Wednesday, April 15, 2020

Berbaik sangka adalah koentji!

"Berbaik sangka adalah koentji! Tanpa latihan keras, mustahil bisa otomatis. Terlebih kepada sesama makhluk yang terlihat fakta dan data. Selincah apapun ngeles dalam berargumen, ada barang bukti yang memberatkan.
.
Meski begitu, harus dipaksa berbaik sangka. Apalagi ke Gusti Allah yang Mahasabar tungguin kita buktiin cinta pada-Nya. Bangun tidur sepertiga malam malah asik berjam-jam mengintip kehidupan teman di medsos, bermain perasaan dari iri, dengki, dkk. Bukannya ambil wudhu, gelar sajadah, dan buktikan cinta pada keluarga dengan doakan kebaikan hingga anak cucu.
.
Akhirnya kesempatan hilang, pagi datang dengan ketergesaan, Dia tak disapa meski semenit. Padahal Dia rindu diajak bicara, kangen pada keluh kesah khas manusiawi. Tapi kita pilih sambat ke medsos, teman, bahkan dipendam.
.
Lupa bahwa Sang Nabi habiskan malam dengan sujud, bukan memupuk kuatir dari kabar-kabar di luar sana. Seharusnya lebih cemaskan hidup di alam kubur dan selanjutnya dibandingkan geger Kak Rona. Berkilah demi cinta tapi bukti tak tampak juga." Ujar Kang Sabar di pasujudan.
.

0 comments:

Post a Comment