memiliki keinginan untuk berbuat yang benar meskipun yang lain tidak.  Memiliki keberanian untuk mengikuti kesadaran / kebenaran dibandingkan mengikuti kebanyakan orang lain. Memilih hal-hal yang baik bila memang lebih bermanfaat.<span id="more-53"></span></p>
<p>2.	Good Judgement: Pertimbangan yang Baik</p>
<p>Memilih tujuan hidup yang baik dan membuat prioritas yang sesuai, berfikir sampai pada konsekuensi dari setiap aksi, dan memutuskan berdasar pada kebijaksanaan dan pendirian yang baik.</p>
<p>3.	Integrity: Integritas</p>
<p>Memiliki kekuatan dalam (inner strength) untuk jujur, dapat dipercaya, dan berkata benar dalam segala hal. Bersikap adil dan terhormat.</p>
<p>4.	Kindness: Kebaikan hati</p>
<p>Perhatian, sopan, membantu, dan memahami orang lain; memperlihatkan perhatian, rasa kasihan, berkawan, dan dermawan, dan memperlakukan orang lain seperti halnya anda ingin diperlakukan.</p>
<p>5.	Perseverance: Ketekunan</p>
<p>Tekun mengejar tujuan hidup meskipun dihalangi kesulitan, perlawanan, atau keputusasaan. Memperlihatkan kesabaran dan keinginan untuk mencoba lagi meskipun ada keterlambatan, kesalahan, atau kegagalan.</p>
<p>6.	Respect: Penghargaan</p>
<p>Memperlihatkan penghargaan pada wewenang, pada orang lain, pada diri sendiri, untuk barang hak milik, dan untuk Negara. Dan memahami bahwa semua orang memiliki nilai sebagai manusia.</p>
<p>7.	Responsibility: Tanggung Jawab</p>
<p>Bebas dalam menjalankan kewajiban dan tugas, menunjukkan dapat diandalkan dan konsisten dalam perkataan dan perbuatan, dapat dipercaya dalam setiap kegiatan, dan komitmen untuk aktif terlibat di lingkungan.</p>
<p>8.	Self-Discipline: Disiplin Diri</p>
<p>Memperlihatkan kerja keras dan komitmen pada tujuan, mengatur diri untuk perbaikan diri dan juga menghindari perilaku tidak baik, dapat mengendalikan kata-kata, aksi, reaksi, dan juga keinginan. Menghindari seks di luar nikah, narkoba, alcohol, rokok, zat dan perilaku berbahaya lainnya. Melakukan yang terbaik dalam segala hal.</p>
<p>Nah, disambung lagi lain kali ya. Cape juga ternyata menterjemahkan. Mudah-mudahan jadi amal baik. Aamiin.</p>
<div id="crp_related"><h3>Tulisan Terkait:</h3><ul><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/pendidikan-karakter-bagian-1/" rel="bookmark" class="crp_title">Pendidikan Karakter (Bagian 1)</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2008/01/kurikulum-pendidikan-luar-sekolah/" rel="bookmark" class="crp_title">Kurikulum Pendidikan Luar Sekolah</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2008/09/apa-ide-anda-untuk-indonesia-bangkit/" rel="bookmark" class="crp_title">Apa Ide Anda Untuk Indonesia Bangkit?</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/jodoh-dalam-segala-hal/" rel="bookmark" class="crp_title">Jodoh dalam Segala Hal</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2008/01/catatan-nikmat-ketiga/" rel="bookmark" class="crp_title">Catatan Nikmat Ketiga</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/pendidikan-karakter-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Karakter (Bagian 1)</title>
		<link>http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/pendidikan-karakter-bagian-1/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/pendidikan-karakter-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 05:15:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Healthy Wealthy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kids]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/19/pendidikan-karakter-bagian-1/</guid>
		<description><![CDATA[Salam sejahtera!
Beberapa waktu yang lalu, lewat milis dan pembicaraan dengan orang-orang dekatku ada suatu fenomena yang aneh. Ceritanya ada seorang dosen asal Indonesia yang sengaja mencari pekerjaan di Malaysia sini untuk menghindarkan anaknya dari pengaruh negatif sekolah di Indonesia. Sedangkan ada juga orang Malaysia sini, yang ingin sekali anaknya sekolah di Indonesia supaya anaknya terhindar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salam sejahtera!</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu, lewat milis dan pembicaraan dengan orang-orang dekatku ada suatu fenomena yang aneh. Ceritanya ada seorang dosen asal Indonesia yang sengaja mencari pekerjaan di Malaysia sini untuk menghindarkan anaknya dari pengaruh negatif sekolah di Indonesia. Sedangkan ada juga orang Malaysia sini, yang ingin sekali anaknya sekolah di Indonesia supaya anaknya terhindar dari pengaruh negatif sekolah di Malaysia. Jadi mana yang benar nih?<span id="more-52"></span></p>
<p>Coba kita lihat satu-satu. Dosen asal Indonesia itu merasa takut melihat pergaulan anak di sekolah Indonesia yang makin liar. Hal-hal seperti narkoba, pergaulan bebas, dan perilaku negatif lainnya membuat dirinya merasa harus mengeluarkan anaknya dari Indonesia. Maklumlah, beliau sebelum ini tinggal di Jakarta, ibukotanya Indonesia. Sekarang beliau menyekolahkan anaknya di sekolah internasional di ibukota salah satu propinsi di Malaysia (di sini disebut negeri).</p>
<p>Sedangkan orang Malaysia yang ingin sekali menyekolahkan anaknya di Indonesia adalah orang yang dulu pernah belajar atau kuliah di Indonesia. Salah satunya pernah belajar di fakultas kedokteran unpad. Pada waktu sekolah dulu, dia berinteraksi dengan para pejuang (maksudnya aktivis) yang menurut dia, jauh lebih pintar dari dia. Tapi para pejuang ini harus mencari sendiri keperluan untuk sekolah mereka, dibandingkan dia yang hidup enak karena dibiayai oleh pemerintah Malaysia. Soalnya, tau sendiri kan di Indonesia ngga banyak yang beruntung memiliki ortu yang sanggup membiayai sekolah atau dapat meraih beasiswa.</p>
<p>Orang yang lain, merasa sekolah di Malaysia sini menghalangi perkembangan kemampuan sosial. Sekolah dibiayai sangat murah, sehingga mungkin dirasa bukanlah sesuatu yang berharga. Ngga perlu kerja keras, semua bisa sekolah. Bayangkan dengan hanya membayar 120 ringgit (mungkin sekitar 300ribu rupiah) sudah dapat bersekolah selama setahun lengkap dengan buku-buku pelajarannya. Cuma itu aja untuk daftar sekolah di sini. Selain itu untuk murid-murid yang berprestasi, sekolah sudah diasramakan. Mungkin inilah yang membuat kurangnya semangat berjuang dan bersosialisasi.</p>
<p>Pikir-punya pikir, kayaknya hal ini berhubungan erat dengan pendidikan karakter. Bagaimana ya caranya mendidik karakter anak-anak menjadi <strike>pejantan</strike> pejuang tangguh agar mereka dapat menjalani hidup mereka dengan baik? Regardless bagaimanapun keadaan lingkungan mereka yang penuh dengan tantangan dan resiko mereka bisa hidup dengan baik dan malah mungkin membawa kebaikan bagi lingkungannya.</p>
<p>Cuma pendidikan karakter bukanlah menjadi menu utama pendidikan di kebanyakan sekolah. Umumnya kan ke arah IQ gitu lah. Bukan EQ atau Q Q yang lainnya. Sudah ada sih sekolah yang menyediakan pendidikan karakter, tapi biasanya berharga mahal dan ngga ngikutin sistem. Dan yang ngga ngikuti sistem ya biasanya jadi terpinggirkan. Misalnya saja ada kawan yang menyekolahkan anaknya di <a href="http://www.school-of-universe.com/" title="School of Universe beneran hehehe">School of Universe</a>. Di sana dibina karakter pejuang berbasis entrepreneurship. Tapi ketika ujian, harus ikutan ujian persamaan paket B. Mengenaskan memang, tapi ya begitulah resiko para pejuang.</p>
<p>Setelah browsing, cura-cari ke sana ke mari, aku menemukan dua buah file pdf tentang pendidikan karakter. Pinginnya sih aku menterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, supaya lebih mudah dimengerti oleh aku sendiri maupun oleh istriku. Yah, aku coba jadikan proyek kecil-kecilan deh untuk menterjemahkannya. Mungkin secara teratur akan aku upload ke blog kecilku ini. Mudah-mudahan spacenya masih cukup. Kalo ngga cukup kayaknya harus pindah hosting nih ke yang ngasih space lebih besar hehehe. Oh iya, aslinya berjudul &#8220;Character Education: Informational Handbook &amp; Guide&#8221; Public Schools of North Carolina yang didapat dari <a href="http://www.ncpublicschools.org/charactereducation/" title="Sumber asli">sini</a>.</p>
<p>Oke deh aku mulai:</p>
<h1>Mendefinisikan dan Memahami Pendidikan Karakter</h1>
<h2> Apakah Pendidikan Karakter Itu?</h2>
<p>Pendidikan karakter adalah gerakan nasional untuk menciptakan sekolah yang membina generasi muda yang beretika, bertanggung jawab, dan perduli melalui pemodelan dan mengajarkan karakter baik dengan penekanan pada nilai universal yang kita setujui bersama. Ini adalah suatu usaha yang disengaja dan proaktif baik dari sekolah, daerah, dan juga negara untuk menanamkan siswanya pada nilai etika utama seperti menghargai diri sendiri dan orang lain, bertanggung jawab, integritas, dan disiplin diri. Ini bukanlah suatu &#8220;perbaikan cepat&#8221; atau &#8220;obat kilat untuk semua&#8221;. Dia menyediakan solusi jangka panjang pada moral, etika, dan isu akademis yang menjadi keprihatinan yang berkembang di masyarakat dan keselamatan di sekolah-sekolah kita. Pendidikan karakter boleh ditujukan pada keprihatinan kritis seperti siswa yang membolos, masalah disiplin, penggunaan obat terlarang, kekerasan berkelompok, hamil muda, dan performa akademis yang buruk. Pada kemungkinan yang terbaik, pendidikan karakter mengintegrasikan nilai positif ke setiap aspek dari hari-hari di sekolah.</p>
<p>Pendidikan karakter ..</p>
<ul>
<li>diajarkan melalu pemodelan, suasana, dan kurikulum</li>
<li>datang dari rumah, komunitas, dan sekolah</li>
<li>adalah jalan proaktif mengadaptasi dan menggunakan materi pendidikan yang sudah ada untuk meningkatkan pemahaman dan menginspirasi pengembangan ciri karakter yang baik di semua siswa di setiap bagian pengalaman belajar mereka</li>
<li>adalah belajar untuk membuat pilihan dan keputusan yang baik</li>
<li>adalah belajar tentang hubungan positif dan pengembangannya berdasarkan perkembangan dan kedalaman karakter kita</li>
<li>adalah didasari hubungan dan budaya sekolah</li>
<li>adalah proses, bukan hanya program</li>
<li>yang terbaik adalah, perubahan (reformasi) sekolah</li>
<li>adalah didasari oleh riset, teori, dan yang lebih penting lagi adalah keterlibatan guru dan siswa</li>
<li>adalah mengeluarkan yang terbaik dari kita semua, guru dan siswa.</li>
</ul>
<p>Sementara udah dulu segini ya, nanti di sambung lagi. Kalau ada yang mau bantuin, silahkan email ke karakter@schoolofuniverse.com untuk kerja sama penterjemahannya. Cape juga euy kalo ngerjain sendiri. Makasih, ditunggu juga komentarnya.</p>
<div id="crp_related"><h3>Tulisan Terkait:</h3><ul><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/pendidikan-karakter-bagian-2/" rel="bookmark" class="crp_title">Pendidikan Karakter (Bagian 2)</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2008/01/kurikulum-pendidikan-luar-sekolah/" rel="bookmark" class="crp_title">Kurikulum Pendidikan Luar Sekolah</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2009/05/kuliah-di-malaysia/" rel="bookmark" class="crp_title">Kuliah di Malaysia</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2008/06/bongkar-pasang-e-learning/" rel="bookmark" class="crp_title">Bongkar Pasang E-Learning</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/12/itu-tergantung-pada-siapa-yang-melihat/" rel="bookmark" class="crp_title">Itu Tergantung Pada Siapa Yang Melihat</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/pendidikan-karakter-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Taman Yang Paling Indah</title>
		<link>http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/taman-yang-paling-indah/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/taman-yang-paling-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 03:58:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Healthy Wealthy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kids]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/19/taman-yang-paling-indah/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Taman yang paling indah, hanya taman kami.Taman yang paling indah,hanya taman kami. Tempat bermain, berteman banyak, itulah taman kami taman kanak-kanak.&#8221;
Sepanjang ingatanku, taman kanak-kanak adalah seindah-indahnya sekolah. Pelajarannya cuma menyanyi, menari, menggambar. Di Indonesia boleh dibilang cuma TK aja yang nyediain prosotan dan ayunan buat bermain.
Aku ngga tau berapa biaya perbulannya. Tapi kayaknya lumayan murah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Taman yang paling indah, hanya taman kami.Taman yang paling indah,hanya taman kami. Tempat bermain, berteman banyak, itulah taman kami taman kanak-kanak.&#8221;</em></p>
<p>Sepanjang ingatanku, taman kanak-kanak adalah seindah-indahnya sekolah. Pelajarannya cuma menyanyi, menari, menggambar. Di Indonesia boleh dibilang cuma TK aja yang nyediain prosotan dan ayunan buat bermain.<span id="more-51"></span><!--more--></p>
<p>Aku ngga tau berapa biaya perbulannya. Tapi kayaknya lumayan murah, soale ortu ku waktu itu kan masih kere, tapi bisa menyekolahkanku ke TK. Namanya TK Utama, sekarang sih kayaknya udah hilang dari peredaran. Pagi hari diantar ortu ke sekolah, terus pulang sendiri ke rumah. Padahal lumayan jauh lho, mungkin hampir satu kilo (satu kilo koq jauh? Ya jauh dong buat anak TK jalan kaki).</p>
<p>Seingatku juga, aku baru bisa baca pas kelas satu SD. Ngga ada tuh belajar baca di TK. Tapi sekarang gila-gilaan. Anakku yang pertama masuk TK di Malaysia sini udah belajar baca bahasa inggris. Udah belajar menjumlah dan mengurangi segala. Padahal waktu aku SD, ulangan pertama hitung-hitunganku nyontek hehehe. Asli aku ngga tau cara menghitung.</p>
<p>Uang sekolah sekarang juga udah gila-gilaan. Dulu sewaktu belum berangkat ke Malaysia aku daftarin anakku ke TK Islam. Weleh, udah dua setengah juga man. Itu udah dua kali gaji bulananku. Sekarang katanya udah lima juta. Makin ngga kekejar aja deh masuk TK.</p>
<p>Dulu aku pernah <a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/10/01/when-you-are-not-eligible/">cerita</a> kalo anakku ngga boleh masuk sekolah negeri di sini dan aku terpaksa mendaftarkan anakku ke sekolah swasta. Ternyata setelah tanya sana-sini anakku masih boleh sekolah di TK negeri. Alhamdulillah deh. Tadinya kebayang berapa ratus ringgit yang harus kami keluarkan untuk menyekolahkan dua anakku?</p>
<p>Sebenarnya sih, sekolah swasta di sini juga masih terhitung murah kalau dibandingkan dengan Indonesia. Mungkin karena ada di kampung kali yee. Bayangkan Uang pendaftaran cuma 300 ringgit, yang ngga sampe sejuta. Itu udah jadi pakaian dan buku-buku. Uang sekolah yang negeri lebih murah lagi, cuma 100 ringgit. Uang bulanan cuma 12 ringgit. Kalo mau tau, uang segitu tuh udah sama snack istirahat lho.</p>
<p>Cuma pelajarannya itu lho yang ngga nahan. Masa sih, anak TK udah belajar bahasa inggris, matematika, dan membaca. Malah lagi, katanya bakalan banyak PR, walah. Sekolah apa sekolah tuh ya? Mungkin nanti lagunya udah berubah bukan jadi taman yang paling indah lagi.</p>
<div id="crp_related"><h3>Tulisan Terkait:</h3><ul><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2008/01/hari-pertama-sekolah/" rel="bookmark" class="crp_title">Hari Pertama Sekolah</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/07/horeee-aku-menaaaaang/" rel="bookmark" class="crp_title">Horeee, Aku Menaaaaang !!!</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2008/05/sekolah-asrama/" rel="bookmark" class="crp_title">Sekolah Asrama</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2008/01/kurikulum-pendidikan-luar-sekolah/" rel="bookmark" class="crp_title">Kurikulum Pendidikan Luar Sekolah</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2009/05/kemana-dan-bagaimana-meneruskan-sekolah/" rel="bookmark" class="crp_title">Kemana dan Bagaimana Meneruskan Sekolah</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/taman-yang-paling-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
