Tuesday, April 14, 2020

Mau Lock-down gimana?

Siang tadi saiya putuskan ke luar rumah untuk mencari tambahan vitamin dan mie instant yang mulai habis.
Selagi mengisi bensin di SPBU yang kosong melompong, saiya meminta petugas mengisikan 20 liter saja sambil mengatakan akan ke bilik ATM sebentar.
Ia adalah pria tiga puluhan dengan jas hujan dan helm ojolnya. Beberapa kali dicobanya menarik uang dan muncul di layar; "Dana anda tidak mencukupi untuk..."
Dicobanya menarik uang lima puluh ribu dan tulisan tadi muncul kembali.
"....kayaknya belum masuk ya. Silahkan pak."
Ia berkata untuk membenarkan kejadian dan berlalu keluar bilik.
Lepas mengambil uang yang tinggal sedikit saiya melihat ia berdiri di depan pintu menghadap jalanan. Saiya memberinya satu lembar dan mengatakan ini buat jajan anak-anak yang sekolah di rumah. Ia menolak dan mengucapkan terimakasih.
"Ini hadiah, bukan sedekah bang."
Ia menerimanya dengan mengucapkan seribu terima kasih.
Sambil menunggu struk yang diambilkan petugas ke bagian dalam saiya meminggirkan kendaraan.
Si pria tadi mendekat dengan motornya dan berkata bahwa ia belum lagi mendapatkan masukan dari kemarin dan uang yang diterimanya itu adalah rejekinya. Ia mengucapkan beribu-ribu terimakasih sambil menangis.
Saiya sering tidak punya uang dan sering sekali mendapatkan kebaikan dari banyak orang. Hanya saja kadang sulit membayangkan bagaimana caranya social-distance diberlakukan antara tukang ojol dan langganannya. Sekarang saja sudah banyak penumpang yang tidak menggunakan jasa mereka.

0 comments:

Post a Comment