Wednesday, April 15, 2020

Tawasul

Tawasul, kukira ya metode numpang prihatin kepada Gusti Allah. Bisa lewat teman-Nya yang masih hidup atau sudah meninggal atau lewat kebaikan amal pribadi seperti laku para pemuda terjebak dalam gua.
.
Nabi Musa lewat merawat dan temani kaum lapar perut, minim tempat berteduh, bahkan berpakaian sangat sederhana. Nabi Isa bahkan serahkan semua yang dimiliki pada yang butuh. Kanjeng Nabi Muhammad saw juga loss soal memberi, untuk diri dan keluarga hanya pada batas "penegak punggung untuk solat".
.
Saya, tak punya apa-apa hadapi tsunami Kak Rona, apalagi 6 gunung yang hampir meletus bersamaan pagi tadi. Tapi melihat para pejuang hidup di luar hitungan matematis, kutitipkan doa di antara mereka. Tekad baja, pasrah-tawakal total, di tengah usaha lindungi diri semaksimalnya buatku malu.
.
Paduan optimis-pesimis menjadi realistis wajib dilakukan. Juga ikuti orang langit (teman-Nya) yang selalu kolaborasi dengan orang bumi (ahli medis dan saintis) untuk halau khawatir jua was-was sebab tak tahu juga serba tahu.
.

0 comments:

Post a Comment