Entries RSS Comments RSS

Posts Tagged ‘Travel’

Jalan-jalan ke Genting Highland

Thursday, October 8th, 2009

Genting highland adalah sebuah kota hiburan di Malaysia. Di sana ada bermacam hiburan seperti pertunjukan artis, permainan video, judi (hiburan kah?), dan taman tema. Seperti namanya, memang Genting terletak di tempat yang tinggi.

Untuk sampai di sana, kalau tidak punya kendaraan sendiri kita bisa naik bis. Ada bis umum yang bertolak dari Titiwangsa. Tapi, Genting Highland punya layanan bis sendiri yang bisa diakses dari banyak tempat diantaranya adalah Puduraya, KL Sentral, dan Gombak.

Layanan bis ini bisa dibeli terpisah atau secara paket dengan layanan lainnya. Misalnya bisa dibeli dengan cable car atau di Indonesia juga dikenal sebagai kereta gantung atau gondola. Malah kalau mau lebih murah, beli saja paket Go Genting yang menawarkan ongkos pergi pulang dan taman tema luar.

Kebetulan ketika saya ke sana, saya pakai paket Go Genting yang berharga RM 140 untuk 4 orang. Jam keberangkatan dan jam pulang bisa dipilih sendiri. Untuk kenyamanan, pergi nya pagi dan pulangnya sore. Jangan pulang terlalu malam.

Perjalanan bis, sekitar 45 menit dari KL Sentral ke Genting Cable Car. Dari sini kami naik Cable Car terpanjang di Asia tenggara katanya. Cable car menuju ke atas. Cukup mengerikan bagi yang takut ketinggian. Makanya, lebih baik pulang sore hari ketika kita masih bisa melihat sinar matahari. Kalau malam, suasana seram ketinggian bertambah besar dengan kegelapan di luar cable car.

Pagi hari orang belum begitu ramai, jadi ngga terlalu lama menunggu giliran untuk sampai ke atas. Di stasiun atas, ternyata banyak kabut yang menyelimuti kompleks hotel dan taman permainan.

Setelah sampai di atas, mencari taman tema agak susah. Ternyata taman tema berposisi setelah kasino (tempat main judi). Kalau mau masuk sini, selalu di tanya kartu identitas (IC) kalau berwajah asia. Soalnya warga negara Malaysia yang beragama Islam dilarang masuk ke dalam kasino. Tapi ada teman saya yang iseng masuk, ditanya IC dia kasih passport. Ternyata boleh tuh masuk ke dalam. Artinya, agama apapun boleh masuk ke sana asal bukan warga negara Malaysia. Ngga tau deh sekarang masih bisa seperti itu atau ga.

Kembali ke taman tema. Paket yang saya ambil termasuk taman tema luar (Outdoor Theme Park). Jumlah mainan cukup banyak. Kebanyakan bisa untuk keluarga / anak-anak. Daftar permainan lengkap bisa dilihati di websitenya.

Untuk permainan yang agak menyeramkan, biasanya ada syarat tambahan. Misalnya ketinggian dan berat badan. Enaknya di sini yang antri ga terlalu banyak seperti di Dunia Fantasi. Jadi kalau mau coba yang asyik-asyik, cukup ngantri ngga sampai sejam sudah bisa masuk. Apalagi kalau sudah sore dan bukan hari libur, biasanya makin sedikit yang antri.

Harga makanan standar saja. Hampir sama dengan harga makanan di KL. Jadi ngga usah terlalu khawatir kelebihan belanja makanan. Harga KFC pun sama dengan yang lain.

Harga paket Go Genting terhitung murah, karena untuk ongkos pulang pergi saja sudah lebih dari RM 18. Artinya kalau kita naik dua permainan, harga yang dibayar sudah impas. Apalagi seperti anak-anak saya yang main bumper car (bom bom car di dufan) sampai 7 kali, belum terhitung permainan lainnya, tentu sudah sangat murah.

Oh iya, biar jangan kecewa, coba lihat jadwal maintenance anjungan permainan di website genting. Jadi jangan sampai sudah berharap banyak pingin main sesuatu eh ngga kesampaian gara-gara sedang diperbaiki. Setidaknya saat saya ke sana, ada 3 anjungan yang sedang diperbaiki tapi secara umum kami sekeluarga sudah cukup menikmati permainan yang ada.

Pengen ke sana lagi? Kemungkinan besar iya. Dufan masih terlalu jauh sih, hehehe. Harga lebih mahal dan ngantri lebih lama. Biar dinikmati dulu deh di sini.

  • Share/Bookmark

Visit Singapore Through Malaysia

Sunday, July 26th, 2009

I went to Singapore once with my family, June 2009. But I didn’t stay in Singapore. I stayed in Johor Baru, one of Malaysian big cities near Singapore.

From my place in Perak, I used train to get to Johor Baru. Actually there is a regular train that serve daily journey from Ipoh to Johor (also to Singapore), but the time is not right. This train departs from Ipoh around 11 am and arrives in Johor at 8 pm (Singapore 10 pm). It is not a right time to find any place or walking around, especially when you bring your family.

So, by checking the train schedule from KTMB, I found shuttle train from Ipoh to KL early in the morning and a train from KL to Johor (also to Singapore) that departs at 8.30 am. The time was just right, I arrived at Johor Baru Train Station around 2 pm. If you haven’t book any hotel, this is just a right time to look for your hotel. Anyway, some people said that Johor is not quite save, especially at night. So I made the right decision :)

I already booked a hotel room for my family. Sometimes if you check the official web site of a hotel, you can get a good bargain. This time I took a family holiday package from a 5 star hotel, The Puteri Pacific Hotel. The price was good, comparably cheap with apartments in Singapore. For a comparison, you can have an apartment for two person in Lucky Plaza Singapore for S$ 80/night (2 person). I got RM 260/day for my family (2 adults, 3 children) in a suite. That’s roughly almost the same price if you count the kids for the apartment. So why bother a small apartment room if you can get a big deluxe room?

Any way, you can go to Singapore early in the morning since the intercountry bus is operating from 6 am to 11 pm. As soon as we finished our breakfast, we went to Singapore by bus. We have to alight twice, for Malaysian Immigration and Singaporean Immigration. Don’t forget to fill the white card :) . You can go by train too, but this train only operating early in the morning, around 5 am.

If you don’t have any problem, you can get to Singapore only in 30 to 60 minutes. Unfortunately, I had a problem. I don’t know what kind of problem because the officers didn’t do or ask any strange questions. Any way, it took 1.5 hours for us to get to the first bus station, the Kranji Bus Station which is also an MRT station.

From this station, actually I can go to Singapore Zoo by MRT and Bus, but according to gothere guideline, a taxi will cost a little bit higher for the four of us. So we took a taxi to the Zoo, faster and you don’t have to walk a lot.

The zoo is not a large zoo, but nicely arranged for walker. Don’t take a tram, because it is not worth it. Just take a walk, and you can see the animal collection. If you take the tram, you won’t be able to see the collection clearly. Most of the collection requires you to walk to the cage and see the animal, not from the tram.

My children only enjoyed the children facility, such as water park which is availabe for free. We spent our time mostly on the kidz zone, not seeing the animals :) . Anyway, you can spend as much as time you can for the Zoo, but roughly 2 hours is enough to see all the collection.

After we finished, we went to Singapore Science Center by Taxi. It is quite far from the zoo. The place has so many attraction such as theater and some science exhibition counters. The one I don’t like from this place is the counters are separated in parallel.  If we don’t know where to go, we might miss some of the exhibition.

From science center we went to Jurong East MRT by taxi and continue the journey to Bugis Street for souvenirs. You can find cheap souvenirs here, especially the middle shop. Indonesian likes to shop souvenirs :) , so this place is not to miss.

After some souvenirs shopping, we went to Merlion Park by taxi. Unfortunately, it was already pass working hour. The taxi charged a surcharge that cost me more than the taxi fee itself. Anyway, we only took some pictures with the Merlion background and ready to go to the busiest part of Singapore (Maybe :) ), The Orchard Road.

Not much to see in Orchard Road, since Department Store are all the same in Singapore or Malaysia or even in Indonesia. So we just took a little walk and luckily found Indonesian food corner at the Lucky Plaza.

Don’t worry about transportation, as long as you can manage the time before 11 pm, you can still find public transportation, including the one to Malaysia. So if you still want to go to Sentosa Island to see Song of The Sea, you still have time.

We arrived at our hotel around 11 pm with so many places already visited in Singapore. So, it is enough for us to get around Singapore in one day.

Tips:

  • Prepare for small money if you want to take buses, they don’t provide change.
  • Use taxi if you have more than 3 person
  • Please check the route by using gothere.sg

Have a nice trip to Singapore !! :) :) :)

  • Share/Bookmark

Things to Do in KL

Friday, July 24th, 2009

Writing in English? Why not? He he he, after a long long time this is my first attempt to write another English post in School of Universe. Just a rewrite of my previous post in Bahasa Indonesia. It is about my journey in KL with my family.

The first thing you have in mind before you come to Malaysia probably is this: PETRONAS TWIN TOWER. Yes, this is one thing that if you put into your photograph people most likely already know that you are in Malaysia. The same thing goes with Merlion in Singapore, Eiffel Tower in France, or Liberty Statue in USA.

To get to Petronas Twin Tower from Airport is easy. Upon arriving at the airport, you just have to take a feeder bus or rent a car to get to KL. Feeder bus will take you to KL Sentral. This is the biggest train station in KL, with commuter, LRT, and intercity train available.

Feeder bus cost you only a little money. RM 8 to RM 9 ticket fare is available, depending on the bus. Even Star Shuttle bus can take you to places like hotel for only a small additional fare (RM 12 to get to any hotel in KL). It is per person fare. Rented car or taxi is available for more than RM 80.

When you are in KL, you have to decide where to stay. If you go on a budget, you can either take Petaling Street or near KL Sentral for you stay. Both places offer budget hotels or even dormitory style hostels.

If you plan to visit other places by train, such as Singapore, Thailand, or even other Peninsula places of attraction, it is better for you to stay near KL Sentral. Even other places in KL such as Petronas Twin Tower or Genting Highland public transportation is reachable from KL Sentral.

If you stay in Petaling Street, you can get to puduraya bus station by walking. This is convenient if you plan to go to other places in Malaysia by bus. For example, if you want to go to Melacca so puduraya is the only place to visit since you only can take bus to Melacca from here. You can go around KL if you buy a rapidKL bus ticket only for RM 2 per day. It means that you can re use the ticket as long as the journey is on the same day.

Petaling Street itself is a shopping destination for most tourists. You can buy cheap souvenirs here such as key chain, t shirt, or even imitation bags. A beer corner is also available for European tourists.

Back to Petronas Twin Tower. At least there are 5 things you can do near Petronas Twin Tower. The first one of course, taking pictures of you with the twin tower as the background. The second on is taking a walk around the KLCC park which is considered as a very save place for foreigner. The third one is to see the water laser attraction at the park or you can even take your children to a public swimming poo. The forth one is to visit Petrosains and Dinotrek2. The fifth one is to visit the Petronas Sky Bridge.

KLCC Park from Petronas Sky Bridge

The hardest thing to do is probably to visit Petronas Sky Bridge. You have to ask for free ticket to visit this one. Since it is a free ticket, don’t expect you will get one if you come late. Most smart visitor will come early in the morning even before the ticket counter open. When I came near 8 am, I only managed to get ticket for 4 pm shift. So if you want to get morning shift tickets, please come before 8 am.

Every shift can only take around 20 people. That includes children and babies. So you have to ask a ticket for your baby too. One person can ask for a maximum of 5 tickets.

One shift will take about 20 minutes to finish. That includes a short film before you enter the lift that will take you to level 41 in 41 seconds. There is a guide that will explain the history of Petronas Twin Tower and guide you through the 20 minutes journey.

Petronas Sky Bridge Interior

Other places you might be interested in when you are in KL probably KL Tower, the Royal Palace and Putrajaya. The last two are not accessible by public transportation. But if you insist to go there, you can join a short tour that will cost you more than RM 100 per person. If you can arrange a private tour with your friend, may be it is cheaper to rent a car to take you there. As for the guidance you can join other tourist for some explanation from their guide :) .

If you are not a backpacker or if you prefer a higher class of hotel you can consider The Zon Hotel as your place to stay. If you bring family, you can have a 2 bedrooms suites for a cheap price. Please go to the official hotel website for reservation, it is cheaper than any travel agent’s offers.

There you can have a family room, dining room, and a basic kitchen with a lot of kitchen utensil that can fulfill your needs. Below are some pictures when I stayed there.

Family Room, The Zon

Dining Room, The Zon

Dining Room, The Zon

Kitchen with Toaster, Microwave, Rice Cooker, and Gas Stove

Kitchen with Toaster, Microwave, Rice Cooker, and Gas Stove

So, have a nice trip to KL :) .

  • Share/Bookmark

Jalan-jalan Singapore III

Sunday, June 7th, 2009

Alhamdulillahirobbil ‘alamin. Puji Tuhan. Terima kasih atas perlindungan bagi keluarga kami selama dalam perjalanan dari rumah sampai kembali lagi ke rumah.

Baian ketiga dari seri jalan-jalan ke Singapore. Kali ini tentang perjalanan ke Singapore nya. Saya juga mau mengucapkan terima kasih buat teman-teman yang kasih info tentang jalan-jalan di Singapore.

Berdasarkan cerita teman, maka terpilihlah tempat tujuan kunjungan kami seperti berikut ini:

  • Zoo Singapore
  • Singapore Science Center
  • Bugis Street
  • Merlion Park
  • Orchard Road

Perjalanan sangat terbantu dengan adanya situs petunjuk jalan gothere. Dengan adanya situs ini saya bisa merencanakan lama perjalanan dan transportasinya. Thanks buat Riwut Libinuko atas informasi situs ini, membantu banget.

Dari JB kami merencanakan berangkat jam 7.30 pagi supaya bisa sampai di Singapore pagi sekali. Sayang karena satu dan lain hal maka kami baru bisa berangkat jam 8.30, molor satu jam. Dari Terminal Kotaraya II, kami naik bus SBS transit 170 plat biru. Dari sana kami menuju check point Malaysia. Kami harus ngecap passport dan sempat ditanyakan white card Malaysia. Perasaan dulu waktu datang di LCCT ga dikasih white card, jadi agak lama deh ngobrol dulu dengan petugasnya. Setelah itu keluar ke tempat bis lagi.

Di tempat bis, SBS 170 sudah menghilang. Akhirnya kami pilih naik bis CW 1 berwarna kuning sampai check point Singapore. Di sana turun lagi dan harus mengisi white card. Lama nulis eh di imigrasi ada masalah lagi. Ga tau kenapa, passport saya ditahan dulu sedangkan keluarga saya lolos. Saya harus menunggu di ruang interogasi mungkin lebih dari setengah jam. Ngga ngapa-ngapain sih, cuma nunggu doang. Diambil sidik jari dan ditanya tentang i-card Malaysia dan uang. Semua dibawa istri jadi ngga ditanya apa-apa lagi, langsung di cap dan pergi ke tempat keluarga.

Setelah itu ke tempat bis lagi, udah hilang bis CW 1, tapi untungnya ada bis SBS 170 plat biru lagi. Tinggal naik karena sudah punya tiketnya.  Sampai di MRT Kranji hampir jam 10. Udah siang. Ongkos ngga sampai RM 10 karena masih pake mata uang Malaysia. Nunggu taksi ke Zoo, sebentar saja. Ongkosnya pun ternyata lebih murah dibandingkan harga yang ditampilkan gothere. Langsung foto-foto dan beli tiket.

Di depan Zoo Singapore

Di depan Zoo Singapore

Zoo nya bersih juga dan lumayan menarik. Tapi atraksi yang paling menarik buat anak-anak cuma kidz world nya aja. Binatang mah cuma dilihat sekejap saja. Pertunjukan binatang juga cuma dilihat ga sampai 5 menit. Di kids world hampir habis waktu 2 jam. Akhirnya siang juga deh kami keluar dari Zoo.

Kolam Renang di Kidz World, Zoo Singapore

Kolam Renang di Kidz World, Zoo Singapore

Dari Zoo, kami naik taksi lagi ke Science Center. Tempat seperti ini ada juga di TMII tapi koleksinya lebih lengkap. Katanya untuk bisa mencoba semua, perlu 7 hari penuh. Karena itu ya kami cuma lihat-lihat saja. Buat anak-anak rasanya lebih menyenangkan main di Zoo daripada Science Center.

Dalam Science Center

Dalam Science Center

Dari Science center kami ke MRT Jurong East. Di sini ada tempat makan yang murah meriah. Nasi Padang Bo, cuma S$ 4.50 saja. Nasi ayam juga cuma S$ 3. Murah dibandingkan di Zoo atau Science Center.

Dari sini kami pergi ke Bugis Junction. Dari MRT, naik satu lantai dan langsung keluar ke Bugis Street. Ga jauh, cuma nyebrang jalan doang. Bugis Street mirip dengan Petaling Street di Malaysia. Kalo pintar nyari, bisa juga koq dapat souvenir harga murah. Misalnya ada gantungan kunci seharga S$ 10 untuk 18 buah. Baju juga ada yang S$ 10 untuk 4 buah dengan kualitas yang cukup baik.

Selesai beli souvenir, kami pergi ke Merlion Park. Sayangnya sudah sore jadi surcharge sudah berlaku. Kalau ga pake surcharge, ongkos taksi ga sampai 5 dollar. Tapi karena ada surcharge, hampir 10 dollar kami harus bayar. Di Merlion Park, kami foto depan patung Merlion, latar Esplanade, dan Singapore Flyer.

Merlion Park

Merlion Park

Dari Merlion Park, kami pergi ke Orchard Road di belakang Lucky Plaza. Ongkosnya hampir 20 dollar karena kena surcharge. Kalo ga pake surcharge ga sampe 8 dollar. Untuk menghindari surcharge, jangan pergi terlalu pagi atau terlalu sore. Setelah jam 6 sore kena surcharge yang lebih besar dari ongkos.

Soal makan, ga masalah. Di MRT Jurong East (EW 24) dan Lucky Plaza ada makanan Indonesia yang halal. Bahkan di Lucky Plaza itu kedai makannya dikunjungi juga lho oleh selebriti macam Afghan dan Teddy Syach. Yang beli juga orang Indonesia keturunan China.

Yang membuat saya bangga terhadap saudara keturunan kita, mereka tetap menganggap diri mereka bagian dari Indonesia. Ada teman saya yang kerja di Singapore, tetap menganggap dirinya orang Jawa. Makannya sama seperti kita, suka dengan soto, gado-gado, rawon, dan sejenisnya. Bravo.

Makan di Lucky Plaza

Makan di Lucky Plaza

Ternyata cukup juga ya keliling Singapore dalam satu hari. Seandainya datang lebih pagi, kayaknya bisa juga deh pergi ke Pulau Sentosa. Ga ada yang aneh dan berlebihan tentang Singapore. Di bagian yang sepi orangnya, ya terlihat bersih dan teratur. Kalau di tempat rame, ga ada beda dengan KL atau Bandung. Sumpek dan agak kumuh hehehe. Sorry to say, itu kenyataannya. Memang sih, di Singapore jauh lebih aman. Polisi kelihatan di mana-mana dan hukuman untuk penjahat juga cukup membuat orang ngeri.

So, tempat wisata mana yang lebih OK? Bandung tentu lebih OK hehehehe. Visit Bandung Year aja dah. Ke KL dan Singapore, cukup untuk foto-foto aja kalo udah pernah pergi ke sana.

Total jendral 3 hari 2 malam, untuk pergi ke Singapore, masuk tempat wisata, makan, naik kereta, nginep di hotel berbintang 5, dan banyak naik taksi dalam Singapore bahkan di JB, habis sekitar RM 1600. Murah meriah dan menyenangkan.

  • Share/Bookmark

Jalan-jalan Singapore II

Sunday, June 7th, 2009

Alhamdulillahirobbil ‘alamin. Puji Tuhan. Terima kasih atas perlindungan bagi keluarga kami selama dalam perjalanan dari rumah sampai kembali lagi ke rumah.

Terusan tulisan sebelumnya tentang jalan-jalan ke Singapore. Perjalanan sekeluarga, 2 dewasa, 2 anak, dan 1 bayi. Kali ini bahas pemilihan tempat menginap.

Kalau anda single atau cuma berjalan bersama kawan, pilihan tempat menginap ngga akan jadi masalah. Datang tanpa kepastian pun ayo-ayo saja. Bisa pilih dari yang paling murah sampai yang paling mahal asalkan masuk kantong. Beda dengan saya yang bawa keluarga dengan banyak anak.

Menurut kawan saya, tersedia tempat penginapan murah di Singapore dari harga S$ 40 sampai S$ 90 perkamar untuk satu atau dua orang. Saya bahas yang untuk keluarga aja ya, dari pengalaman teman saya mereka menginap di Lucky Plaza di jalan Orchard. Satu kamar untuk 2 kepala seharga S$ 80. Ada tambahan kepala lagi, nambah S$ 10 per kepalanya. Kamar mandi bisa barengan atau yang dalam kamar. Harganya tentu beda. Enaknya ada kompor yang bisa dipake masak sendiri. Setidaknya masak nasi bisa sendiri, atau kalau bawa makanan instant boleh juga tuh. Lucky Plaza juga tempat yang memiliki warung-warung masakan Indonesia dan warung padang. Ngga masalah deh tentang makanan di tempat ini.

Hitung-hitung kalo sekeluarga kami paling ngga perlu S$ 120. Itu cukup banyak lho. Akhirnya kami pilih Johor Bahru untuk tempat menginap. Banyak hotel murah di sana, dan untuk referensi mengenai hotel kami pilih tripadvisor. Di sana bisa lihat review hotel dan juga foto-fotonya. Awalnya kami mau pilih yang murah, tapi setelah pikir-pikir kenyamanan kami pilih Hotel The Puteri Pacific. Kebetulan ada promosi liburan keluarga yang ngasih extra bed, complimentary goodies, complimentary fruit basket, breakfast untuk sekeluarga dengan harga diskon. Lebih murah daripada pakai agen perjalanan. Saat ini malah ada promo harga RM 150 semalam, lebih murah daripada hotel bintang3, padahal ini hotel bintang 5 lho.

Fasilitas dalam kamar juga bagus. Kami dapat imperial deluxe room yang harga aslinya di atas RM 500 semalam. Dalam kamar sudah disediakan kasur king size dan single size. Sudah cukup banyak kasur pun, masih lega ruangnya.

Perlengkapan standard nya adalah TV dengan 25 channel, complimentary mini bar yang berisi 8 kaleng minuman ringan, dua minuman mineral dan satu kantong chip kentang. Isi lemari ada deposit box, dua towel model jubah (ga tau namanya apa ya hehehe, dasar wong ndeso), slipper dua pasang, dan beberapa gantungan baju. Lemari juga ada banyak, cukup buat nyimpan baju perjalanan 3 hari dua malam kami.

Kamar mandi dilengkapi bath tub dan sebuah shower room. Kelengkapannya juga lebih baik daripada hotel Berjaya di Penang atau Hotel The Zon KLCC. Sasabunan dan sasampoan sampai ke conditioner dan lotion disediakan dua set. Biasanya di tempat lain cuma satu set saja. Selain itu sikat gigi, odol, sampai cukuran jenggot juga disediakan. Hair dryer tinggal pake.

Hari pertama dan terakhir kami hanya di hotel untuk istirahat. Hari ketiga saja saya mengantar anak-anak berenang di kolam renang hotel yang lumayan besar untuk keluarga. Air bersih dan ada life guardnya. Aman dan menyenangkan.

Breakfast gratis adalah pengalaman pertama buat anak-anak. Pilihan makanan cukup banyak tapi tidak sebanyak hotel The Zon. Pada saat saya datang, cuma nasi lemak saja yang disediakan sebagai variasi nasi selama dua hari. Kalau di The Zon, kadang ada nasi lemak, nasi goreng, dan nasi putih. Agak membosankan sih pilihan menu breakfastnya.

Lokasi hotel ini cukup dekat ke mall dan terminal bis ke Singapore. Ke Mall paling jalan  5 menit lewat jalan tikus sudah sampai di City Square. Mall yang cukup besar dan ada warung nasi padang di dekatnya hehehe.

Ke terminal bis juga jalan kaki sekitar 5 – 10 menit. Ga jauh koq. Pakai taksi ke terminal bis atau terminal kereta api juga ngga sampai RM 10.

Oke, segitu dulu cerita tentang penginapannya. Tulisan sambungannya adalah keliling Singapore nya. Mudah-mudahan belum bosan.

  • Share/Bookmark

Jalan-jalan Singapore I

Sunday, June 7th, 2009

Alhamdulillahirobbil ‘alamin. Puji Tuhan. Terima kasih atas perlindungan bagi keluarga kami selama dalam perjalanan dari rumah sampai kembali lagi ke rumah.

Perjalanan ke Singapore ini agak panjang ceritanya, jadi kayaknya enak kalo dibikin jadi 3 tulisan. Tulisan pertama ini akan bercerita tentang perjalanan kereta api dari rumah ke tempat tujuan. Tadinya mau dibikin judul JJS ( Jalan Jalan ke Singapura ), tapi takut terlalu pendek, padahal ceritanya panjang. Ngga jadi disingkat deh judulnya.

Perjalanan kami sekeluarga, 2 dewasa, 2 anak, dan 1 bayi diniatkan perjalanan 5 bintang dengan biaya terjangkau. Bahasa Inggrisnya biar keren: 5 stars on a budget. He he he. Nabung 3 bulan biar bisa kebayar semua dengan uang sini, ngga ngambil uang Indonesia. Hidup peret demi perjalanan nyaman.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya ke Penang, perjalanan itu jangan dibikin terburu-buru. Santai saja, nikmati tempat wisatanya. Take your time. Karena itu kami pilih perjalanan 3 hari 2 malam biar sempat jalan-jalan dan juga istirahat. Bagaimanapun, rocker juga manusia. Perlu istirahat yang cukup biar ga sakit dan tetap bisa mengunjungi tempat wisata.

Biar nyaman, kami pilih kereta api untuk mengantar kami ke dekat tempat tujuan. Untungnya ada website Keretapi Tanah Melayu Berhad alias KTMB. Dari sana kami bisa memilih jadwal keberangkatan dan kepulangan yang sesuai.

Sebenarnya, ada kereta api langsung dari kota dekat tempat saya (maklum saya kan di luar kota) ke Singapore. Sayangnya perjalanan dari siang dan sampai di sana cukup malam. Jadwal kereta berangkat  jam 11 siang dan sampai jam 10 malam. Wah, buat yang bawa keluarga seperti saya rawan juga, karena kami harus cari tempat tinggal. Urusan cari tempat menginap ini akan jadi tulisan satu lagi.

Akhirnya kami pilih perjalanan putus-putus. Dari stasiun kereta Batu Gajah, berangkat jam 4.30 pagi ke KL Sentral. KL Sentral adalah stasiun kereta api terbesar di Malaysia karena merupakan hub berbagai macam kereta api ke berbagai tujuan. Jadwal sampai jam 7.30 dan bersiap berangkat kereta berikutnya ke arah Singapore jam 8.30.

Ada dua kelas tempat duduk untuk kereta api shuttle dari Ipoh ke KL Sentral ini. Kelas ekonomi (Economy) dan kelas 2 (Second Class). Harga tiketnya untuk dewasa adalah RM 10/RM17 dan anak RM 6/RM 10. Bedanya hanya dikelegaan dan hiburan TV. Kalo dalam gerbongnya sih sama-sama ber air con (kayak judul pelem ajah).

Kelas 2 memiliki ruang yang lebih lapang. Apalagi buat keluarga yang membawa bayi dan baby stroller. Ada ruang yang cukup besar di depan tempat duduk paling ujung yang bisa dipakai menaruh baby stroller dan luggage yang gede-gede. Di kelas economy, ya lega juga sih, tapi agak susah naruh stroller karena tempatnya ngepas banget.

Tempat duduk dalam kereta dibagi dua arah. Dari sekitar 18 – 19 nomor, nomor 1 – 9 dan nomor 10 – 19 menghadap ke arah yang berbeda. Tidak seperti kereta di Indonesia yang bisa dirubah arah tempat duduknya, di Malaysia tempat duduknya fix arah menghadapnya. Kalo ngga bener milih tempat duduk, ya seperjalanan menghadap ke belakang arah tujuan deh.

Dari Utara ke Selatan, arah tempat duduk yang menghadap ke depan adalah nomor yang besar. Perjalanan sebaliknya yang menghadap ke depan adalah nomor yang kecil. Jadi kalau mau ke arah Singapore/KL, pilih nomor besar supaya bisa menghadap ke depan. Ke arah sebaliknya, pilih nomor yang kecil. Biar lebih tepat, tanya saja ke penjual tiketnya tentang arah perjalanan. Request juga boleh koq.

Kereta ke Singapore yang berangkat jam 8.30 akan sampai di Johor Bahru sekitar jam 3 petang. Cukup siang untuk bisa cari penginapan yang sesuai. Sampai di Singapore juga sekitar jam 4 atau 5 petang. Masih cukup waktu untuk lihat-lihat tempat penginapan yang harganya sesuai. Soalnya sering penuh juga sih, apalagi kalau pas musim liburan atau akhir pekan.

Perjalanan pulangnya, dari Johor jam 3 siang sampai di rumah jam setengah dua malam. Kalau dihitung-hitung sih hampir sama juga perjalanan ga putus-putus dengan yang putus-putus. Pilihan nya ada di anda sendiri. Mau datang ga pas jam cari penginapan atau yang agak pas.

Selesai dulu cerita di bagian pertama ke Singapore memakai kereta api. Disambung lagi nanti bagian keduanya ya.

  • Share/Bookmark