Entries RSS Comments RSS

Posts Tagged ‘kompie’

Pindah dari Wordpress ke Blogspot?

Tuesday, December 9th, 2008

Sudah dua bulan ini, setiap akhir bulan inbox di gmail saya penuh dengan pesan dari hosting. Katanya bandwidth saya sudah mau habis. Biasanya sih bersisa sekitar 2 – 10% lagi dari jatah 1 GB. Padahal kalo lihat dari jumlah pengunjungnya sih ngga terlalu banyak. Hanya sekitar 2000 an sebulan. Sudah sempat tanya ke webhostingnya, tapi belum bisa menemukan solusi. Soalnya masih dapat e-mail aja tuh.

Sebenarnya harga hosting tidaklah terlalu mahal. Di tempat hosting saya yang lain, dengan hanya 100 ribu rupiah sudah dapat space 100 MB dengan bandwidth 8 GB. Cukuplah untuk nge host dua buah website. Tapi sayangnya akses dari Malaysia sini untuk hosting yang satu itu agak lambat.

Akhirnya sempat kepikiran untuk ganti hosting aja. Coba-coba hosting gratisan macam 000webhost dan yang sejenisnya, ternyata tidak memuaskan juga. Server sering nge hang. Akhirnya coba juga deh dengan blogspot. Server blogspot ini bisa diset dengan menggunakan domain yang kita miliki. Selain itu ngga perlu khawatir dengan space dan bandwidth. Untuk pengamanan juga insya Allah cukup aman, sehingga peristiwa ke hack seperti punyanya Pak Sawali bisa diminimalisir.

Saya sudah coba dengan sebuah domain yang beralamat di www.punakawan.org. Pertama, bikin dulu blog di blogspotnya. Kedua, miliki domain yang akan kita hosting di blogger. Yang ketiga adalah dengan mengarahkan CNAME dari domain kita ke google. Tidak semua registrar menyediakan layanan ini dengan gratis. Contohnya ya yang punya saya ini. Saya harus bayar untuk dapatkan layanan ini. Untungnya setelah cari-cari di internet ternyata kita bisa lakukan sendiri. Memang sih, harus agak repot. Tapi kan buat coba-coba harusnya ngga perlu bayar dulu. Kalo sudah fixed, baru deh bayar.

Caranya adalah dengan daftar ke everydns.net. Di sana kita set cname dari domain kita ke google. Prosedurnya bisa dilihat di beberapa website yang sudah lebih dahulu membuat tutorialnya seperti milik o-om. Ternyata everydns juga bisa dipakai untuk merubah mx record, yaitu layanan pengiriman e-mail ke domain milik kita, kalo misalnya kita ingin e-mail domain itu menggunakan google apps. Di blogspot kita set blog tersebut memakai domain yang kita miliki. Setelah itu tunggu deh sehari dua untuk perubahan data kita di internet.

Hasilnya, percobaan saya berhasil. Bahkan kita juga bisa menggunakan template-template berbeda yang bisa di download dari internet ataupun kita bikin sendiri di blogspot ini. Kelebihan lainnya adalah isi blog tidak akan hilang meskipun domain kita sudah expired.

Jadi pindahan nih? Ntar dulu deh, saya coba dulu dengan domain yang lain. Kalo memang cukup menyenangkan, ya sudah di host ke blogger aja. Lagi pula uang hostingnya bisa dipakai untuk keperluan lain seperti membeli domain baru, atau makan bakso hehehe. Cuma satu masalahnya: Bagaimana cara mindahin post di wordpress ke blogspot?  Ini yang belum ketemu, sudah dicari-cari tapi kayaknya baru ada mindahin dari blogspot ke wordpress aja. Ada saran?

  • Share/Bookmark

Ubuntu yang OK

Sunday, November 30th, 2008

Pengalamanku memakai ubuntu adalah sekitar 4 atau 5 tahun yang lalu. Saat itu komputer di rumahku masih pakai AMD Athlon 1,7 GHz. Cukup menyenangkan memakainya meskipun kadang sebal karena banyak software dan hardware yang tidak kompatibel. Sayang komputer itu hilang dicuri orang sehingga pengembaraan ubuntu ku juga berhenti.

Di Malaysia, percobaan memakai ubuntu dimulai lagi. Awalnya ditawari bikin tulisan tentang aplikasi di ubuntu seperti Open Office dan lainnya untuk sekolah ubuntu yang dibuat oleh Arief Kurniawan dkk. Akhirnya setelah kebeli laptop sendiri pengen juga nyobain lagi. Mudah-mudahan pengalamannya jauh lebih baik daripada percobaan pertama 4 tahun lalu.

Kekhawatiran pertama adalah tentang driver device yang ada di komputerku. Maklum dulunya Linux ngga terlalu bersahabat dengan hardware-hardware terbaru.  Ternyata kekhawatiran itu tidak menjadi. Padahal saya install ubuntu di atas flashdisk 4 GB di kampus. Setelah itu dibawa ke rumah untuk dijalankan di laptop Acer Aspire 4520 langsung dari flashdisk. Eh semua proses berjalan dengan gampang. Bahkan soundcard, video card, dan Wifi langsung terdeteksi dengan baik dan bisa dipakai.

Selain kemudahan deteksi perangkat keras, ternyata ubuntu sekarang jauh lebih cepat. Saya sudah aktifkan desktop 3D yang ada videonya di youtube. Ternyata bisa berjalan dengan sempurna di laptopku. Padahal RAM nya cuma 512 MB.

Sekarang sih yakin untuk beralih sepenuhnya ke Ubuntu. Soalnya software di Windowsku lisensinya untuk mahasiswa universitasku, jadi kalo aku selesai sekolah ya sudah ngga berlaku lagi deh lisensinya. Lagipula untuk keperluan yang sekarang semua yang ada di Ubuntu sudah mencukupi. Buat yang ingin mencoba linux, coba deh Ubuntu ini. Selain bisa dijalankan dari Live CD yang bisa dikirim gratis, juga ternyata mudah sekali menjalankannya dari flashdisk. Jadi anda bisa membawa-bawa OS ini kemana-mana.

Oh iya, buat yang ingin mendapatkan CD ubuntu gratis, kunjungi saja website ubuntu dan minta dikirimkan CD nya gratis. Saya dulu pernah minta dikirimkan 100 buah CD ternyata dikirim seratus CD dalam 2 minggu. Lumayan bisa dibagikan ke murid-murid atau teman-teman. Jangan takut untuk mencobanya karena linux yang satu ini cukup mudah penggunaannya.

  • Share/Bookmark

Ubuntu di USB Flash Drive

Friday, November 28th, 2008

Assalamu ‘alaikum

Tadinya ngga mau nulis ini, tapi gatel. Sambil melupakan sejenak benda bernama Neural Network yang ngga ketemu juga celahnya saya mau coba install Linux Ubuntu di USB Flash Disk. Maklum baru saja beli sebuah USB Flashdisk berkapasitas 4 GB dengan harga murah meriah RM 28 sahaja. Harga Indonesianya ga tau.

Apa yang dibutuhkan untuk menginstall Ubuntu di flash tersebut? Cura-cari sana-sini ketemu juga tutorialnya diberbagai tempat, tapi yang paling OK adalah di pendrivelinux.com. Isi web tersebut adalah step-by-step instalasi ubuntu live cd di usb flashdisk dari windows. Kenapa install ubuntu live CD di flash disk dari windows? Karena saya ngga punya CD writer di kampus, yang ada komputer windows dan akses internet. So saya siapkan dua buah flash disk untuk instalasi ubuntu. Pertama untuk ubuntu live CD dan yang kedua untuk ubuntu install.

Oke, paling ngga perlu sebuah flashdisk dengan kapasitas 1 GB untuk ubuntu live CD yang sudah diformat FAT32. Kemudian diperlukan file image live CD yang bisa didownload dari link ini. Setelah itu download juga file untuk bikin flash disk ubuntu live dan jalankan program itu untuk bikin folder ubuntu8. Kopi image .iso tadi ke folder tersebut dan jalankan fixu8.bat sambil mengikuti petunjuk dari program tersebut. Seharusnya ngga masalah dan bisa dipakai untuk boot. Oh iya, jangan lupa BIOS kompie diset supaya boot melalui USB sebelum CD atau HD. Kalau cara lain, ya silahkan bakar image tersebut ke CD kosong.

Dari booting usb, anda bisa masuk ke ubuntu dengan mudah dan pakai ubuntunya untuk browsing, chatting, downloading, office application, games, dll. Tapi sayangnya perubahan ngga bisa disimpan disini gara-gara live CD. Jadi saya harus install di flash disk lain, yang saya siapkan sebesar 4GB tadi. Kalo punya harddisk external USB mungkin lebih baik karena kapasitasnya lebih besar.

Untuk install di USB saya cukup klik install ubuntu. Lalu dia akan tanya dimana akan diinstall. Jangan pilih default yang pasti milih HD komputer. Saya pilih aja yang custom dan pilih usb kedua sebagai media instalasinya. Saya set 3,5 GB untuk mount point root dan sisanya untuk swap. Ngga lupa saya set GRUB diinstall di usb, bukan di HD. Setelah itu jreng-jreng, install deh. Oh iya, saat instalasi itu sempat terhenti ketika 82% gara-gara mirror. Ternyata dia nyari koneksi ke internet, akhirnya setelah lama ngga ada progress saya cabut aja koneksi internetnya dan langsung menyelesaikan instalasi ubuntu.

Setelah terinstall USB ini bisa dipakai untuk boot dan dipindah-pindahkan ke sembarang komputer. Soale dia otomatis detek HD, VGA, sound, dll. Beda dengan Windows yang kita miliki lisensi untuk menggunakannya Linux kita miliki softwarenya. Jadi saya coba deh untuk boot. Eh ternyata ga langsung bisa, karena diset untuk boot dari hd2 yang ngga terdeteksi langsung. Saya harus edit menjadi HD0 supaya bisa boot up. Dan berhasil !! Horeee.

Setelah itu saya ganti tuh boot loader setting dengan sudo gedit /boot/grup/menu.lst. Dengan demikian ketika saya pulang ke rumah saya bisa menggunakannya dengan laptop ACER ASPIRE 4520 saya. Langsung bisa deteksi bo semua hardwarenya. OK punya. Sekarang ngga perlu khawatir lagi, untuk kerja saya bisa bawa kesana kemari tuh USB flashdisk saya yang sudah berisi ubuntu. Lumayan cepat, bisa 3D desktop lagi seperti yang ada di youtube.

  • Share/Bookmark