Wednesday, April 15, 2020

Relax, you're in a good hands.

"Syaikh Hamza Yusuf, murid kinasih Syaikh Abdullah bin Bayyah Mauritania, pernah dawuh, 'Relax, you're in a good hands.' Kalimat pengantar auto nancep di hati saat berkenalan dengan beliau. Analoginya seperti seorang ayah melempar anak balitanya ke atas, si anak terkejut tapi tertawa, sadar tangan sang ayah akan menangkap.
.
Masalah keseharian, bahkan pandemi sekalipun, adalah momen saat Gusti Allah lemparkan kita ke atas, menguji iman kita. Apakah tetap tenang sebab yakin ditangkap oleh Welas-Asih-Nya, atau panik dan malah keluar jalur tangkapan? Di negeri dengan teman-Nya di mana-mana, lumrah ada kaum merasa tenang. Sudah dijamin keselamatan, asalkan rambu-rambu diikuti, baik spiritual maupun panduan dari sains terapan.
.
Bukan lantas mendewakan WHO dan turunannya, tapi gunakan itu sebagai "safe-net" atau jaring pengaman terluar. Kayak Abu Bakar yang nutup tiap lubang hewan beracun di Gua Tsur dengan tangan dan kakinya. Itu reflek adaptif demi lindungi Sang Nabi. Padahal, pengisi lubang itu tengah menunggu sang kekasih-Nya itu, kata Rumi.
.
Kak Rona, bisa jadi diizinkan hadirnya untuk tugas penguji itu. Kita panik, tetap tenang, atau seperti Abu Bakar, tetap gunakan nalar sebagai jalan paling sederhana wujudkan iman." Ujar Kang Sabar usai menggambar rajah di tirai bambu.
 

0 comments:

Post a Comment