Sori, jadi gatel mau nulis ini. Ini tentang Chris John. Sekali lagi, tentang Chris John, Super Champion kelas featherweight WBA. Super Champion, yang artinya berhasil mempertahankan sabuk juaranya sebanyak 10 kali berturut-turut. Ga cuma di Indonesia, ternyata CJ mampu mempertahankan gelar juaranya di luar negeri, bahkan di Amerika Serikat.
Pertandingan terakhir adalah melawan Rocky Juarez di Houston, tempat asal lawan CJ ini. Selaku tuan rumah, RJ diuntungkan oleh wasit katanya. Saya belum tonton, tapi insya Allah akan saya tonton pertandingannya di youtube.
Beberapa media dan forum tinju juga mengakui kalau CJ, petinju Indonesia dengan logat Jawa ini yang menjadi pemenang pertandingan malam itu. Coba lihat statistiknya: 344 pukulan masuk berbanding 206 dari lawannya, 155 – 122 powershots, 29% – 26% akurasi, yang kesemuanya dimenangkan oleh CJ. Tapi wasit dari Amerika sono memberikan angka seri 114 – 114, meskipun dari wajah bonyok Juarez sudah jelas CJ yang menang.
Ini ga bohong, coba lihat ulasannya di sini dan di sini. Bahkan penontonnya sendiri heran dengan keputusan seri ini. Dasar Amerika ga mau kalah sama Indonesia, merampok kemenangan orang pun dilakukan wasit.
Ya sudahlah, sekarang yang penting CJ tetap memegang sabuk juara dan akan semakin menanjak karirnya. Selamat selamat, dan sebagai bagian dari bangsa Indonesia, saya merasa bangga dengan prestasimu.
Posts Tagged ‘tinju’
Amerika Ga Mau Kalah Sama Indonesia
Thursday, March 12th, 2009Kamu Harus Tinju Mukanya!
Friday, January 9th, 2009Sewaktu saya kecil, seingat saya tinju tidak pernah jadi olah raga favorit. Meskipun demikian, bintang-bintang tinju baik yang sungguhan maupun yang “rada sungguhan” tetap saya kenal. Soalnya masih hangat pembicaraan jago-jago tinju itu terutama dikalangan orang dewasa.
Nama seperti Muhammad Ali tentu sudah tidak asing. Setelah itu saya sempat kesengsem dengan film Rocky yang sampai bersambung-sambung. Indonesia pun sempat punya juara dunia tinju pertama, bernama Ellias Pical (terakhir saya dengan sudah masuk penjara gara-gara kasus narkoba). Selepas itu dunia tinju diwarnai dengan nama Mike Tyson sampai kasus-kasus yang menyeretnya ke penjara.
Untuk dunia tinju Indonesia sendiri, saya mulai senang nonton lagi ketika ada program Tinju Professional di Indosiar. Saya masih ingat pertama kalinya melihat tinju indah orang Indonesia yang diperagakan Muhammad AlFaridzi dan Chris John. Kalau dua orang itu bertanding, saya sering sisihkan waktu menonton meskipun jam tayangnya hampir tengah malam.
Sayang, karir Alfaridzi harus berakhir gara-gara meninggal setelah bertanding. Padahal kalau saya lihat gaya bertinjunya sangat bagus, bisa menyaingi Chris Jhon. Chris Jhon sendiri pada awal karirnya memiliki teknik bertinju yang bagus. Pukulan cepat dan tepat sasaran, meskipun dalam salah satu komunikasi interaktif langsung setelah bertanding salah satu penonton bilang belum kelihatan tenaga. Sing penting, pukulannya masuk dulu dan masuk hitungan angka. Kalo KO sih, ya masih jauhlah katanya.
Sampai sekarang, Chris John masih bersinar sebagai juara dunia tinju dunia kelas bulu WBA. Bahkan dia mendapat gelaran “Super Champion” setelah berhasil mempertahankan gelarnya sebanyak 10 kali. Bertandingnya pun ngga cuma jago kandang. Dia sudah bertanding mempertahankan gelar di Indonesia 6 kali, Jepang 3 kali, dan Australia 1 kali.
Saat ini, Chris John berencana mempertahankan lagi gelarnya di Amerika Serikat 28 Februari 2009 nanti. Pingin sih nonton, tapi mana ada TV yang menyiarkan langsung di sini ya. Terus, masih penasaran sih, apa logat Jawanya Chris John masih medhok ga ya? Ayo Chris, kamu harus tinju mukanya sampai KO!