Entries RSS Comments RSS

Posts Tagged ‘Malaysia’

Jalan-jalan ke Genting Highland

Thursday, October 8th, 2009

Genting highland adalah sebuah kota hiburan di Malaysia. Di sana ada bermacam hiburan seperti pertunjukan artis, permainan video, judi (hiburan kah?), dan taman tema. Seperti namanya, memang Genting terletak di tempat yang tinggi.

Untuk sampai di sana, kalau tidak punya kendaraan sendiri kita bisa naik bis. Ada bis umum yang bertolak dari Titiwangsa. Tapi, Genting Highland punya layanan bis sendiri yang bisa diakses dari banyak tempat diantaranya adalah Puduraya, KL Sentral, dan Gombak.

Layanan bis ini bisa dibeli terpisah atau secara paket dengan layanan lainnya. Misalnya bisa dibeli dengan cable car atau di Indonesia juga dikenal sebagai kereta gantung atau gondola. Malah kalau mau lebih murah, beli saja paket Go Genting yang menawarkan ongkos pergi pulang dan taman tema luar.

Kebetulan ketika saya ke sana, saya pakai paket Go Genting yang berharga RM 140 untuk 4 orang. Jam keberangkatan dan jam pulang bisa dipilih sendiri. Untuk kenyamanan, pergi nya pagi dan pulangnya sore. Jangan pulang terlalu malam.

Perjalanan bis, sekitar 45 menit dari KL Sentral ke Genting Cable Car. Dari sini kami naik Cable Car terpanjang di Asia tenggara katanya. Cable car menuju ke atas. Cukup mengerikan bagi yang takut ketinggian. Makanya, lebih baik pulang sore hari ketika kita masih bisa melihat sinar matahari. Kalau malam, suasana seram ketinggian bertambah besar dengan kegelapan di luar cable car.

Pagi hari orang belum begitu ramai, jadi ngga terlalu lama menunggu giliran untuk sampai ke atas. Di stasiun atas, ternyata banyak kabut yang menyelimuti kompleks hotel dan taman permainan.

Setelah sampai di atas, mencari taman tema agak susah. Ternyata taman tema berposisi setelah kasino (tempat main judi). Kalau mau masuk sini, selalu di tanya kartu identitas (IC) kalau berwajah asia. Soalnya warga negara Malaysia yang beragama Islam dilarang masuk ke dalam kasino. Tapi ada teman saya yang iseng masuk, ditanya IC dia kasih passport. Ternyata boleh tuh masuk ke dalam. Artinya, agama apapun boleh masuk ke sana asal bukan warga negara Malaysia. Ngga tau deh sekarang masih bisa seperti itu atau ga.

Kembali ke taman tema. Paket yang saya ambil termasuk taman tema luar (Outdoor Theme Park). Jumlah mainan cukup banyak. Kebanyakan bisa untuk keluarga / anak-anak. Daftar permainan lengkap bisa dilihati di websitenya.

Untuk permainan yang agak menyeramkan, biasanya ada syarat tambahan. Misalnya ketinggian dan berat badan. Enaknya di sini yang antri ga terlalu banyak seperti di Dunia Fantasi. Jadi kalau mau coba yang asyik-asyik, cukup ngantri ngga sampai sejam sudah bisa masuk. Apalagi kalau sudah sore dan bukan hari libur, biasanya makin sedikit yang antri.

Harga makanan standar saja. Hampir sama dengan harga makanan di KL. Jadi ngga usah terlalu khawatir kelebihan belanja makanan. Harga KFC pun sama dengan yang lain.

Harga paket Go Genting terhitung murah, karena untuk ongkos pulang pergi saja sudah lebih dari RM 18. Artinya kalau kita naik dua permainan, harga yang dibayar sudah impas. Apalagi seperti anak-anak saya yang main bumper car (bom bom car di dufan) sampai 7 kali, belum terhitung permainan lainnya, tentu sudah sangat murah.

Oh iya, biar jangan kecewa, coba lihat jadwal maintenance anjungan permainan di website genting. Jadi jangan sampai sudah berharap banyak pingin main sesuatu eh ngga kesampaian gara-gara sedang diperbaiki. Setidaknya saat saya ke sana, ada 3 anjungan yang sedang diperbaiki tapi secara umum kami sekeluarga sudah cukup menikmati permainan yang ada.

Pengen ke sana lagi? Kemungkinan besar iya. Dufan masih terlalu jauh sih, hehehe. Harga lebih mahal dan ngantri lebih lama. Biar dinikmati dulu deh di sini.

  • Share/Bookmark

Health Screening

Tuesday, August 11th, 2009

Setelah diliburkan selama seminggu, sejak Senin kemarin kampus sudah memulai aktivitas belajar mengajarnya. Tapi sebelum mulai aktivitas, semua mahasiswa diwajibkan mengikuti health screening dan mendapatkan kartu tanda lolos agar dapat ikut aktivitas belajar mengajar.

Health screeningnya sih, gampang saja. Cuma periksa suhu badan dan mengisi formulir. Setelah itu dapat kartu yang harus ditunjukkan kalau mau masuk ke tempat publik seperti lab, kantor dosen, dan mungkin juga perpustakaan.

Tapi pagi ini beda sedikit, semua kendaraan yang masuk kampus kena screening juga. Setiap penumpang diperiksa suhu badannya oleh satpam kampus dan baru boleh jalan kalau tidak melebihi 37,5 C.

Wah, masuk kampus jadi lama karena banyak kendaraan mengantri. Entah mau berapa lama ada screeningnya, padahal kan pagi banyak sekali kendaraan masuk.

Belum lagi, hari Minggu besok ada wisuda. Keluarga wisudawan pasti datang sebagai tamu. Apa semua tamu akan kena screening ya? Kayaknya sih ngga.

Huhuhu, gara-gara babi batuk, seluruh dunia tercekam, gitu katanya. Yah, memang lebih baik mencegah daripada mengobati. Masa sih, kampusnya mau ditutup lagi gara-gara ada yang kena H1N1. Libur melulu, tambah panjang deh daftar libur di Malaysia.

  • Share/Bookmark

Beasiswa PETRONAS Untuk Lulusan SMA

Thursday, July 30th, 2009

Beasiswa lagi nih, untuk lulusan SMA yang merasa pintar-pintar tapi belum berhasil juga dapat sekolah. Beasiswanya katanya sih lumayan, setidaknya bisa untuk hidup sehari-hari ditambah pulang pergi ke Indonesia kalo pas liburan.

Beasiswa ke Universiti Teknologi PETRONAS. Jurusan yang ditawarkan adalah:

  • Teknik Kimia
  • Teknik Elektro
  • Teknik Mesin
  • Teknik Sipil
  • Teknik Perminyakan
  • Teknik Informatika
  • Sistem Informasi Bisnis
  • Perminyakan dan Geosains

Pengumuman dalam bahasa Inggris, ada di harian kompas tanggal 26 Juli 2009, halaman 33. Yang di sini terjemahan bebasnya saja. Batas terakhir pengiriman berkas adalah 7 Agustus 2009. Syaratnya, umur ga lebih dari 23 tahun, belum menikah, lulus SMA (atau mungkin yang mau lulus juga bisa), bisa boso Inggris karena bahasa pengantarnya English. Kirim berkas penting seperti fc ijasah/raport, kemampuan english, formulir aplikasi dari website utp, 2 foto 4×6, dan dokumen pendukung lainnya ke:

Petronas Representative Office Indonesia
Level 27, Citibank Tower
Bapindo Plaza
Jl. Jend Sudirman Kav 54-55
Jakarta 12190

UTP sudah ada sejak tahun 1997. Mahasiswa di Indonesia di sini ada hampir 200 orang, terdiri dari S1, S2, S3. Dosennya juga ada yang dari Indonesia, bahkan imam masjid UTP adalah orang Indonesia.

Letaknya cukup jauh dari Kuala Lumpur, sekitar 3 jam. Kalau dari lapangan terbang KLIA atau LCCT ya sekitar 5 jam deh. Jauh dari kota karena wilayah sekitarnya masih dalam perkembangan. Kalo mo serius belajar, OK banget deh. Tapi kan, mahasiswa juga manusia perlu hiburan. Kota terdekat sekitar 1 jam kalau naik mobil pribadi. Siapkan waktu sekitar 2 jam kalau naik bis kota.

Tempatnya sekitar 40 km dari Ipoh dan 50 km dari Lumut. Lumut adalah kota transit ke Pulau Pangkor, salah satu tempat wisata terkenal di Malaysia.

Semua mahasiswa S1 diasramakan. Ga bayar lagi. Dapat uang saku sekitar RM 500 sebulan kalo ga salah. Biaya makan sehari-hari sekitar RM 10 – RM 20. Berarti cukuplah uang segitu. Malah kalo masak sendiri bisa jadi lebih murah. Biasanya dapat juga allowance untuk buku dan laptop (kalo ga salah ya hehehe).

Oh iya, jangan terlalu berharap banyak dapat kerjaan di Malaysia setelah selesai karena biasanya recruitment di kampus diutamakan untuk orang Malaysia. Tapi UTP sudah terakreditasi dan ijasahnya diakui Dikti. Bisa dipakai cari kerja di Indonesia. Beberapa mahasiswa lulusan S1 di sini bahkan ada yang langsung masuk program pasca sarjana di Malaysia dan negara-negara Eropa.

Agak beda dengan Universitas lain, kerja praktek di sini waktunya panjang. Sekitar 8 bulan. Udah kayak kerja beneran deh, karena dapat gaji juga. Bahkan dari kampus juga dapat allowance untuk hidup di tempat kerja. Karena itu biasanya ga susah lulusan sini (orang lokal) untuk dapat kerja karena sudah terbiasa dengan lingkungan kerja.

Karena banyak mahasiswa Indonesia, kadang atase pendidikan KBRI datang juga ke sini, nengokin. PPI nya lumayan jalan, tapi yang aktif sih banyakan S1.

Olahraga OK, karena fasilitasnya lengkap. Ada kolam renang, lapangan tenis, bulutangkis, voli, basket, rugby, kayak, silat, bahkan ada fitness center nya juga. Semua gratis, kecuali kalo peralatan macam raket dan cock harus beli sendiri.

Saat ini, mahasiswa Indonesia senang olah raga bareng. Yang paling sering bareng adalah renang, bulu tangkis, dan makan duren (lho makan duren olah raga toh?). Biasanya patungan untuk beli cock. Apalagi kalo menjelang tujuh belasan, suka ada pertandingan olah raga antar mahasiswa Indonesia.

Kehidupan sosial, mungkin agak terbatas karena semua kegiatan dalam kampus. Ga seperti di Indonesia yang bisa kost di luar kampus dan berinteraksi dengan masyarakat hampir tiap hari. Di sini, ya gitu-gitu aja deh. Tapi bukan berarti menutup pintu jodoh, karena ternyata banyak juga yang jadian antar mahasiswa Indonesia. Bahkan ada yang sudah menikah juga.

Kalo ada yang berminat untuk sekolah di sini, silahkan kasih pertanyaan atau komentar. S1, S2, dan S3 juga boleh tanya.

  • Share/Bookmark

Things to Do in KL

Friday, July 24th, 2009

Writing in English? Why not? He he he, after a long long time this is my first attempt to write another English post in School of Universe. Just a rewrite of my previous post in Bahasa Indonesia. It is about my journey in KL with my family.

The first thing you have in mind before you come to Malaysia probably is this: PETRONAS TWIN TOWER. Yes, this is one thing that if you put into your photograph people most likely already know that you are in Malaysia. The same thing goes with Merlion in Singapore, Eiffel Tower in France, or Liberty Statue in USA.

To get to Petronas Twin Tower from Airport is easy. Upon arriving at the airport, you just have to take a feeder bus or rent a car to get to KL. Feeder bus will take you to KL Sentral. This is the biggest train station in KL, with commuter, LRT, and intercity train available.

Feeder bus cost you only a little money. RM 8 to RM 9 ticket fare is available, depending on the bus. Even Star Shuttle bus can take you to places like hotel for only a small additional fare (RM 12 to get to any hotel in KL). It is per person fare. Rented car or taxi is available for more than RM 80.

When you are in KL, you have to decide where to stay. If you go on a budget, you can either take Petaling Street or near KL Sentral for you stay. Both places offer budget hotels or even dormitory style hostels.

If you plan to visit other places by train, such as Singapore, Thailand, or even other Peninsula places of attraction, it is better for you to stay near KL Sentral. Even other places in KL such as Petronas Twin Tower or Genting Highland public transportation is reachable from KL Sentral.

If you stay in Petaling Street, you can get to puduraya bus station by walking. This is convenient if you plan to go to other places in Malaysia by bus. For example, if you want to go to Melacca so puduraya is the only place to visit since you only can take bus to Melacca from here. You can go around KL if you buy a rapidKL bus ticket only for RM 2 per day. It means that you can re use the ticket as long as the journey is on the same day.

Petaling Street itself is a shopping destination for most tourists. You can buy cheap souvenirs here such as key chain, t shirt, or even imitation bags. A beer corner is also available for European tourists.

Back to Petronas Twin Tower. At least there are 5 things you can do near Petronas Twin Tower. The first one of course, taking pictures of you with the twin tower as the background. The second on is taking a walk around the KLCC park which is considered as a very save place for foreigner. The third one is to see the water laser attraction at the park or you can even take your children to a public swimming poo. The forth one is to visit Petrosains and Dinotrek2. The fifth one is to visit the Petronas Sky Bridge.

KLCC Park from Petronas Sky Bridge

The hardest thing to do is probably to visit Petronas Sky Bridge. You have to ask for free ticket to visit this one. Since it is a free ticket, don’t expect you will get one if you come late. Most smart visitor will come early in the morning even before the ticket counter open. When I came near 8 am, I only managed to get ticket for 4 pm shift. So if you want to get morning shift tickets, please come before 8 am.

Every shift can only take around 20 people. That includes children and babies. So you have to ask a ticket for your baby too. One person can ask for a maximum of 5 tickets.

One shift will take about 20 minutes to finish. That includes a short film before you enter the lift that will take you to level 41 in 41 seconds. There is a guide that will explain the history of Petronas Twin Tower and guide you through the 20 minutes journey.

Petronas Sky Bridge Interior

Other places you might be interested in when you are in KL probably KL Tower, the Royal Palace and Putrajaya. The last two are not accessible by public transportation. But if you insist to go there, you can join a short tour that will cost you more than RM 100 per person. If you can arrange a private tour with your friend, may be it is cheaper to rent a car to take you there. As for the guidance you can join other tourist for some explanation from their guide :) .

If you are not a backpacker or if you prefer a higher class of hotel you can consider The Zon Hotel as your place to stay. If you bring family, you can have a 2 bedrooms suites for a cheap price. Please go to the official hotel website for reservation, it is cheaper than any travel agent’s offers.

There you can have a family room, dining room, and a basic kitchen with a lot of kitchen utensil that can fulfill your needs. Below are some pictures when I stayed there.

Family Room, The Zon

Dining Room, The Zon

Dining Room, The Zon

Kitchen with Toaster, Microwave, Rice Cooker, and Gas Stove

Kitchen with Toaster, Microwave, Rice Cooker, and Gas Stove

So, have a nice trip to KL :) .

  • Share/Bookmark

Tunemoney

Sunday, July 5th, 2009

Dunia internet memang sangat membantu manusia, bukan hanya mempercepat pekerjaan juga membuat harga-harga menjadi murah. Dengan bantuan internet, penerbangan ongkos murah bisa terlaksana. Dengan bantuan internet juga, harga-harga barang atau jasa yang dijual secara online bisa lebih murah.

Misalnya saja, tawaran tiket murah dari maskapai penerbangan Airasia bisa didapatkan dengan harga murah kalau melakukan pemesanan melalui internet. Kalau lihat harga kamar hotel juga sama, banyak tawaran harga yang jauh lebih murah bisa didapatkan melalui pemesanan online.  Sayangnya, biasanya pemesanan online memerlukan kartu kredit.

Biasanya kalau saya perlu tiket airasia, saya pinjam kartu kredit punya teman atau punya keluarga. Setidaknya, sudah 3 atau 4 kali saya memesan tiket airasia baik untuk saya maupun keluarga dengan pinjam. Kebanyakan juga, harga di internet dalam Ringgit Malaysia sedangkan kartu kredit dalam rupiah. Jadi ada juga biaya konversi dari satu mata uang ke mata uang lainnya.

Setelah itu, beberapa kali tawaran hotel atau tiket yang terlewatkan gara-gara saya perlu kartu kredit. Karena itu sempat kepikiran untuk bikin kartu kredit. Entah di Indonesia atau di Malaysia. Sayangnya sebagai pelajar di Malaysia dan PNS di Indonesia, persyaratan kepemilikan kartu kredit sulit dipenuhi. Karena itu meskipun beberapa kali coba apply, saya harus gigit jari karena ditolak.

Setelah itu, tawaran dari Tunemoney jadi perhatian. Tunemoney adalah sister company dari Airasia yang menyediakan kartu debit Visa di Malaysia. Kelebihannya antara lain adalah:

  • Persyaratan ringan, ga perlu ribet dengan pendapatan seperti halnya kartu kredit yang perlu jumlah pendapatan minimum dan pekerjaan bonafid.
  • Iuran ringan, tidak lebih dari RM 10 untuk satu tahun
  • Bisa digunakan untuk transaksi online seperti kartu kredit, misalnya untuk beli tiket pesawat atau pesan hotel.
  • Bisa dipakai untuk narik uang di ATM dengan biaya murah. Misalnya kartu ini bisa didaftarkan ke akaun paypal sehingga bisa dikirimkan uang kalau anda punya uang di paypal.

Akhirnya saya pun daftar juga. Daftar secara online di websitenya dan transaksi online untuk top up. Tentu beda dengan kartu kredit yang bisa pakai meskipun ga ada uang, kartu tunemoney ini harus diisi uang dulu sebelum bisa dipakai. Pemakaian pun dibatasi oleh jumlah uang yang ada dalam kartu ini.

Setelah diisi uang, saya tunggu hanya seminggu untuk mendapatkan kartu. Sayangnya yang pingin punya kartu harus punya alamat di Malaysia. Jadi yang di Indonesia, dipersori ya belum bisa pakai. Ternyata memang benar, janji seminggu, kartu datang dalam seminggu. Saya aktivasi dan langsung saya coba untuk booking hotel lewat internet. Ternyata berhasil. PIN untuk ambil uang di ATM pun dikirim seminggu setelah aktivasi kartu dan sudah pernah saya coba.

Setelah itu saya sudah beberapa kali pakai lagi, untuk beli tiket kereta api dan verifikasi akaun paypal. Cukup memudahkan urusan bisnis di internet. Sekarang, untuk urusan e-commerce saya sudah punya andalan, ga perlu lagi punya kartu kredit deh.

  • Share/Bookmark

Jalan-jalan ke Petaling Street dan Petronas Twin Tower II

Monday, June 29th, 2009

Petaling Street adalah tempat jualan souvenir murah meriah. Letaknya dekat dengan stasiun bis puduraya. Untuk ke tempat ini dari KLCC saya sarankan naik bis atau taksi saja. Eh dari tempat yang lain juga ding, soalnya LRT nya jauh banget. Atau kalau mau sambung gitu lah, naik LRT terus naik bis/taksi.

Dari KLCC bisnya nomor 103, sedangkan dari KL Sentral lumayan banyak. Rasanya setiap bis yang pake B di depannya, lewat sini. Lokasi di dekat Petaling Street dikenal dengan nama kotaraya karena ada gedung pertokoan bernama kotaraya. Waktu tempuh dari KLCC sekitar 30 menit sedangkan dari KL Sentral lebih cepat, karena lebih dekat.

Pasar souvenir hanya buka jam 6 sore sampai 10 malam. Kalau pagi dan siang, tempat ini ya jalan biasa saja yang dilalui oleh kendaraan umum. Jangan pikir kios yang di dalam lebih murah daripada yang di mulut jalan. Soalnya yang dalam malah pasang harga mengambang, yang harus ditawar, dan kadang lebih mahal. Di mulut jalan ada kios-kios yang pasang label harga mati. Murah meriah dari mulai 1 ringgit sampai paling mahal ngga lebih dari 50 ringgit.

Di sekitar jalan ini juga banyak penginapan murah, dari mulai RM 80 sampai RM 150. Tentu saja, harga week end lebih mahal daripada week day. Kalo yang pakai online, biasanya sudah jelas berapa yang harus dibayar karena otomatis menghitungkan surchargenya.

Selain petaling street, sebenarnya tempat ini juga dekat dengan Masjid Jamek, Pasar Seni, dan Medan Merdeka. Tapi tujuan saya ke sini cuma untuk beli souvenir saja, kalau tempat lainnya ya standar gitu aja deh. Kurang menarik.

Bule punya pojokan sendiri, buat minum-minum bir dan makan-makan. Biasanya yang beredar di kios-kiosnya adalah turis dari negeri Arab sana, buat beli tas-tas imitasi, jam imitasi, dan perhiasan imitasi hehehe.

Turis Indonesia kayak saya, beli souvenir gantungan kunci, kaos, hiasan meja, dan hiasan dinding aja deh. Kalo barang imitasi mah, di Indonesia juga banyak dan lebih murah.

Petronas Twin Towernya, di tulisan yang lain aja ya.

  • Share/Bookmark

Jalan-jalan ke Petaling Street dan Petronas Twin Tower I

Monday, June 29th, 2009

Dua hari lalu saya pergi ke KL untuk menjemput mertua dan adik ipar yang berlibur ke Malaysia. Dengan dana terbatas, inginnya sih dapat tempat menginap yang cukup menyenangkan dan bisa jalan-jalan ke beberapa tempat penting di Kuala Lumpur. Targetnya adalah Jalan Petaling, Petronas Twin Tower Sky Bridge, dan Petrosains.

Jalan Petaling adalah jalan berkumpulnya pedagang kaki lima souvenir. Harganya sangat miring dibandingkan tempat lain. Contoh gantungan kunci yang harganya RM 5 di tempat lain, di jalan ini bisa didapatkan dengan harga RM 1 saja sebuahnya. Selain itu kaos, tas imitasi, jam imitasi, juga banyak dijual di sini. Sayangnya hanya buka dari jam 6 sore sampai jam 10 malam.

Petronas Twin Tower Sky Bridge adalah jembatan yang menghubungkan kedua menara kembar Petronas. Tiketnya diberikan percuma alias gratis. Tempat masuknya masih di dalam KLCC yang merupakan tempat bagi petrosains juga. Selain petrosains, juga ada Dino trek dan wahana lainnya.

Oke, perjalanan standar kalau dari semua daerah di Malaysia atau yang dari luar negeri, pergi saja ke KL Sentral yaitu stasiun kereta api terbesar di Malaysia. Kalau dari Bandara naik Aerobus atau Sky bus dengan ongkos hanya RM 8 – 9. Dari KL Sentral kami harus menuju hotel The Zon on The Park yang terletak dekat Kuala Lumpur City Center (KLCC).

Naik bis adalah pilihan yang murah karena tiket bis yang dibeli bisa dipakai lagi untuk bepergian ke tempat lain pada hari yang sama. Harga tiket bis per orang adalah RM 2. Sayangnya bis menuju ke KLCC datangnya tidak dapat ditebak. Kadang harus menunggu lebih dari setengah jam untuk mendapatkannya. Kasus saya, sudah menunggu lama tidak datang juga jadi harus memikirkan alternatif angkutan lain.

Dari KL Sentral ke KLCC juga bisa ditempuh dengan LRT Kelana Jaya. Tiketnya berharga RM 1.6. LRT adalah pilihan transportasi ke KLCC yang paling cepat. Perjalanan ditempuh dalam waktu yang kurang dari 15 menit. Menunggunya pun ga lama, cuma sekitar 5 menitan saja. Tapi kalau bawa barang banyak ke hotel, tentu lebih gampang pakai taksi. Apalagi The Zon ini letaknya agak jauh dari terminal bis ataupun LRT. Taksi dari KL Sentral ke hotel The Zon hanya RM 10 saja, tapi kalau ada tas yang ditaruh di bagasi perlu tambahkan RM 1 setiap tas.

The Zon adalah hotel termurah di dekat KLCC. Bisa pilih yang satu kamar atau dua kamar. Biasanya yang dua kamar dilengkapi dengan dapur, ruang makan, dan ruang keluarga. Saran saya, booking kamarnya melalu sistem reservasi online dari situs hotel the Zon, harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan agen perjalanan atau bahkan datang langsung ke hotel.

Kenapa pilih hotel ini? Pertama tadi, hotel termurah di sekitar KLCC. Terus ada dapur yang bisa dipakai untuk masak sendiri, terutama kalau anda mau tinggal lama. Dapur dengan kompor gas, rice cooker, pemasak air listrik, microwave, kulkas, dan peralatan makan yang lengkap. Sarapan diberikan gratis. Ada kolam renang yang lumayan buat anak-anak. Dekat Masjid Asy Syakirin. Pemandangannya juga langsung ke taman KLCC dan bisa melihat menara petronas langsung dari kamar.

Pada saat kami datang, kamar belum siap. Memang sih waktu check in adalah jam 2 siang sedangkan kami datang jam 1 siang. Jadi kami pergi dulu ke taman bermain anak di Taman KLCC sambil saya pergi sholat jum’at. Selesai sholat kami ke hotel dan kamar sudah siap.

Tidak seperti hotel berbintang empat lainnya, lobby hotel kecil saja. Mungkin hanya sekitar 70 meter persegi. Masih kalah besar dengan ruang 2 kamarnya yang 145 meter persegi. Karena pengunjungnya banyak, maka kadang kita ngga terlalu diperhatikan juga. Setidaknya pas saya check in dan check out, selalu ada pelanggan yang menunggu taksi yang datangnya terlalu lama. Malah, ada pelanggan yang diminta berjalan saja ke jalan raya yang jaraknya sekitar 300  dari lobby. Bayangkan kalau tamunya bawa barang besar, banyak, dan berat.

Gang menuju lift atau kamar juga tidak besar. Mungkin hanya cukup untuk 2 orang berpapasan saja. Kalau dibandingkan dengan gang di replica inn, ngga beda jauh lebarnya. Kata orang sih kurang nyaman. Liftnya juga kecil, hanya ada dua di tiap bagian. Lift hanya cukup untuk 9 orang. Tapi kan kita ngga tinggal di lift hehehe.

Kamar cukup besar, ada ruang kosong yang lega untuk sekedar sholat dalam kamar. Atau kalau mau gelar kasur supaya bisa muat lebih banyak orang juga bisa. Kamar mandinya kecil, tapi masih lebih besar daripada hotel di jalan Petaling. Mungkin karena ada bath tubnya. Tapi bath tub terlihat tua karena warnanya sudah agak gelap. Secara kebersihan sudah bagus karena di bawah kasur ngga ada kotoran. Saya pernah menginap di hotel berbintang lima, terkaget-kaget karena di bawah kasurnya banyak debu, sampah, dan bekas makanan. Di The Zon ini lumayan bersih.

Kamar Utama The Zon

Kamar Utama The Zon

Oh iya, karena cukup luas, 145 meter persegi, maka dua kamar juga cukup besar. Ditambah lagi seperti yang saya sampaikan tadi, ada dapur, ruang makan, dan ruang tamu. Kalau mau bawa bahan mentah makanan juga bisa, atau beli bahan mentahnya di KLCC.

Ruang Tamu

Ruang Makan

Ruang Makan

Dapur

Dapur

Kolam renang ada 3, 2 yang rendah, dan 1 yang dalam. Satu buah kolam renang ada fasilitas seperti ombak, yang kalau dipakai anak-anak cukup menghibur. Kayaknya sih kolam renang ini buat orang dewasa berendam ya, biar ada sensasi semburan air dari bawah. Tapi karena sudah diokupasi oleh anak-anak, jadi ngga ada orang dewasa yang main ke sini hehehe.

Ada juga ruang bermain untuk anak-anak. Ada mainan tempel-tempelan, menggambar dan aktivitas lainnya. Seharusnya sih gratis untuk pengunjung, sayang saya belum sempat coba karena terpepet waktu.

Restoran lumayan lengkap. Ada makanan melayu dan barat. Kalau sarapan, lebih baik datang lebih pagi misalnya di bawah jam 8 karena hotel ini sering dipakai orang yang pelatihan. Jadi pas dekat jam 8 tuh, ramenya minta ampun.

Makanan utama versi melayu bisa berganti-ganti. Kadang nasi goreng, nasi putih, atau dari mi-mi an. Nasi lemak juga disediakan. Agak beda denga Puteri Pacific yang menyediakan Nasi lemak setiap hari saat saya menginap di sana. Jus buah standar dan susu segar juga disediakan. Buah-buahan cukup lengkap.

Apa lagi ya? Kayaknya sudah cukup banyak. Tulisan tentang jalan-jalannya akan saya sampaikan dalam tulisan yang lain. Terlalu banyak kalau semua dimasukkan dalam satu tulisan. Foto? He he he, bandwidth terbatas nih, kalau upload foto, habis deh. Untuk foto silahkan lihat di situsnya trip advisor.

  • Share/Bookmark

Tips dan Trik Jalan-jalan Hemat di Malaysia dan Sekitarnya

Sunday, May 10th, 2009

Setelah bertahun-tahun tinggal di Malaysia, akhirnya punya kesempatan juga untuk jalan-jalan. Maklum waktu baru-baru datang sibuk untuk adaptasi dulu dengan lingkungan. Pas udah cocok, baru deh kepengen lihat-lihat dunia lain.

Jalan-jalan ngga jauh dari biaya perjalanan, tempat tinggal, makan, dan beli oleh-olehnya. Biaya untuk masing-masing keperluan itu ternyata bisa disiasati supaya minimal dengan hasil maksimal. Kita bahas satu-satu.

Biaya perjalanan biasanya cukup besar, berkisar antara 20 – 40% biaya keseluruhan. Perjalanan yang panjang bisa dilakukan melalui darat, laut, atau udara. Biasanya sih laut adalah yang paling lama, diikuti darat, dan yang paling cepat lewat udara.

Secara umum, untuk perjalanan jauh naik kendaraan umum akan lebih murah bila dibandingkan dengan naik kendaraan pribadi. Tetapi kalau jumlah peserta perjalanan banyak malah bisa lebih murah kalau naik kendaraan pribadi. Misalnya seperti perjalanan ke Penang dari rumah saya di Tronoh, teman yang memakai bis dengan keluarganya malah mengeluarkan biaya lebih mahal dibandingkan saya yang memakai mobil sendiri.

Tetapi semakin jauh perjalanan tetap kendaraan umum akan menjadi lebih murah. Apalagi kalau tersedia kereta api. Sebagai bandingan, biaya kereta api dari tempat saya ke KL itu bisa cuma 60% biaya bis. Waktu perjalanan bagi bis dan kereta api cukup tepat waktu. Tinggal lihat di jadwal, insya Allah pergi dan sampai pada waktu yang telah ditentukan. Agak beda dengan sistem bis di Indonesia yang kebanyakan belum berjadwal. Bis menunggu sampai penumpang agak penuh baru berangkat. Di Malaysia, penuh ga penuh begitu jam berangkat ya langsung cabut.

Kalau mau naik pesawat, perjalanan memang bisa lebih cepat. Tapi kalau menghitung dengan waktu check in dan tunggu pesawat, kadang malah jadi lebih lama. Cuma untuk perjalanan yang jaaaauuuuh, ya tetap lebih menguntungkan. Misalnya kalau mau jalan-jalan ke Indonesia.

Kalau mau murah naik pesawat, sering-seringlah lihat website perusahaan penerbangan. Beberapa kali dalam setahun mereka mengadakan promosi yang memungkinkan kita memperoleh harga super murah. Misalnya saja pesawat Airasia yang kalau masa promosi, dengan harga Rp. 250.000,00 kita bisa pergi dan pulang ke Indonesia. Maskapai yang agak mahal seperti KLM pun juga sering kasih harga murah untuk PP. Misalnya saja, sewaktu supervisor saya pulang ke Indonesia, tiket pesawat untuk pembantunya dibelikan pp seharga RM 300. Kalau satu arah saja, harganya bisa RM 1300. Pengiritan RM 1000 atau sekitar 3 juta rupiah meskipun tiket baliknya ngga kita pakai lagi. Dari Indonesia ke KL harga tiket pp biasanya lebih mahal, ga tau kenapa.

Untuk penginapan, orang biasa pilih tempat back packer untuk mendapatkan harga murah. Kalau bawa keluarga tentu ngga bisa dong ke tempat back packer. Akhirnya memang harus ke hotel juga biar bisa dapat tempat yang nyaman buat keluarga.

Harga hotel bagus ga selamanya mahal. Misalnya saja kalau dibandingkan dengan back packer, sebuah hotel bintang 4 di georgetown Penang harga normal RM 400, bisa kita dapatkan dengan harga RM 130, yaitu sama dengan kamar keluarga di losmen Replica Inn Jalan Petaling. Bedanya sangat jauh, misalnya kita dapatkan kamar mandi besar dengan bathtub, air minum dan snack gratis di kulkas kecil, dan juga dapat sarapan.

Gimana caranya dapatkan harga murah itu? Sekali lagi, sering-seringlah lihat website hotelnya langsung. Cari bagian promosi dan dapatkan harga miring dari sana. Memakai jasa agen perjalanan juga bisa. Bahkan dengan akses ke agen perjalanan kita bisa dapatkan informasi beberapa hotel sekaligus untuk perbandingan. Misalnya yang sering saya pakai adalah mitra.travel , pyotravel.com.my, cuti.com.my, pinganchorage.com.my. Untuk mendapatkan hasil review orang yang pernah tinggal di hotel tersebut, saya biasa kunjungi www.tripadvisor.com.

Kalau bisa anda jadi member kartu beberapa supermarket besar. Misalnya di Malaysia sini, kalau anda pemegang kartu Jusco, anda bisa dapatkan harga hotel yang diskonnya bisa lebih dari 50%. Dari website agen perjalanan juga bisa murah, asal anda punya kartu kredit.

Makan juga bisa jadi sumber pengeluaran yang besar. Kalau memungkinkan cobalah cari hotel atau apartemen yang menyediakan kompor memasak kalau kita tinggal cukup lama di suatu tempat. Misalnya sewaktu kawan saya berkunjung ke Singapura, mereka memilih apartemen di Lucky Plaza yang menyediakan kompor. Untuk keperluan makan sehari-hari mereka membeli beras dan lauk dingin siap masak saja. Dengan begitu pengeluaran bisa ditekan sampai tinggal 30% nya untuk makan saja.

Beli oleh-oleh juga bisa dicarikan yang murah. Jangan pernah beli oleh-oleh di Mall karena harganya pasti super mahal. Pergi ke pasar rakyat yang biasanya lebih murah. Jangan menawar dulu, tapi putari dulu pasar itu untuk mendapatkan perbandingan harga. Misalnya di Jalan Petaling, ternyata daripada susah menawar harga di bagian dalam, di ujung luar pasar ada kios yang menjual dengan harga paling murah.

Untuk keperluan masuk ke tempat wisata, biar murah ya enak pakai paket keluarga. Jalan-jalannya kalau sudah ada website seperti www.gothere.sg kayaknya enak juga. Bisa membandingkan antara mode perjalanan satu dengan yang lainnya. Kapan ya kira-kira di Indonesia ada yang seperti itu?

  • Share/Bookmark