Wednesday, April 15, 2020

Tips Hidup Anti Apes


Pernah niat nolong malah kena todong? Jaman sekarang banyak modusnya, Bro. Ada seorang kawan yang berpendidikan dengan pergaulan luas pun terkena soal ini. Dihajar sisi simpati dan empati, kena sudah nalar. Begitu duit amblas, informasi pribadi disikat, baru sadar dah ditipu. Atau beri kritik malah berbuah tak berkutik di penjara UU ITE? Nah, fenomena ini apa sih sumbernya?
.
Dalam satu rumus, disebut ini karena malaikat dalam diri gak diberi makan. Padahal dalam dalil Quran disebut untuk jaga diri dulu baru lingkungan terdekat. Nah, jika diri sendiri belum bisa amankan, gimana bisa nolong orang lain? Padahal kan dalam animasinya gampang dibayangin antara setan dan malaikat terus-menerus debat di dalam diri manusia.
.
Salahsatu cara ntraktir malaikat itu ya lewat mengirimi fatihah ke masing-masing penjaga badan. Klo dibedah secara medis dan ilmiah, bisa sampai begitu terperinci, Cuma, di lain tulisan dan menunggu yang lebih ahli di bidang tersebut. Malaikat itu bisa ditafsir sebagai simbolisasi perangkat internal tubuh kayak hormonal, protein, dkk.
.
Klo dalam tulisan sebelumnya dibahas tentang kafarat atau utang budi dan akibat ke orang lain, di sini nyambung juga. Tanda kafarat lunas ya hidup yang serba enak. Gak pernah sampai alami nolong malah ditodong. Hidup akan beres sendiri, jadi ahli di kemampuan yang dipelajari dan diasah terus-menerus. Efeknya ya dimuliakan karena reputasi, dan otomatis uang pun mengalir sebagai hukum alam.
.
Itulah proses latihan dari tiap tahapan penyucian hati. Seperti anak sekolah, tiap kenaikan selalu disertai ujian. Gak pernah berhenti dari lahir sampai mati. Termasuk ketika njemput rezeki, dititipin untuk anak malah dipakai maksiat, siap-siap menuai malu atau anak bikin masalah. Maka kesialan sehari-hari bisa jadi karena langkah-langkah yang kita ambil kurang tepat.
.
Akan lebih baik jika ngehindarin apes itu lewat jalur dicintai Gusti Allah. Misal sesederhana bersyukur pada hal sekecil apapun. Efeknya bisa hidup serba “ndilalah” atau kebetulan. Tanpa minta bakal terpenuhi lewat jalan, arah, dan besaran tak terduga. Toh minta ke manusia, jika terkabul, bisa jadi bukan hak kita karena yang dimintai terpaksa memberi.
.
Harus berani mbiarin Gusti Allah nggerakin hati makhluk-Nya untuk tolong atau hindari kita. Menguji apakah sebelum berdoa sudah dikabulkan. Begitu terkabul, apakah yang didapat tetap awet, dengan akal dan tubuh tetap sehat? Tak sedikit yang terkabul malah jadi berantakan hidupnya, kan? Nah, yang kita cari adalah yang enak-enak saja efek sampingnya. Meski, pas diuji akan berdarah-darah perjuangannya.
.
Oleh Kapimoda Syanta.

0 comments:

Post a Comment