Wednesday, April 15, 2020

Mau Dilaknat atau Disayang?


Salahsatu indikator lagi dilaknat Gusti Allah tuh tanaman atau hewan peliharaan yang mati. Tanda disayang ya kebutuhan hidup terpenuhi meski tak dikejar secara hukum alam. Rezeki dari-Nya membludak sampai mampu beri manfaat bagi alam sekitar. Jika mampu, beri makan oranglain, andai tidak ya cukup bagi hewan dan tanaman di sekitar tempat tinggal.
.
Pemilihan tanaman dan hewan juga gak didasarkan selera. Misal suka mawar, seisi taman berisi mawar semua. Sebaliknya, bebas dari kesukaan kita, asal bermanfaat bagi oranglain saja. Mau Sansievera si pembersih udara atau kaktus si pengurang efek elektromagnet, bebas. Bahkan ke rumput si penyimpan karbon terkuat, tugas kita hanya menata agar lebih indah dilihat dan fungsi lebih berkalilipat.
.
Hasil ngurus itu semua ya diberi rezeki yang wallahu’alam, hanya Dia yang tahu. Tak disangka arah, besaran, dan momentumnya. Datang “makbedunduk” sebagai konsekuensi dititipi rezeki pada yang dirawat. Itu kenapa ada yang hobi berbagi ke oranglain tapi tak habis-habis juga hartanya. Jika memang belum mampu secara keuangan, akan lebih baik jika dimulai dari hal terkecil: pelihara tanaman dan hewan.
.
Misal, lumrah klo sering lupa bersihkan genteng, padahal udah lindungi dari panas terik dan hujan. Lebih gampang fokus pada tembok dan lantai yang sering dilihat dan bisa mudah teraba. Kebiasaan sepelekan hal yang gak kelihatan itu bahaya. Padahal jika genteng bocor, percuma punya plafon indah, tembok berwarna-warni, serta lantai bermarmer.
.
Latihan fisik tersebut klo sudah jadi kebiasaan akan merembet ke pembersihan hati. Kayak fil Boboho yang disuruh nimba air terus ternyata malah bisa jurus kungfu tanpa diajarin. Jadi gak sekadar sesuatu dari yang nongol, entah fisik, pendengaran, dan inderawi lain. Ini trik aktifin mata batin yang bisa lihat secara fungsi. Eits, bukan ala-ala Roi Kiyusi, lho, Beb. Terus juga bikin gak gampang salah pilih dan keliru langkah. Autor latihan hati-hati.
.
Susah tahu mana yang berdampak sistemik dan berbuah kafarat besar, kan? Maka dengan lakuin sesuatu penuh kehati-hatian, akan perkecil peluang mencelakai tanpa disadari. Seperti ketika Pasukan Nabi Sulaiman gegerkan kerajaan semut yang panik takut terinjak. Kita idup di dunia ini gak sendiri. Kita juga gak tahu ada di mana Gusti Allah siap menilang. Maka, bersiap kapan saja dan di mana adalah jalan paling aman.
.
Ya, tinggal pilih, mau sayang apa ditendang, kan?
.
Oleh Kapimoda Syanta


0 comments:

Post a Comment