<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>School of Universe &#187; Kesehatan</title>
	<atom:link href="http://www.schoolofuniverse.com/tag/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.schoolofuniverse.com</link>
	<description>Semoga Allah memberikan Rahmat, Rejeki, Perlindungan, Kemudahan, Kesehatan, dan Kebahagiaan kepada Iwan Awaludin</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Jun 2010 03:38:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pharmacist Knows Better</title>
		<link>http://www.schoolofuniverse.com/2008/11/pharmacist-knows-better/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://www.schoolofuniverse.com/2008/11/pharmacist-knows-better/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 03:02:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Healthy Wealthy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.schoolofuniverse.com/2008/11/pharmacist-knows-better/</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya saya pernah tulis di sini tentang sikap dokter Melayu yang ada di  sini. Kebanyakan bersikap dingin apalagi yang bekerja di poliklinik milik  pemerintah. Cool banget. Pernah ketika saya memeriksakan anak saya yang sakit si  dokter ngga nanya apa-apa. Cuma diem aja dan terus menuliskan resep untuk pasien  tanpa sepatah katapun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasanya saya pernah tulis di sini tentang sikap dokter Melayu yang ada di  sini. Kebanyakan bersikap dingin apalagi yang bekerja di poliklinik milik  pemerintah. Cool banget. Pernah ketika saya memeriksakan anak saya yang sakit si  dokter ngga nanya apa-apa. Cuma diem aja dan terus menuliskan resep untuk pasien  tanpa sepatah katapun terucap dari mulutnya.</p>
<p>Ngga cuma sekali kejadian itu terjadi. Gara-gara ngga sembuh juga sakit batuk  saya bawa anak ke tempat praktik dokter bebas. Di sana juga sama saja, baik  pasien maupun orang tua ngga ditanya macam-macam. Dokter diem aja mendengarkan  keluhan dari pasien tanpa bertanya atau memberikan saran. Ngga ada senyum  sedikitpun.</p>
<p>Kejadiannya beda kalo kita pergi ke dokter swasta yang biasanya diisi oleh  dokter India atau China. Secara alaminya keturunan non Bumiputera yang ada di  Malaysia memang dibatasi untuk memasuki jurusan-jurusan tertentu termasuk  kedokteran (sama juga dengan di Indonesia kali ya). Karena itu bagi mereka yang  ingin menjadi dokter biasanya sekolah di luar negeri seperti di Indonesia  (banyak di kedokteran UNPAD, UNBRAW, dll), India, dan Rusia. Dokter-dokter ini  biasanya lebih ramah dan mau menyapa termasuk ke anak-anak. Sewaktu kami periksa  kehamilan istri di rumah sakit swasta di Ipoh, anak saya juga diajak ngobrol dan  diberi permen oleh dokternya langsung.</p>
<p>Berdasarkan pengalaman di atas, kalau harus periksa ke dokter yang bayarnya  hampir sama ya kami lebih baik pergi ke rumah sakit swasta dari pada ke  poliklinik. Tapi sayangnya rumah sakit swasta cukup jauh dari rumah sewa kami.  Karena itu kalau ada sakit apa-apa biasanya kami langsung pergi ke apotek saja  untuk nanya ke apotekernya.</p>
<p>Biasanya si apoteker juga punya pengetahuan tentang penyakit dan obatnya.  Cukup bawa orang yang sakit dan ceritakan apa keluhannya si apoteker bisa  memberikan saran obat apa yang harus dimakan dengan sekalian takarannya. Ini  jauh lebih murah karena kita ngga perlu bayar si apoteker hehehe. Saya pernah  bawa anak saya yang kena sakit jari akibat sering digigitin sendiri ke apotek.  Di sana saya cuma ceritakan sedikit keluhan dan sebab terjadinya penyakit itu ke  apoteker. Eh ternyata jawaban si apoteker jauh lebih panjang dan lebih  informatif dibandingkan kalo saya pergi ke dokter. Ya udah, sekarang apotek jadi  langganan saya kalo ada penyakit. Tapi mudah-mudahan ngga perlu banyak ke apotek  deh. Bagaimanapun hidup sehat lebih baik dari pada sakit. Mendingan saya bayar  asuransi kesehatan tapi ngga pernah menggunakannya daripada saya dapat pelayanan  kelas satu di rumah sakit. Iya ngga? Biar deh orang lain saja yang menggunakan  asuransi kesehatan yang saya bayar, yang penting keluarga saya sehat wal  afiat.</p>
<div id="crp_related"><h3>Tulisan Terkait:</h3><ul><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2007/11/melahirkan-di-rumah-sakit/" rel="bookmark" class="crp_title">Melahirkan di Rumah Sakit</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2008/01/catatan-nikmat-ke-6-sakit/" rel="bookmark" class="crp_title">Catatan Nikmat Ke-6: Sakit</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2008/07/santet/" rel="bookmark" class="crp_title">Santet</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2008/03/bidadari-itu/" rel="bookmark" class="crp_title">Bidadari Itu</a></li><li><a href="http://www.schoolofuniverse.com/2008/06/ketika-orang-bermasalah-tidak-bersatu/" rel="bookmark" class="crp_title">Ketika Orang Bermasalah Tidak Bersatu</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.schoolofuniverse.com/2008/11/pharmacist-knows-better/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
