Wednesday, April 15, 2020

Dikira jihadnya Kanjeng Nabi itu mudah

"Dikira jihadnya Kanjeng Nabi itu mudah? Tidak. Bagi pejuangnya, konteks saat ini adalah tim medis dan garda depan, berangkat berarti siap kehilangan keduniawian.
.
Adapun non pasukan harus sabar di dalam rumah, tak bergerak, perbanyak doa bagi garda depan dan mohon ampunkan kesalahan sewilayah. Tentu setelah minta pengampunan dosa untuk diri sendiri dengan indikator dimaafkan adalah doa untuk hal sepele otomatis terkabul.
.
Maka wajar jihad di medan bahaya dapat ganjaran surga makblus tanpa hisab. Sama seperti pejuang garda depan yang gugur, apa adanya kembali pada Gusti Allah.
.
Jika pasien sudah maksimal berjuang jaga jarak, perkuat imunitas, masih tetap tak kuat, kunci syahidnya ada di sabar tak sambat saat perawatan, dan syukur atas kemudahan yang mengawali, menyertai, dan menyudahi kesulitan.
.
Jika sebelum jadi pasien ceroboh jaga jarak, tak bermasker, enggan perbaiki imun tubuh, terlebih pas sakit malah penuh emosi dan enggan bersyukur, eling dan waspadalah. Sebab status syahid adalah hak prerogatif-Nya saja." Ujar Kang Sabar mantap di sela menunggu antar adzan.
 

0 comments:

Post a Comment