Tuesday, April 14, 2020

Konflik di Teluk Parsi, orang Iran Yang Pedagang

1. AS membunuh Qaseem Solemani, Field Marshal Pratama Pasdaran (Garda Revolusi Iran).
2. Iran meledakkan peluru kendali di pangkalan udara terbesar AS di Irak. Menewaskan puluhan tentara dan melukai ratusan lainnya.
Orang Iran ini sebetulnya dikenali sebagai masyarakat dengan mental pedagang (traders/Bajariiye). Ciri-ciri nya adalah lebih kuat kepada pilihan profits and benefits for all, jika semua bisa untung kenapa harus ada yang dirugikan. Singkatnya orang Iran mudah diajak negosiasi, mereka selalu berpikir taktis dan terlebih strategis jauh ke depan.
Mereka menganut prinsip vasudef khatumbaka; setiap orang hanya mengambil apa yang menjadi bagiannya. Ini ajaran tua sejak kawasan Asia Barat itu menjadi bagian dari jalur perdagangan kuno jalur sutra.
Artinya jika anda bermodal besar anda bisa dan hanya boleh bermain ditingkat produksi, atau grosiran. Jika modal anda sedang maka itu jatah pedagang makelar. Lebih kecil lagi maka itu wilayah pedagang eceran. Dibawah itu lagi maka ada jatah bagi pedagang keliling.
Inti sarinya adalah bila pasar ingin terus berputar maka semua harus mendapatkan bagiannya. Yang bermodal kuat jangan bermain eceran, yang mempunyai kewenangan jangan mudah menekan.
Pola pembagian kewenangan dan bagian-bagian untuk sama-sama untung ini yang membentuk cara orang Iran berdiplomasi.
Jika bermain keras maka mereka akan menaikkan pula intensitasnya. Jika lawan mengulur mereka pun menurunkan.
Sehingga apa pun yang dikerjakan Iran untuk membalas aksi AS di medan Asia Barat (Lihat bagaimana mereka mengubah istilah Timur Tengah menjadi Asia Barat yang melingkupi Afghanistan, Iran, Irak sampai Semenanjung Arab) mestilah itu sesuatu yang terukur dan terbatas.
Mereka tidak akan membakar gudang untuk mengusir tikus

0 comments:

Post a Comment