Wednesday, April 15, 2020

Nebus Sakit Hati Si Mantan


Kafarat itu bukan turunan kata dari keparat. Tapi hasil dari sebab-akibat. Misal gini, kita bisa jadi nembak seekor burung yang lagi hinggap di pohon mangga depan rumah. Begitu sayap itu terjatuh ke tanah, sorak-sorai bangga terpekik. Merasa berprestasi, lupa kalau si burung juga punya keluarga. Anak di sangkar mati kelaparan, akhirnya peluang regenerasi menjadi nol.
.
Berpikir njlimet tentang kaitan antara satu hal dengan lainnya itulah pencegahan kafarat. Efek dari sebuah perbuatan tidak pada tempatnya. Tuhan memang Maha Pengampun, Dia akan senang kita menangis, bahkan sekadar akui dosa. Hanya saja, hukum sunatullah berwujud hukum alam terus berjalan. Kecuali ditebus dengan yang sepadan atau memiliki kaitan hikmah di antaranya.
.
Konsep ini disebut karma oleh oranglain. Agak-agak mirip juga dengan reinkarnasi. Pada tahap memanen apa yang ditanam. Memaksa simpati dan empati sampai pada titik paling subjektif. Kita memukul orang di tengah tawuran, bisa jadi di lain kesempatan kita pun terpukul.
.
Ini sisi yang sering tidak dipedulikan orang sekarang ini. Berbuat semaunya, ghosting sana-sini, PHP-in siapapun yang dikenal, sampai hati yang dijapri merana dijerat rindu. Kukira, pada satu titik semua efek itu akan berbalik juga ke si pelaku. Entah melalui dia secara langsung, atau ke saudara dan anak keturunan.
.
Metode njlimet berpikir ini diajarkan Kanjeng Nabi saat ada seorang pemuda izin ingin eue hasil match swipe kanan di Kinder. Si fakboy begitu menggebu, terus bertanya hal sama berhari-hari, berharap dapat jawaban berbeda. Sampai akhirnya keluarlah analogi jika ibu, saudari, anak perempuannya dibungkus orang apakah rela.
.
Kesadaran akan potensi merusak perlu dihadirkan ketika selebatan inspirasi berbuat sesuatu nongol di kepala. Ini agar dari geliat pikir itu tidak menjadi gerak nyata. Meski nanti akan muncul sebuah tindakan yang sangat diperhitungkan. Dalam pasal hukum, justru perbuatan yang disengaja itu miliki hukuman paling tinggi.
.
Boleh saja waktu dibuang-buang dengan hanya scrolling medsos tanpa tujuan jelas. Apalagi sampai muncul tindakan menafsir ulang yang dijumpai. Hanya saja harus disadari bahwa waktu tidak akan kembali. Hari ini bisa jadi kuota masih bergiga-giga. Cuma klo sudah donlot lewat VPN, update MLBB, dkk, ada satu masa pas kuota habis dan pas kere, sesal muncul.
.
Nah, mulai sekarang akan lebih bijak jika hati-hati bergerak. Tak mengisi waktu dengan tepat bisa berujung sesal di hari kemudian. Entah karena kurang pengetahuan, miskin pengalaman, sampai dijuluki kerpu-kerpu alias kerja-pulang kerja-pulang. Nakal sih boleh biar gak ngrasa paling wokeh. Cuma, jangan kebablasan klo berakibat merusak.
.
Oleh Kapimoda Syanta
Panitia GONDOL (Grup Online Nyariin Dagangan Offline Lho)

0 comments:

Post a Comment