Saya pernah baca buku dari Jeffrey Lang, tentang perjuangannya mencari kebenaran dan mempertahankan kebenaran. Betapa dia melihat kawan-kawan yang dulu bersama mencari ternyata tidak bisa mempertahankan kebenaran yang mereka dapatkan. Orang-orang yang dulunya bersemangat sekali ketika baru masuk Islam sampai mengganti nama-nama mereka dengan bahasa arab, ternyata keluar lagi dari Islam termasuk embel-embel sakit hati mereka terhadap Islam.
Saya juga pernah berkawan dengan orang-orang yang pingin belajar Islam sungguh-sungguh. Mereka akhirnya masuk dalam sistem Negara Islam Indonesia dan mengikuti apapun yang menjadi tugas dari “atasan”. Termasuk diantaranya mengumpulkan uang untuk “perjuangan”. Banyak cara yang ditempuh, dari menjual barang sendiri sampai menjual barang orang lain. Keblinger dalam mencari Islam, tapi alhamdulillah mereka tersadarkan dan keluar dari sistem itu.
Dan sekarang ada lagi orang keblinger dengan ajaran Islam, bahkan memakai cara apapun untuk menyebarkan agama Islam. Termasuk mengambil alih blog teman saya, Pak Sawali, untuk menyebarkan ilmu mereka. Mereka mungkin belum membaca blog dari teman saya yang lain, Bang Aip Top, yang tersadar dari kelalaian memberikan pelatihan komputer di Masjid dengan software bajakan. Apa bisa berdakwah dengan memakai cara yang salah? Di bulan puasa bukannya berdakwah dengan cara yang indah, malah merusak rumah orang lain.
Mereka ngga tau apa, kalo masuk rumah orang tanpa permisi itu berdosa. Memakai barang milik orang lain tanpa izin itu juga dosa. Ngintip rumah orang juga dosa. Lalu mereka berharap dakwah mereka menghasilkan pahala dari perbuatan dosa? Ngga mungkin. Yang mungkin adalah mereka terkena cedera jiwa.
Mudah-mudahan websitenya P Sawali segera pulih. Hati-hati pak, ini bisa ada kebocoran di DH, atau .info yang katanya mudah dimasuki. Mudah-mudahan punya saya tidak terkena hal yang sedemikian.
