Wednesday, April 15, 2020

mari fokus pada yang terpenting: kebahagiaan

Di tengah momen krisis ekonomi, sosial, politik, dan runtuhnya sendi budaya sebab Corona, mari fokus pada yang terpenting: kebahagiaan. Masih ada Gusti Allah untuk jadi bahan fokus isi waktu luang sehari-hari. Kanjeng Nabi dikirimi solawat, beliau akan balas mendoakan kita. Pun konsep serupa tapi tak sama di agama lain juga.
.
Upaya medis terus ditempuh sampai maksimal dengan tekad dan kesungguhan tanpa kendor. Kepasrahan juga harus ada sedari awal, tengah, dan usai berusaha pol-polan. Bahwa semua ini adalah gelombang tsunami tak terelakkan. Hanya pada Gusti Allah kita harap pertolongan dan teman.
.
Mengingat Kanjeng Nabi untuk resapi ini sebagai napak tilas kesepian, penderitaan, dan segala kecemasan manusiawi. Menjaga diri dari lakukan maksiat yang rugikan makhluk lain, konsisten minta ampun untuk dosa di masa silam.
.
Persis seperti kita percaya pada hand sanitizer, sabun, dan masker, begitu juga seharusnya pada wirid, entah Qulhu, Fatihah, Yasin, Solawat, dkk. Ingat bagaimana tegangnya momen Gua Tsur?

0 comments:

Post a Comment