Tuesday, April 14, 2020

Kepulangan WNI

Ada dua obrolan tentang kepulangan WNI dari luar negeri.
Pertama mereka yang dievakuasi atau dipulangkan karena wabah Korona di Cina. Kedua mereka yang ingin dipulangkan karena keterlibatannya dalam perang di Suriah.
Pro Kontra kepulangan WNI dari mantan mersenaries Suriah atau terancam wabah Korona menjadi jamak karena beberapa kepentingan. Kepentingan tadi terkait dengan persoalan idepolhukkam.
0.1
Pada isu Korona, pemerintah ada dalam posisi lebih condong untuk memulangkan. Alasannya, kberhasilan tadi akan menaikkan tingkat penerimaan publik melalui dua poin kebijakan. Pertama pemerintah akan dianggap sukses atas nama kemanusiaan, dan kedua pemerintah diangggap sukses memenuhi tanggungjawab moral atas nama nasionalisme untuk melindungi warganya dimana pun berada.
Kedua poin tadi dianggap cukup untuk dapat menahan keberatan penduduk Natuna yang wilayahnya dijadikan poin of return atau tempat karantina WNI. Meski demikian beberapa video WNI yang diperlakukan petugas dengan semprotan anti-bakteri atau pestisida ketika turun dari pesawat dengan segera menuai kritik di sosial media. Pemerintah dianggap memperlakukan warga negaranya sendiri secara diskriminatif, ini karena warga Cina yang datang ke Indonesia saja tidak diperlakukan seperti hama.
Setelahnya, pemerintah melalui Menteri Kesehatan mengubah istilah tempat karantina tadi dengan istilah pusat observasi. Beberapa talk-show dimajukan dengan tema atas nama solidaritas dan persatuan untuk meredam protes warga Natuna.
0.2
Sementara di isu pemulangan 600-an WNI yang terindikasi terlibat dengan jaringan mersenaries internasional dan konflik di Suriah pemerintah tidak akan lebih mudah dalam mengeluarkan keputusan.
.... bersambung

0 comments:

Post a Comment