Entries RSS Comments RSS

Posts Tagged ‘harapan’

Menyemai Benih Harapan

Wednesday, January 21st, 2009

Jalan hidup memang tidak bisa ditebak. Dulu maunya apa, sekarang menjadi apa. Mungkin malah ngga ada lagi hubungannya dengan cita-cita, karena ternyata hidup itu jauh lebih luas dari bayangan. Apalagi sekedar bayangan anak kecil.

Sewaktu kecil, ketika ditanya tentang cita-cita jawaban anak-anak sih standar saja. Saya cuma bisa bilang jadi insinyur elektro, sembari membayangkan kalo saya bikin sebuah tivi dan menikmati tivi hasil buatan saya. Perjalanan sekolah SD, SMP, dan SMA adalah sebuah perjuangan menggapai cita-cita, harapan menjadi insinyur elektro. Setelah masuk kuliah, ternyata insinyur elektro itu ngga membuat tivi ya hehehe.

Lalu apa gunanya menyemai benih-benih harapan, kalo kenyataannya ternyata tidak sesuai? Istri saya dulu pernah tanya, kenapa ya dulu sewaktu sekolah mati-matian belajar, berorganisasi, dan kegiatan aktif lainnya kalo ternyata setelah menikah hanya sekedar jadi ibu rumah tangga. Pekerjaannya pun ngga jauh dari mencuci, memasak, dan beberes rumah.

Apa gunanya juga menanyakan cita-cita pada seorang anak yang masih belum melihat luasnya dunia. Ternyata pada akhirnya, dia tidak menjadi seperti yang dia cita-citakan. Malah kadang tersepak dari cita-citanya karena ketidakmampuan ekonomi seperti tokoh Lintang dalam buku “Laskar Pelangi”.

Ada juga yang terlalu menaruh harapan berlebihan pada satu cita-cita sebelum melihat dunia. Misalnya istri saya cerita tentang seorang kawan yang terlalu memuja pemuda saat SMA. Seolah-olah si pemuda itu adalah orang terbaik sedunia dengan kondisinya saat itu. Padahal kalau saja dia mau melihat, ternyata di dunia mahasiswa jauh lebih banyak orang yang lebih baik dari pemuda itu. Rugi.

Tapi tidak rugi kalau kita masih bisa merubah harapan. Harapan tidak cuma disemai sekali. Kesempatan tidak datang dua kali, tapi berkali-kali. Jadi masih ada kesempatan untuk merubah nasib, meskipun sekarang tidak sesuai dengan cita-cita atau harapan yang pertama kali. Masih ada pemuda lain, masih ada pekerjaan lain, masih ada sekolah lain, masih ada rejeki lain.

Harapan, membuat hidup menjadi hidup. Dia yang memompa semangat manusia apalagi yang seperti saya.

  • Share/Bookmark